NasionalNews

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta, Segera Jadi KRI Sriwijaya

×

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta, Segera Jadi KRI Sriwijaya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, PARAGRAFNEWS.CO — Kapal induk Giuseppe Garibaldi akhirnya tiba di Jakarta. Kapal perang milik Angkatan Laut Italia tersebut memasuki kawasan Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 07.58 WIB.

Kedatangan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi (C551) menjadi perhatian karena kapal tersebut diproyeksikan masuk jajaran TNI Angkatan Laut dan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.

Namun, ada satu hal penting yang perlu dicatat. Saat tiba di Jakarta, Garibaldi masih berstatus kapal Angkatan Laut Italia. Menurut KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, proses reflagging atau pergantian bendera Italia menjadi Indonesia sekaligus perubahan nama menjadi KRI Sriwijaya direncanakan pada 24 September 2026.

Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok

Kapal yang telah berusia lebih dari empat dekade itu memasuki kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat pagi.

Penyambutan dilakukan secara resmi dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi Indonesia, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali dan KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.

Menteri Pertahanan bersama sejumlah pejabat TNI kemudian meninjau bagian dalam kapal yang bersandar di Dermaga 107.

Kedatangan Garibaldi sekaligus menandai tahap penting dalam proses transisi kapal dari Italia menuju Indonesia.

Kronologi Perjalanan Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Jakarta

Perjalanan Giuseppe Garibaldi menuju Indonesia dimulai pada 24 Agustus 2026.

Selama pelayaran, kapal tersebut dikawal kapal perang Angkatan Laut Italia dan singgah di sejumlah negara. Salah satu lokasi persinggahannya adalah Sri Lanka. Setelah dari Sri Lanka, Garibaldi melanjutkan perjalanan menuju wilayah Indonesia.

baca juga: Giuseppe Garibaldi Menuju Indonesia, Kapal Induk Pertama RI yang Bisa Mengubah Peta Kekuatan Asia Tenggara

Pada pertengahan September, kapal tersebut memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, kawasan perairan Bangka, Bangka Belitung.

Begitu memasuki wilayah Indonesia, pengawalan kemudian dilakukan oleh TNI AL.

Dua kapal perang Indonesia, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, mengawal perjalanan Giuseppe Garibaldi menuju Jakarta. Dalam rangkaian pengawalan tersebut, unsur udara TNI AL juga terlibat, termasuk helikopter AS565 Panther serta pesawat Cassa NC212 dan CN-235.

Pada Kamis (17/9), Garibaldi telah dipastikan memasuki wilayah laut Indonesia dan dijadwalkan tiba di Jakarta keesokan harinya.

Bukan Sekadar Kapal Besar, Ini Spesifikasi Giuseppe Garibaldi

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan yang dirancang dan dibangun Italia.

Berdasarkan data resmi Marina Militare, kapal ini memiliki panjang 180,2 meter, lebar 23,4 meter pada garis air dan sekitar 30,4 meter pada dek penerbangan.

Displacement kapal tercatat sekitar 13.850 ton. Garibaldi mampu mencapai kecepatan hingga 30 knot dengan jangkauan sekitar 7.000 mil laut. Kapal menggunakan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 dengan daya total sekitar 60.400 kW.

Kapal tersebut juga dirancang membawa sekitar 18–20 pesawat atau helikopter, tergantung konfigurasi misi.

Secara historis, konfigurasi udara Garibaldi mencakup helikopter seperti EH101, SH90A dan AB212 serta pesawat tempur AV-8B Plus Harrier II yang memiliki kemampuan short take-off and vertical landing atau STOVL.

Garibaldi memiliki kapasitas awak sekitar 825 personel.

Apakah KRI Sriwijaya Akan Membawa Pesawat Tempur?

Pertanyaan ini menjadi salah satu hal yang banyak muncul setelah kedatangan Garibaldi.

Secara desain, kapal tersebut memang mempunyai kemampuan mengoperasikan pesawat STOVL dan berbagai jenis helikopter. Namun, konfigurasi operasional setelah masuk TNI AL merupakan persoalan berbeda.

Pemerintah Indonesia menyampaikan rencana pemanfaatan kapal tersebut antara lain untuk mengoperasikan helikopter dan drone, termasuk mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Karena itu, kemampuan asli Garibaldi sebagai kapal induk tidak otomatis berarti Indonesia akan mengoperasikan kapal tersebut dengan konfigurasi pesawat tempur yang sama seperti ketika masih berdinas di Italia.

Konfigurasi akhir, jenis wahana udara yang digunakan dan tingkat modernisasi kapal akan menjadi bagian penting dari tahap berikutnya.

Giuseppe Garibaldi Akan Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya

Setelah tiba di Jakarta, tahap berikutnya adalah proses perubahan identitas kapal.

KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan reflagging atau pergantian bendera dari Italia menjadi Indonesia direncanakan pada 24 September 2026 di Dermaga 107 Tanjung Priok.

Dalam proses tersebut, Giuseppe Garibaldi juga direncanakan berubah nama menjadi KRI Sriwijaya.

Dengan demikian, istilah KRI Sriwijaya perlu digunakan secara hati-hati dalam pemberitaan saat ini.

Pada 18 September, kapal tersebut telah tiba di Indonesia, tetapi proses perubahan bendera dan status resminya menjadi KRI masih menunggu agenda yang direncanakan pada 24 September.

Untuk Apa Indonesia Mendapatkan Giuseppe Garibaldi?

Kapal induk ringan ini tidak hanya diproyeksikan untuk kebutuhan pertahanan.

Pemerintah juga melihat kapal tersebut sebagai platform yang dapat mendukung operasi kemanusiaan, penanggulangan bencana, pengoperasian helikopter dan drone.

Konsep tersebut penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah geografis luas dan menghadapi berbagai jenis bencana.

Kapal berukuran besar dengan dek penerbangan dapat berfungsi sebagai platform bergerak untuk membawa personel, wahana udara, peralatan dan dukungan logistik ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

baca juga: Prabowo Ungkap Rencana Sulap Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi Kekuatan Baru Penanganan Bencana

Associated Press melaporkan pemerintah Indonesia merencanakan modernisasi kapal agar dapat digunakan sebagai pusat komando bergerak untuk helikopter dan drone, termasuk dalam respons terhadap bencana seperti kebakaran hutan dan banjir.

Kontroversi Giuseppe Garibaldi: Biaya Akuisisi dan Modernisasi Jadi Sorotan

Di balik kedatangannya, Giuseppe Garibaldi juga memunculkan pertanyaan mengenai biaya, kesiapan operasional dan kebutuhan modernisasi.

Associated Press melaporkan nilai pembiayaan akuisisi kapal tersebut sekitar 450 juta dolar AS, sementara kebutuhan refurbishment atau modernisasi dapat mencapai sekitar 900 juta dolar AS.

Angka tersebut menjadi bagian dari perdebatan mengenai bagaimana Indonesia akan membiayai pengoperasian dan modernisasi kapal yang telah berusia sekitar 41 tahun. Sejumlah analis yang dikutip AP mempertanyakan kebutuhan dan biaya jangka panjang kapal tersebut, termasuk kebutuhan pemeliharaan serta kesiapan operasional.

Namun, pertanyaan mengenai biaya tidak otomatis berarti kapal tersebut tidak memiliki manfaat.

Nilai strategis sebuah kapal induk juga bergantung pada bagaimana kapal itu digunakan, jenis misi yang diberikan, kesiapan awak, dukungan logistik, ketersediaan wahana udara serta kemampuan Indonesia mempertahankan tingkat kesiapan operasionalnya.

Dengan kata lain, tantangan terbesar bukan hanya membawa kapal tersebut ke Indonesia, tetapi membuatnya benar-benar siap digunakan secara berkelanjutan.

Giuseppe Garibaldi Bukan Supercarrier

Penyebutan Garibaldi sebagai kapal induk perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat.

Kapal ini merupakan light aircraft carrier, bukan supercarrier berukuran sangat besar seperti kapal induk Amerika Serikat.

Dengan displacement sekitar 13.850 ton dan panjang 180,2 meter, Garibaldi memiliki skala yang jauh lebih kecil dibandingkan kapal induk raksasa.

Karakter tersebut justru membuatnya lebih tepat dipahami sebagai platform penerbangan laut yang dapat menjalankan berbagai misi dengan kombinasi helikopter, pesawat STOVL dan dukungan operasi laut.

Bagi Indonesia, konfigurasi penggunaannya akan menjadi faktor penting dalam menentukan manfaat kapal tersebut setelah resmi menjadi bagian dari TNI AL.

Dari Italia Menuju Indonesia, Babak Baru Segera Dimulai

Perjalanan Giuseppe Garibaldi dari Italia menuju Indonesia telah selesai.

Kapal tersebut berangkat dari Italia pada 24 Agustus, dikawal kapal perang Italia, singgah di Sri Lanka, memasuki Indonesia melalui ALKI I di perairan Bangka, kemudian dikawal KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 menuju Jakarta.

Kini Garibaldi telah berada di Dermaga 107 Tanjung Priok.

Tahap berikutnya adalah proses yang jauh lebih penting: reflagging, perubahan nama, integrasi ke TNI AL, modernisasi, penyiapan awak, penentuan konfigurasi wahana udara dan pembuktian kemampuan operasionalnya.

Jika sesuai rencana, pada 24 September 2026 nama Giuseppe Garibaldi akan berganti menjadi KRI Sriwijaya dan bendera Italia akan digantikan Merah Putih.

Dengan demikian, kedatangan Giuseppe Garibaldi di Jakarta bukanlah akhir perjalanan.

Justru setelah kapal itu resmi berubah menjadi KRI Sriwijaya, Indonesia akan memasuki babak baru: bagaimana kapal induk ringan tersebut digunakan untuk memperkuat pertahanan maritim sekaligus menjalankan misi kemanusiaan di negara kepulauan seperti Indonesia.


FAQ Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Kapan Giuseppe Garibaldi tiba di Jakarta?

Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 07.58 WIB.

Apakah Giuseppe Garibaldi sudah menjadi KRI Sriwijaya?

Belum pada saat tiba 18 September. KSAL menyebut proses reflagging dan perubahan nama menjadi KRI Sriwijaya direncanakan pada 24 September 2026.

Siapa yang mengawal Giuseppe Garibaldi di Indonesia?

TNI AL mengerahkan KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 untuk mengawal Garibaldi setelah kapal tersebut memasuki wilayah Indonesia. Unsur udara TNI AL juga terlibat dalam rangkaian pengawalan.

Berapa panjang kapal induk Giuseppe Garibaldi?

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dengan lebar dek penerbangan sekitar 30,4 meter.

Berapa kecepatan maksimum Giuseppe Garibaldi?

Data resmi Marina Militare mencatat kecepatan maksimum kapal sekitar 30 knot.

Apakah Giuseppe Garibaldi bisa membawa pesawat tempur?

Secara desain, kapal ini pernah mengoperasikan pesawat AV-8B Plus Harrier II yang memiliki kemampuan STOVL. Namun, konfigurasi operasional kapal setelah masuk Indonesia akan bergantung pada kebijakan dan kebutuhan TNI AL.

Untuk apa KRI Sriwijaya akan digunakan?

Selain kepentingan pertahanan, pemerintah menyampaikan rencana pemanfaatan kapal untuk mendukung operasi helikopter, drone, bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *