TANGERANG — Krisis air bersih masih menghantui warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Setelah kemarau berlangsung sekitar lima bulan, sebagian warga terpaksa memanfaatkan aliran Sungai Cimanceuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisinya memprihatinkan. Air sungai yang digunakan warga terlihat keruh, berbau tidak sedap, bahkan terdapat sampah yang mengapung di sejumlah bagian aliran sungai.
baca juga: Lansia 60 Tahun Tewas di Kelapa Dua Tangerang, Anak Kandung Diamankan Polisi
Warga mengambil air menggunakan jeriken untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi, mencuci pakaian dan peralatan rumah tangga hingga memasak dan minum. Kondisi tersebut terjadi setelah sumur warga mengering akibat kemarau panjang.
Lima Bulan Kekeringan, Sumur Warga Mengering
Salah seorang warga, Marhum, mengatakan kekeringan telah berlangsung selama sekitar lima bulan.
Kondisi tersebut membuat warga tidak lagi dapat mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Udah kelamaan kemarau jadi masyarakat terpaksa menggunakan air sungai, karena air sumur sudah enggak ada, bantuan dari pemerintah juga enggak ada,” ujar Marhum.
Warga akhirnya mencari sumber air alternatif di Sungai Cimanceuri.
Namun, air sungai yang tersedia bukan dalam kondisi layak secara kasatmata. Air terlihat keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Air Sungai Diendapkan Sebelum Dimasak
Keterbatasan sumber air membuat sebagian warga tetap menggunakan air Sungai Cimanceuri meski mengetahui kondisinya.
Marhum mengatakan air yang diambil dari sungai terlebih dahulu diendapkan selama beberapa hari sebelum digunakan.
“Airnya kotor dan bau. Jadi kita endapkan dulu selama tiga hari sampai bening. Setelah itu baru dimasak,” katanya.
Selain untuk kebutuhan konsumsi, air sungai juga digunakan untuk mandi dan mencuci.
Kondisi tersebut membuat warga menghadapi risiko kesehatan. Salah seorang warga lainnya, Yayah, mengaku sejumlah warga mengalami keluhan pada kulit setelah menggunakan air sungai untuk mandi.
“Gatal-gatal itu sudah pasti namanya juga air begini, tapi mau gimana lagi,” ujarnya.
Warga Berharap Bantuan Air Bersih
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap pemerintah daerah dapat memastikan pasokan air bersih secara rutin ke wilayah mereka.
Kebutuhan air bukan hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci dan membersihkan peralatan rumah tangga.
Sebelumnya, kondisi kekeringan di Kabupaten Tangerang memang telah meluas ke sejumlah wilayah. Data yang diberitakan pada Agustus 2026 menunjukkan krisis air bersih telah berdampak pada ribuan kepala keluarga di berbagai kecamatan.
BPBD: Distribusi Air Bersih Dilakukan Setiap Hari
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menyatakan pemerintah daerah bersama sejumlah pihak telah melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.
Menurut Taufik, distribusi bukan sekadar rencana, tetapi dilakukan secara rutin.
“Bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih,” kata Taufik.
Ia juga meminta kepala desa maupun lurah untuk terus memantau kondisi warga melalui perangkat RT dan RW.
Jika terdapat wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada BPBD Kabupaten Tangerang melalui Pusdalops BPBD di Call Center 112.
Kondisi Warga dan Respons Pemerintah Jadi Perhatian
Kondisi di Desa Karang Tengah menunjukkan bahwa dampak kemarau panjang masih dirasakan warga meskipun pemerintah menyatakan distribusi bantuan air bersih terus dilakukan.
Di sisi lain, pemantauan kondisi sumber air juga menjadi penting karena kemarau telah memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang, misalnya, sebelumnya melaporkan Tinggi Muka Air Sungai Cisadane turun sekitar 40 sentimeter dari batas normal dan meminta masyarakat menghemat penggunaan air.
Bagi warga Pagedangan, persoalan paling mendesak tetap sama: memastikan air bersih tersedia untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, warga Desa Karang Tengah masih menghadapi dampak kekeringan dan membutuhkan kepastian pasokan air bersih. Sementara BPBD Kabupaten Tangerang menyatakan distribusi bantuan air terus dilakukan ke wilayah terdampak. Baca juga: Masa Depan Alam Tahun 2050: Seperti Apa Kondisi Bumi Jika Perubahan Iklim Terus Berlanjut?
Sumber:
TangerangNews, Metro TV, Pemerintah Kabupaten Tangerang/BPBD Kabupaten Tangerang.











