Daerah

Banjir Rendam Dua Desa di Nias Selatan, 75 KK Terdampak dan Puluhan Rumah Rusak

×

Banjir Rendam Dua Desa di Nias Selatan, 75 KK Terdampak dan Puluhan Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
Banjir Melansa Nias Selatan
Banjir Nias Selatan / Marlius Laia

NIAS SELATAN – Banjir melanda dua desa di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, setelah wilayah tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi pada Jumat, 2 Oktober 2026. Bencana tersebut berdampak terhadap puluhan keluarga dan menyebabkan kerusakan sementara pada sejumlah bangunan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir terjadi di Desa Hilimbowo, Kecamatan O’o’u, dan Desa Ndraso Maniamolo, Kecamatan Maniamolo. Berdasarkan pemutakhiran data hingga Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 75 kepala keluarga (KK) terdampak.

Selain berdampak terhadap warga, banjir juga menyebabkan kerusakan sementara pada sekitar 60 unit rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa.

Hujan Deras Picu Banjir

BNPB menyebut curah hujan tinggi menjadi pemicu banjir yang menerjang dua wilayah tersebut.

Kondisi tersebut membuat aliran air meningkat dan merendam sejumlah permukiman warga. Dampak yang terjadi kemudian didata oleh petugas untuk memastikan kebutuhan penanganan di lapangan.

Hingga laporan BNPB diterbitkan pada Sabtu pagi, kondisi banjir dilaporkan berangsur surut.

Meski demikian, proses penanganan masih diperlukan karena material lumpur dan dampak terhadap fasilitas warga harus dibersihkan.

BPBD Lakukan Kaji Cepat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Selatan bersama pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait telah melakukan koordinasi serta kaji cepat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak banjir sekaligus menentukan kebutuhan penanganan lanjutan bagi masyarakat yang terdampak.

BNPB menyebut penanganan berikutnya mencakup pembersihan material lumpur serta rencana normalisasi sungai dan tembok penahan.

Upaya tersebut menjadi penting untuk mengurangi dampak apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

75 KK Terdampak

Data sementara menunjukkan sebanyak 75 KK terdampak akibat banjir di dua desa tersebut.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat juga mengalami kerusakan sementara. Kondisi ini membuat penanganan tidak hanya berfokus pada pembersihan kawasan permukiman, tetapi juga pemulihan fasilitas yang terdampak.

BNPB masih menggunakan data hasil pemutakhiran lapangan sebagai dasar informasi mengenai kondisi bencana tersebut. Karena proses asesmen dapat berkembang, jumlah kerusakan maupun dampak dapat berubah apabila ditemukan data tambahan.

Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Rangkaian kejadian bencana pada awal Oktober menjadi perhatian karena sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi potensi cuaca ekstrem dan perubahan kondisi cuaca secara cepat.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi hujan lebat yang dapat memicu banjir lokal.

Masyarakat di wilayah rawan banjir juga diimbau membersihkan saluran air, got, selokan, dan talang dari sampah agar aliran air tetap lancar.

Selain itu, warga perlu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta mengikuti arahan pemerintah daerah apabila kondisi di lapangan memburuk.

Banjir Nias Selatan Jadi Perhatian

Peristiwa banjir di Desa Hilimbowo dan Desa Ndraso Maniamolo menambah daftar kejadian hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia pada awal Oktober.

BNPB dalam laporan perkembangan situasi bencana 3 Oktober 2026 mencatat satu kejadian banjir di Sumatera Utara, sementara sejumlah wilayah lain juga menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Untuk Nias Selatan, perhatian saat ini diarahkan pada pemulihan lingkungan terdampak, pembersihan material lumpur, serta upaya mengurangi risiko banjir kembali terjadi.

Paragrafnews.co akan terus memantau perkembangan penanganan banjir di Nias Selatan, termasuk apabila terdapat pembaruan mengenai jumlah warga terdampak, kerusakan bangunan, maupun kondisi cuaca di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *