BONTANG, PARAGRAFNEWS.CO — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Mahyudin, menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat Kota Bontang, Kalimantan Timur. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 500 peserta itu berlangsung di Ballroom Hotel Sintuk, Selasa (5/3/2019).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh MPR RI bersama Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) serta Generasi Muda FKPPI PC 1808 Bontang.
Empat Pilar MPR RI yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain Mahyudin, kegiatan tersebut menghadirkan Hetifah Sjaifudian dan Popong Otje Djundjunan sebagai narasumber. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kota Bontang, pengurus organisasi, tokoh agama, tokoh pemuda, serta pelajar turut hadir.
Ketua FKPPI Bontang Apresiasi Sosialisasi Empat Pilar
Ketua FKPPI Kota Bontang, Ahmad Effa Yuliansyah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan penting bagi generasi muda agar dapat berkembang dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
“Empat Pilar MPR RI ini sangatlah dibutuhkan oleh generasi muda saat ini agar mengalami kemajuan dalam hal bidang apa pun dan kemajuan tersebut merata di seluruh Indonesia,” ujar Effa dalam sambutannya.
Mahyudin Tekankan Pentingnya Menjaga NKRI
Dalam sambutannya, Mahyudin menekankan pentingnya menjaga keutuhan NKRI melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, semangat persatuan dalam NKRI, serta penghormatan terhadap keberagaman yang tercermin dalam Bhinneka Tunggal Ika.
Ia juga menjelaskan bahwa demokrasi merupakan sarana untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia, yakni mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana cita-cita kemerdekaan.
Mahyudin mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan. Sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Bandung Lautan Api pada 23 Maret 1946 serta berbagai pemberontakan yang pernah terjadi, menjadi bagian dari perjalanan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan negara.
Generasi Muda Diminta Memahami Nilai Pancasila
Mahyudin menilai sosialisasi Empat Pilar penting untuk memperkuat ideologi bangsa, terutama di kalangan generasi muda yang menghadapi berbagai pengaruh globalisasi.
Ia berharap nilai-nilai luhur Pancasila terus ditanamkan agar generasi muda memiliki rasa nasionalisme yang kuat, berkarakter, serta mampu menyaring pengaruh negatif dari perkembangan zaman.
Menurut Mahyudin, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan merupakan modal dasar dalam membentuk generasi muda yang berkualitas dan pekerja keras.
Mahyudin Ingatkan Masyarakat Waspadai Berita Hoaks
Dalam kesempatan tersebut, Mahyudin juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi yang beredar, khususnya di tengah dinamika politik saat itu. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks.
Mahyudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta turut melawan segala bentuk korupsi.
Pesan tersebut menjadi bagian dari ajakannya untuk menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, dan membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.