Internasional

Houthi Lepaskan Rudal Dekat Bandara Aden! Konflik Yaman Kian Membara, Saudi Ikut Terancam

×

Houthi Lepaskan Rudal Dekat Bandara Aden! Konflik Yaman Kian Membara, Saudi Ikut Terancam

Sebarkan artikel ini
serangan rudal houthi
Ilustrasi rudal balistik di tengah meningkatnya ketegangan konflik Yaman dan kelompok Houthi. (Ilustrasi)

ADEN, YAMAN – Konflik Yaman kembali memanas setelah kelompok Houthi mengklaim meluncurkan rudal balistik ke kamp militer dekat Bandara Internasional Aden, Rabu (21/10/2026). Serangan tersebut menambah ketegangan di tengah pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Dilansir dari Al Jazeera, ledakan terdengar di Kota Aden dan asap terlihat membubung di sekitar bandara. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim rudal tersebut menargetkan pusat operasi militer koalisi pimpinan Saudi di Kamp Badr.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, pemerintah Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi belum memberikan tanggapan langsung atas klaim serangan itu. Rincian kerusakan dan korban akibat insiden tersebut juga belum dipastikan dalam laporan awal.

Bandara Aden Kembali Terseret Konflik

Serangan terbaru terjadi setelah serangkaian insiden yang menyasar kawasan strategis di Aden.

Pada Jumat (16/10/2026), dua rudal menghantam area Bandara Internasional Aden ketika sebuah pesawat Yemenia Airways yang dijadwalkan menuju Kairo sedang bersiap lepas landas. Menurut otoritas keamanan Aden, rudal jatuh sekitar 500 meter dari pesawat tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden itu.

Mengutip laporan Reuters, otoritas keamanan setempat menyalahkan Houthi atas serangan tersebut, meskipun kelompok itu tidak langsung mengklaim bertanggung jawab saat laporan awal diterbitkan.

Serangan terhadap kawasan bandara meningkatkan risiko bagi penumpang, awak pesawat, pekerja, serta aktivitas penerbangan sipil. Bandara Aden merupakan salah satu pintu masuk internasional penting bagi wilayah Yaman yang berada di bawah kendali pemerintah yang diakui secara internasional.

Istana Presiden Juga Pernah Menjadi Sasaran

Eskalasi di Aden tidak berhenti pada kawasan bandara. Pada 15 Oktober, rudal Houthi menghantam kompleks Istana Al-Maashiq, pusat pemerintahan Yaman di kota tersebut.

Reuters melaporkan serangan itu menewaskan sejumlah personel keamanan dan melukai orang lain. Pemerintah Yaman menyatakan Perdana Menteri Shaya al-Zindani beserta anggota kabinet selamat.

Houthi mengklaim sasaran mereka merupakan pusat operasi militer Saudi di kompleks tersebut. Namun, serangan di kawasan pemerintahan dan infrastruktur sipil memperbesar kekhawatiran terhadap keselamatan warga yang tidak terlibat dalam pertempuran.

Rangkaian insiden ini menunjukkan bahwa Aden, yang menjadi pusat pemerintahan Yaman di luar wilayah kekuasaan Houthi, kembali berada di tengah eskalasi konflik.

Arab Saudi Perkuat Pertahanan di Tengah Ancaman

Ketegangan juga meluas ke Arab Saudi. Dalam perkembangan terpisah, koalisi pimpinan Saudi melaporkan telah mencegat sejumlah drone yang mengarah ke wilayah kerajaan pada 21 Oktober.

Di sisi lain, serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, pada 21 Oktober menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya. Associated Press melaporkan bahwa pelaku serangan tersebut belum diidentifikasi secara resmi.

Karena belum ada konfirmasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan di Dammam, insiden tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan Houthi.

Meski demikian, serangkaian serangan dan pencegatan proyektil memperlihatkan besarnya tekanan keamanan yang dihadapi kawasan Teluk.

Bab el-Mandeb, Jalur Strategis yang Diperebutkan

Selain Aden dan wilayah Saudi, perkembangan konflik di pesisir barat Yaman juga menjadi perhatian internasional karena kedekatannya dengan Selat Bab el-Mandeb.

Selat tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Kapal yang melintasinya dapat meneruskan perjalanan menuju Terusan Suez, salah satu jalur utama perdagangan antara Asia dan Eropa.

Associated Press melaporkan bahwa Houthi sebelumnya memperluas penguasaan wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah. Pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Saudi kemudian melancarkan operasi untuk merebut kembali wilayah strategis tersebut.

Jika pertempuran semakin mendekati jalur pelayaran, risiko terhadap pengiriman barang, biaya asuransi kapal, dan perdagangan energi internasional dapat meningkat.

Namun, besarnya dampak terhadap pelayaran global akan bergantung pada perkembangan operasi militer, keamanan jalur laut, dan respons negara-negara terkait.

Konflik Belum Menunjukkan Tanda Mereda

Serangan di dekat Bandara Aden menambah daftar insiden yang menandai memburuknya situasi keamanan di Yaman. Di tengah pertempuran, pemerintah Yaman dan koalisi pimpinan Saudi berupaya mempertahankan wilayah strategis, sementara Houthi terus menyatakan serangan mereka ditujukan kepada kepentingan militer lawan.

Kendati demikian, klaim keberhasilan serangan dari pihak yang bertikai perlu dibedakan dari fakta yang telah dikonfirmasi secara independen.

Belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa insiden terbaru di Aden akan langsung memicu perang regional yang lebih luas. Namun, ancaman terhadap bandara, pusat pemerintahan, dan jalur pelayaran menempatkan keselamatan warga sipil serta stabilitas kawasan dalam risiko.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada respons militer koalisi pimpinan Saudi, kondisi di garis depan Yaman, dan kemungkinan langkah diplomatik untuk meredakan konflik.

Sumber: Al Jazeera, 21 Oktober 2026; Reuters, 15–17 Oktober 2026; Associated Press, 21 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *