Daerah

Karhutla Gunung Loka Bantaeng Bakar 25 Hektare, Api Nyaris Merembet ke Permukiman Warga

×

Karhutla Gunung Loka Bantaeng Bakar 25 Hektare, Api Nyaris Merembet ke Permukiman Warga

Sebarkan artikel ini
Karhutla Bantaeng
Api tampak berkobar di dekat permukiman warga di kawasan Gunung Loka, Bantaeng, Sulawesi Selatan. Foto: Warganet/Hariri

BANTAENG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Loka di Kelurahan Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Api yang muncul pada Kamis malam, 1 Oktober 2026, sempat mengancam kawasan permukiman warga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran diperkirakan melanda lahan seluas 25 hektare. Hingga Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 04.00 WITA, api masih terlihat di sejumlah titik dan petugas gabungan terus melakukan penanganan.

Api Muncul pada Malam Hari

Menurut laporan BNPB, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WITA pada Kamis malam.

Kondisi kebakaran menjadi perhatian karena lokasi api berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pemadaman dan pemantauan agar api tidak meluas.

DetikSulsel melaporkan, Bupati Bantaeng Fathul Fauzy Nurdin turut turun langsung dalam upaya pemadaman. Pemerintah daerah menyebut fokus penanganan diarahkan agar kobaran api tidak menjalar hingga rumah warga.

25 Hektare Lahan Terbakar

BNPB memperkirakan luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 25 hektare.

Besarnya area yang terbakar membuat penanganan membutuhkan koordinasi sejumlah unsur. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bantaeng bekerja bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa dan kecamatan, serta masyarakat.

Baca juga: Banjir Rendam Dua Desa di Nias Selatan, 75 KK Terdampak dan Puluhan Rumah Rusak

Petugas melakukan pemantauan sekaligus penanganan di titik-titik yang masih terbakar.

BNPB menyebut pada Jumat pagi masih terdapat sejumlah titik api. BPBD Kabupaten Bantaeng juga telah melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mendukung pengendalian kebakaran.

Permukiman Warga Sempat Terancam

Ancaman terhadap permukiman menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan kebakaran Gunung Loka.

Bupati Bantaeng mengatakan kepada detikSulsel bahwa api sempat hampir mengenai kawasan permukiman. Namun, upaya pemadaman dilakukan dengan memprioritaskan agar kobaran tidak menjalar ke rumah warga.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun hingga laporan tersebut diterbitkan.

Kondisi ini membuat proses pemadaman tidak hanya ditujukan untuk mengurangi luasan lahan terbakar, tetapi juga mencegah api mendekati kawasan yang dihuni masyarakat.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Hingga pemutakhiran BNPB pada Sabtu, 3 Oktober 2026, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam, kelalaian, atau faktor lainnya.

Informasi mengenai penyebab kebakaran perlu menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. BNPB dalam laporannya juga belum menyimpulkan penyebab munculnya api di kawasan tersebut.

Tiga Daerah Dilanda Karhutla

Kebakaran di Bantaeng menjadi salah satu dari tiga kejadian karhutla baru yang dicatat BNPB dalam pemutakhiran situasi bencana pada 3 Oktober 2026.

Selain Bantaeng, karhutla juga terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, serta Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Jika ketiganya digabungkan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 37,5 hektare. BNPB mencatat 10 hektare di Bangka Tengah, 25 hektare di Bantaeng, dan sekitar 2,5 hektare di Purbalingga.

Waspada Kebakaran di Tengah Perubahan Cuaca

BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada awal Oktober.

Masa pancaroba dapat diwarnai perubahan cuaca secara cepat, termasuk kondisi panas, angin kencang, maupun hujan dengan intensitas tinggi.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Jika menemukan titik api, masyarakat juga diminta segera melaporkannya kepada petugas agar api dapat ditangani sebelum meluas.

Kebakaran Gunung Loka kini menjadi perhatian di Bantaeng karena luas lahan yang terdampak mencapai puluhan hektare dan lokasi api sempat mengancam permukiman warga.

Sementara penyebab kebakaran masih ditelusuri, penanganan di lapangan diarahkan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berkembang dan membahayakan masyarakat.

Paragrafnews.co akan memantau perkembangan penanganan karhutla di Bantaeng, termasuk hasil penyelidikan mengenai penyebab kebakaran dan kondisi kawasan permukiman yang sempat terancam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *