Daerah

Listrik Bontang Masih Kerap Padam, Demo Jilid II Siap Kerahkan Massa Lebih Besar ke PLN!

×

Listrik Bontang Masih Kerap Padam, Demo Jilid II Siap Kerahkan Massa Lebih Besar ke PLN!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi demo jilid II di Kantor PLN Bontang terkait pemadaman listrik berulang.
Ilustrasi massa aksi demonstrasi di Kantor PLN UP3 Bontang menuntut penghentian pemadaman listrik berulang dan kejelasan kompensasi bagi warga. Ilustrasi AI.

BONTANG, PARAGRAFNEWS.CO – Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di Kota Bontang, Kalimantan Timur, memicu rencana aksi demonstrasi jilid II di Kantor PT PLN UP3 Bontang. Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, itu akan diikuti massa yang jauh lebih besar dibandingkan aksi sebelumnya.

Aksi tersebut direncanakan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA di Kantor PLN UP3 Bontang, Jalan MT Haryono. Massa hendak menagih komitmen PLN untuk menghentikan pemadaman bergilir yang sebelumnya menjadi tuntutan dalam demonstrasi pada September lalu.

Mengutip dari berbagai sumber, Ketua PHM Bontang, Udin Mulyono, menilai pemadaman yang kembali terjadi menunjukkan persoalan kelistrikan belum terselesaikan sesuai harapan masyarakat.

baca juga: Soroti Pemadaman Bergilir di Bontang, KPK Independen Desak PLN Transparan

Udin menyatakan pihaknya kecewa karena pemadaman masih berulang meskipun sebelumnya telah ada pembahasan mengenai penghentian pemadaman bergilir.

Janji Penghentian Pemadaman Kembali Dipertanyakan

Persoalan ini bermula dari demonstrasi yang digelar PHM bersama Forum Masyarakat Peduli Bontang dan sejumlah elemen masyarakat di Kantor PLN UP3 Bontang pada Kamis, 17 September 2026.

Dalam aksi tersebut, warga mendesak PLN menghentikan pemadaman bergilir paling lambat 1 Oktober 2026. Massa juga meminta penjelasan mengenai penyebab gangguan listrik dan kompensasi bagi pelanggan yang merasa dirugikan.

Namun, memasuki Oktober, pemadaman kembali terjadi di sejumlah wilayah Bontang. Kondisi tersebut memicu rencana aksi lanjutan untuk mempertanyakan realisasi tuntutan sebelumnya.

PHM ingin memperoleh kepastian bahwa pemadaman tidak terus berulang, sekaligus meminta pertanggungjawaban atas dampak yang dirasakan masyarakat.

Kompensasi Kerugian Warga Ikut Dituntut

Selain menyoroti keandalan pasokan listrik, massa juga berencana kembali menyuarakan tuntutan kompensasi atas kerugian yang mereka klaim timbul akibat pemadaman.

Gangguan listrik disebut berdampak pada kegiatan usaha, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengandalkan listrik untuk menyimpan bahan makanan maupun menjaga operasional peralatan usaha.

Warga juga menyoroti kemungkinan kerusakan peralatan elektronik akibat gangguan pasokan listrik yang berulang.

Dalam aksi sebelumnya, Forum Masyarakat Peduli Bontang turut menyampaikan rencana membuka posko pengaduan untuk menghimpun laporan kerugian masyarakat.

PHM menilai tuntutan kompensasi perlu mendapatkan penjelasan yang transparan, termasuk mekanisme pengajuan dan ketentuan yang berlaku bagi pelanggan terdampak.

Gangguan Listrik Ikut Berdampak pada Air Bersih

Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan pelanggan listrik. Distribusi air bersih juga menjadi perhatian karena operasional pompa yang digunakan untuk mengalirkan air bergantung pada pasokan listrik.

Udin menyebut gangguan tersebut menambah beban masyarakat yang harus menghadapi masalah listrik sekaligus terganggunya layanan air bersih.

Keluhan dari pelaku UMKM dan warga menjadi salah satu alasan PHM kembali menyiapkan aksi. Mereka menginginkan penyelesaian yang berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan sementara yang kemudian diikuti pemadaman kembali.

Massa Siapkan Aksi Jilid II

Untuk demonstrasi yang direncanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, PHM memperkirakan jumlah peserta mencapai 250 hingga 300 orang.

Sejumlah pemberitaan lokal juga menyebut massa berencana membawa telur busuk sebagai simbol kekecewaan, sebagaimana dilakukan dalam aksi sebelumnya. Rencana tersebut merupakan pernyataan pihak pengunjuk rasa dan belum berarti aksi telah berlangsung.

Hingga berita ini disusun, rencana demonstrasi masih dijadwalkan berlangsung pada tanggal tersebut.

Adapun mengenai tuntutan kompensasi, dalam aksi September lalu, pihak PLN menyatakan pemberian kompensasi mengikuti ketentuan yang berlaku. PLN juga pernah menjelaskan bahwa gangguan pada sejumlah pembangkit dalam sistem interkoneksi menyebabkan kekurangan pasokan listrik.

Belum ditemukan tanggapan terbaru dari PLN mengenai seluruh tuntutan yang akan kembali disampaikan PHM dalam demonstrasi jilid II.

Paragrafnews.co akan terus memantau perkembangan rencana aksi tersebut, termasuk tanggapan resmi PLN dan langkah yang disiapkan untuk mengatasi pemadaman listrik berulang di Kota Bontang.

red/kaje

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *