DaerahKriminal

Tragis! Sopir Taksi Online Dirampok dan Dibunuh, Jasad Dibuang ke Kebun Sawit

×

Tragis! Sopir Taksi Online Dirampok dan Dibunuh, Jasad Dibuang ke Kebun Sawit

Sebarkan artikel ini
sopir taxi online dibunuh
Ilustrasi lokasi pembuangan jasad korban di area perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (Ilustrasi/Paragrafnews.co)

MEDAN, PARAGRAFNEWS.CO – Nasib tragis menimpa Muhammad Imran (33), seorang pengemudi taksi online asal Kota Binjai, Sumatera Utara. Ia diduga menjadi korban perampokan yang berujung pembunuhan setelah menerima pesanan perjalanan di Kabupaten Deli Serdang. Jasadnya kemudian ditemukan di parit perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Asahan.

Kasus ini terungkap setelah warga menemukan jasad korban di Jalan Martil, Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Mengutip laporan detikSumut, tubuh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan sejumlah luka. Mobil yang biasa digunakan korban untuk bekerja juga tidak ditemukan di lokasi penemuan jasad.

baca juga: Geger Madiun! Ibu dan Anak Tewas, Suami Siri Ditangkap, Polisi Periksa Tiga Lokasi

Penemuan tersebut memicu penyelidikan intensif oleh tim gabungan Polda Sumatera Utara dan Polres Asahan. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan jenazah, serta penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengungkap identitas korban dan pihak yang diduga terlibat.

Hasil penyelidikan mengarah pada dugaan perampokan yang terjadi di Jalan Kates, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 05.00 WIB.

Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Medan

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara bersama Polres Asahan akhirnya menangkap dua pria berinisial MAH dan FSO.

Keduanya diamankan pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, di kawasan Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Mengutip laporan detikSumut pada Minggu, 25 Oktober 2026, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Cornelius Mangarahon Simanjuntak, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan setelah polisi menerima informasi penemuan jasad di Asahan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pria tersebut diduga terlibat dalam pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” demikian keterangan Cornelius sebagaimana dikutip detikNews.

Polisi juga menduga kedua pelaku mengambil barang-barang milik korban dan membawa jasadnya ke wilayah Kisaran, Kabupaten Asahan.

Saat proses penangkapan dan pengembangan perkara, kedua terduga pelaku dilaporkan melakukan perlawanan sehingga petugas menembak bagian kaki mereka.

Mobil Korban Ditemukan Saat Hendak Dijual

Salah satu perkembangan penting dalam pengungkapan kasus ini adalah ditemukannya mobil milik korban.

Tim gabungan menemukan kendaraan tersebut di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, saat mobil itu diduga hendak dijual.

Temuan tersebut menjadi bagian dari barang bukti yang ditelusuri penyidik untuk mengungkap dugaan pencurian kendaraan setelah korban meninggal dunia.

Sementara itu, telepon genggam milik korban diduga telah dijual kepada pihak lain. Polisi masih mendalami keberadaan perangkat tersebut serta menelusuri kemungkinan barang bukti lain yang dibuang selama perjalanan dari lokasi pembuangan jasad menuju Medan.

Dalam penyidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana, antara lain pisau, gergaji kawat yang diduga digunakan sebagai alat penjerat, dan sarung tangan.

Seluruh barang bukti tersebut masih harus dikaitkan dengan keterangan para terduga pelaku serta hasil pemeriksaan forensik untuk memperjelas rangkaian peristiwa.

Keluarga Sempat Kehilangan Kontak

Sebelum jasad korban ditemukan, keluarga sempat kehilangan kontak dengan Muhammad Imran selama sekitar dua hari.

Korban diketahui bekerja sebagai pengemudi taksi online untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika tidak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi, keluarga berupaya mencari keberadaannya, termasuk menyebarkan informasi kehilangan melalui media sosial.

Namun, pencarian tersebut berakhir dengan kabar duka setelah jasad korban ditemukan di wilayah Kisaran, Kabupaten Asahan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat akan risiko kejahatan yang dapat mengancam pekerja transportasi daring, terutama ketika mereka menerima pesanan perjalanan dari orang yang belum dikenal.

Meski demikian, pengungkapan perkara tetap harus berlandaskan bukti dan proses hukum, termasuk memastikan peran masing-masing orang yang telah diamankan.

Polisi Dalami Motif dan Rangkaian Kejahatan

Penyidik masih mendalami motif di balik dugaan perampokan dan pembunuhan tersebut, termasuk bagaimana para terduga pelaku merencanakan aksi, mengambil kendaraan korban, dan membawa jasadnya ke wilayah Asahan.

Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya barang bukti lain yang dibuang dalam perjalanan serta pihak yang diduga menerima atau membeli barang milik korban.

Hingga perkembangan yang diberitakan pada 25 Oktober 2026, dua terduga pelaku telah ditangkap dan sejumlah barang bukti telah diamankan. Namun, seluruh dugaan keterlibatan mereka tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan peradilan.

Kasus Muhammad Imran kini menjadi perhatian karena memperlihatkan bagaimana dugaan pencurian dengan kekerasan dapat berujung pada hilangnya nyawa seseorang yang tengah bekerja mencari nafkah.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *