Internasional

Drone Houthi Dicegat Sebelum Masuk Mekkah, Saudi Sebut Keamanan Kota Suci Garis Merah

×

Drone Houthi Dicegat Sebelum Masuk Mekkah, Saudi Sebut Keamanan Kota Suci Garis Merah

Sebarkan artikel ini
drone Houthi dicegat Mekkah
Foto: Ilustrasi AI

MEKKAH — Pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan kelompok Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas Kota Suci Mekkah. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Kabar mengenai pencegatan drone tersebut disampaikan oleh juru bicara koalisi pimpinan Saudi pada Rabu, 16 September 2026. Menurut keterangan pihak Saudi, drone itu berhasil dihancurkan di wilayah selatan Mekkah sebelum memasuki zona udara terlarang.

baca juga: Harga Minyak Tembus US$108, Pipa Saudi Lumpuh dan Houthi Mengancam Jalur Minyak Dunia

Timur Tengah Mendidih! Saudi Minta Trump Hantam Houthi, Bab el-Mandeb Kini Jadi Medan Perang Baru

Reuters melaporkan, Saudi menyebut insiden tersebut sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Mekkah sejak serangan rudal balistik yang dilaporkan terjadi pada 2017. Pihak koalisi menegaskan bahwa keamanan Mekkah dan keselamatan jamaah merupakan “garis merah”.

Saudi Siapkan Langkah Pencegahan

Juru bicara koalisi Saudi, Turki al-Malki, mengatakan Komando Pasukan Gabungan akan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan terhadap apa yang disebut pihak Saudi sebagai tindakan agresif Houthi.

Saudi juga menegaskan bahwa sistem pertahanan udara dikerahkan untuk mencegah ancaman mencapai kawasan Mekkah.

Insiden tersebut berlangsung ketika serangkaian serangan drone dan rudal Houthi terhadap wilayah Saudi kembali meningkatkan ketegangan regional.

Houthi Bantah Menargetkan Mekkah

Di sisi lain, narasi mengenai tujuan drone tersebut masih diperdebatkan.

Seorang pejabat Houthi membantah bahwa kelompoknya menargetkan Mekkah atau tempat-tempat suci. Dengan demikian, klaim bahwa drone tersebut secara khusus diarahkan ke Kota Suci Mekkah masih merupakan tuduhan dari pihak Saudi yang dibantah oleh Houthi.

Fakta bahwa drone dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang Mekkah telah dilaporkan oleh sejumlah media internasional, tetapi motif dan sasaran sebenarnya dari peluncuran drone tersebut belum dapat dipastikan secara independen dari informasi yang tersedia saat ini.

Video Pencegatan Beredar di Media Sosial

Video yang diklaim berkaitan dengan insiden pencegatan drone tersebut kini beredar luas di berbagai platform media sosial.

Namun, publik perlu berhati-hati sebelum menganggap seluruh video yang beredar sebagai rekaman langsung dari kejadian terbaru. Waktu, lokasi, serta konteks sejumlah video yang beredar di media sosial masih perlu diverifikasi.

Paragrafnews.co belum dapat memastikan secara independen bahwa seluruh video yang beredar tersebut direkam pada saat insiden yang dilaporkan terjadi pada 15 September 2026.

Ketegangan Saudi-Houthi Kembali Meningkat

Peristiwa terbaru ini terjadi ketika konflik antara Saudi dan kelompok Houthi kembali memasuki fase ketegangan tinggi.

Reuters melaporkan sejumlah serangan Houthi terhadap wilayah Saudi dalam periode terakhir, sementara Riyadh juga melakukan tindakan militer terhadap sasaran Houthi di Yaman. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa eskalasi konflik tidak hanya berdampak pada wilayah Yaman, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan kawasan Teluk dan jalur energi regional.

Bagi Mekkah, isu keamanan memiliki sensitivitas yang jauh lebih tinggi karena kota tersebut merupakan salah satu pusat keagamaan utama umat Islam dan menjadi tujuan jutaan jamaah setiap tahun.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi yang menunjukkan adanya korban atau kerusakan di Mekkah akibat insiden drone tersebut.

Sumber:

Reuters, Al Jazeera, Anadolu Agency dan laporan media Timur Tengah terkait pernyataan koalisi pimpinan Saudi serta bantahan pihak Houthi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *