KriminalNasional

Geger! Pabrik Sabu 1,2 Ton Dibongkar di Aceh, 11 Orang Ditangkap, Lima Buron Diburu

×

Geger! Pabrik Sabu 1,2 Ton Dibongkar di Aceh, 11 Orang Ditangkap, Lima Buron Diburu

Sebarkan artikel ini
pabrik sabu di aceh
Aparat gabungan mengungkap laboratorium narkotika ilegal dengan barang bukti sabu sekitar 1,2 ton di Kabupaten Pidie, Aceh. (Sumber: BNN RI)

PIDIE, PARAGRAFNEWS.CO – Aparat gabungan membongkar laboratorium narkotika ilegal yang diduga menjadi tempat pengolahan sabu dalam skala besar di Kabupaten Pidie, Aceh. Sebanyak 11 orang diamankan dalam operasi tersebut, sementara barang bukti narkotika dengan berat total sekitar 1,2 ton disita petugas.

Pengungkapan kasus ini menjadi sorotan karena diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkotika lintas negara. Dari 11 orang yang diamankan, sembilan merupakan warga negara Indonesia (WNI), sedangkan dua lainnya adalah warga negara Tiongkok.

Dilansir detikSumut, Jumat, 23 Oktober 2026, operasi tersebut melibatkan tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Petugas menggerebek dua unit rumah toko (ruko) yang diduga digunakan sebagai laboratorium narkotika ilegal di wilayah Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Baca juga: Polri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin, Delapan Orang Diamankan

Sabu Cair dan Kristal Disita dari Ruko

Pengungkapan laboratorium narkotika tersebut dilakukan pada Rabu, 21 Oktober 2026. Lokasi yang menjadi sasaran operasi berada di kawasan Gampong Ulee Tutue dan sekitarnya, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Mengutip laporan Media Indonesia yang diterbitkan pada Jumat, 23 Oktober 2026, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memaparkan bahwa pengungkapan tersebut berkaitan dengan dugaan jaringan internasional yang melibatkan sejumlah pihak dari luar negeri.

Dalam operasi itu, petugas menemukan barang bukti berupa sabu cair dan sabu kristal. Rincian yang diberitakan Kanal Aceh menyebutkan adanya 20 drum berisi sabu cair serta sekitar 500 kilogram sabu dalam bentuk kristal.

Total pengungkapan barang bukti tersebut disebut mencapai sekitar 1,2 ton. Temuan itu kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap asal-usul narkotika, proses pengolahan, hingga rencana distribusinya.

Dua Warga Negara Tiongkok Diduga Berperan sebagai Ahli Kimia

Dua warga negara Tiongkok berinisial LJ dan XM disebut diduga berperan sebagai ahli kimia atau peracik utama dalam aktivitas laboratorium tersebut.

Kanal Aceh melaporkan, keduanya diduga telah melakukan pemetaan lokasi sebelum aktivitas produksi terdeteksi aparat. Penyidik juga mendalami komunikasi yang diduga menghubungkan para pelaku di lapangan dengan pihak lain yang berada di luar negeri.

Berdasarkan laporan Media Indonesia, jaringan tersebut diduga menggunakan jalur lintas negara yang melibatkan kawasan Asia Tenggara. Meski demikian, penyidik masih perlu mengungkap secara menyeluruh peran setiap orang, jalur masuk bahan narkotika, dan pihak yang diduga mengendalikan jaringan.

Dugaan keterlibatan jaringan internasional menjadi salah satu fokus penyelidikan. Aparat juga menelusuri bukti elektronik untuk mengurai hubungan komunikasi serta kemungkinan adanya pihak lain yang belum tertangkap.

Sebelas Orang Diamankan, Penyidikan Terus Dikembangkan

Sebelas orang yang diamankan terdiri atas sembilan WNI dan dua warga negara Tiongkok. Pengungkapan ini merupakan hasil operasi gabungan lintas lembaga dalam upaya menindak peredaran gelap narkotika.

Dilansir detikSumut, Plt Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Pol Adri Irniadi menyebut pengungkapan tersebut sebagai hasil sinergi antarinstansi dalam menghadapi ancaman peredaran narkotika lintas negara.

Selain mengamankan orang-orang yang diduga terlibat, petugas memasang garis polisi di lokasi yang menjadi sasaran penggerebekan. Pemeriksaan terhadap barang bukti dan para tersangka menjadi bagian penting untuk memperkuat konstruksi perkara.

Sementara itu, informasi mengenai jumlah pasti orang yang masih diburu perlu mengacu pada keterangan resmi terbaru dari penyidik. Paragrafnews.co belum dapat memastikan bahwa tepat lima orang masuk daftar pencarian orang dalam perkembangan terakhir kasus ini.

Jaringan Besar Masih Didalami Aparat

Pengungkapan laboratorium narkotika di Pidie membuka penyelidikan lebih luas mengenai dugaan jaringan produksi dan distribusi sabu lintas negara.

Penyidik masih perlu mengungkap siapa yang diduga mendanai kegiatan tersebut, bagaimana narkotika masuk ke lokasi, serta ke mana barang bukti itu direncanakan untuk diedarkan.

Besarnya barang bukti yang disita juga membuat pengungkapan ini menjadi perhatian serius dalam upaya pemberantasan narkotika. Namun, proses hukum tetap harus mengedepankan pembuktian dan asas praduga tak bersalah terhadap setiap orang yang diperiksa.

Paragrafnews.co akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk keterangan resmi mengenai identitas para tersangka, jumlah orang yang masih diburu, dan dugaan pengendali jaringan yang belum terungkap.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *