Rubrik

Mengenal Aki Lengser: Sejarah, Makna dan Tradisi Sunda yang Masih Lestari hingga Kini

×

Mengenal Aki Lengser: Sejarah, Makna dan Tradisi Sunda yang Masih Lestari hingga Kini

Sebarkan artikel ini

Aki Lengser atau Ki Lengser merupakan salah satu tokoh ikonik dalam kesenian dan tradisi Sunda. Sosoknya dikenal dalam prosesi mapag panganten, penyambutan tamu, hingga berbagai pertunjukan budaya Sunda. Lantas, apa sejarah dan makna Aki Lengser?

Abah Doyok dari Paguyuban Wargi Sunda Bontang-PWSB saat menjadi tokoh Ki Lengser pada Milad PWSB ke-5 / ist
Abah Doyok dari Paguyuban Wargi Sunda Bontang-PWSB saat menjadi tokoh Ki Lengser pada Milad PWSB ke-5 / ist

PARAGRAFNEWS.CO — Kekayaan budaya Sunda tidak hanya terlihat dari bahasa dan keseniannya, tetapi juga dari berbagai tradisi yang diwariskan lintas generasi. Salah satu yang masih dikenal hingga sekarang adalah Aki Lengser atau Ki Lengser.

Tokoh Aki Lengser sangat lekat dengan berbagai upacara adat Sunda, terutama dalam prosesi penyambutan pengantin atau yang dikenal sebagai mapag panganten.

Dengan karakter yang jenaka, ramah dan dekat dengan masyarakat, Aki Lengser mampu mencairkan suasana sekaligus membawa pesan budaya yang memiliki makna lebih dalam.

baca juga: Digelar Minggu 23 Juli  2023, Suryana Ajak Wargi Sunda Bontang Hadiri Milad PWSB ke-6

Tradisi tersebut tidak hanya berkembang di Jawa Barat. Masyarakat Sunda yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia juga ikut mempertahankannya, termasuk komunitas Sunda di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Salah satu contohnya adalah penampilan Abah Doyok dari Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB) yang pernah berperan sebagai tokoh Ki Lengser dalam kegiatan Milad PWSB ke-5.

Apa Itu Aki Lengser?

Aki Lengser adalah tokoh dalam seni pertunjukan tradisional Sunda yang dikenal sebagai figur penyambut, pengantar sekaligus penghibur dalam sebuah acara.

Dalam perkembangannya, Aki Lengser paling sering dijumpai dalam acara pernikahan adat Sunda, khususnya prosesi mapag panganten.

Kehadiran Aki Lengser biasanya menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan yang dapat melibatkan musik tradisional, tari, karawitan, serta bodoran atau humor khas Sunda.

Karakter tersebut membuat Aki Lengser tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap acara, tetapi juga menjadi penghubung antara tradisi dengan para tamu yang hadir.

Sejarah dan Peran Ki Lengser dalam Budaya Sunda

Dalam berbagai kisah dan penjelasan mengenai kebudayaan Sunda, sosok Ki Lengser kerap digambarkan sebagai figur yang memiliki kedekatan dengan lingkungan kerajaan atau penguasa tradisional.

Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat dan memiliki fungsi sebagai penyampai pesan maupun pendamping.

Namun, seiring perubahan zaman, peran tersebut mengalami perkembangan.

Jika dahulu figur Lengser banyak dikaitkan dengan lingkungan kerajaan, dalam pertunjukan Sunda modern ia lebih dikenal sebagai bagian dari upacara adat, penyambutan pengantin dan pertunjukan seni budaya.

Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana sebuah tradisi dapat beradaptasi tanpa harus kehilangan identitas budayanya.

Ciri-Ciri Aki Lengser

Sosok Aki Lengser mempunyai penampilan dan karakter yang cukup mudah dikenali.

Dalam pertunjukan tradisional, ia umumnya digambarkan sebagai seorang lelaki tua dengan pakaian khas Sunda. Penampilannya dapat dilengkapi kain atau sarung serta totopong, yaitu ikat kepala tradisional Sunda.

Namun, daya tarik Aki Lengser bukan hanya terletak pada pakaian.

Ia dikenal memiliki gaya bicara yang spontan, jenaka dan komunikatif. Tidak jarang Aki Lengser berinteraksi langsung dengan tamu sehingga suasana acara menjadi lebih akrab.

Karena itulah, Aki Lengser juga dikenal sebagai salah satu tokoh pencair suasana dalam acara adat Sunda.

Aki Lengser dalam Upacara Adat Sunda

Salah satu kemunculan Aki Lengser yang paling dikenal adalah dalam upacara adat pernikahan Sunda.

Dalam prosesi mapag panganten, Aki Lengser dapat tampil menyambut dan mengiringi pasangan pengantin dalam suasana yang meriah.

Pertunjukan tersebut biasanya dipadukan dengan berbagai kesenian Sunda. Musik tradisional, tarian dan humor menjadi bagian yang membuat prosesi terasa lebih hidup.

Kehadiran Aki Lengser sekaligus memberikan nuansa khas Sunda yang kuat dalam sebuah acara pernikahan.

Apa Makna Aki Lengser?

Di balik karakter jenaka dan penampilannya yang unik, Aki Lengser memiliki makna budaya yang lebih luas.

Sosok tersebut menggambarkan figur yang ramah, dekat dengan masyarakat, komunikatif dan mampu menciptakan suasana kekeluargaan.

Dalam konteks pertunjukan, humor yang dibawakan bukan sekadar untuk membuat penonton tertawa. Interaksi tersebut menjadi cara untuk membangun kedekatan antara pelaku seni dengan masyarakat.

Nilai-nilai sosial seperti keramahan, kebersamaan, penghormatan kepada tamu dan hubungan antarmanusia menjadi bagian yang dapat ditemukan dalam pertunjukan Aki Lengser.

Karena itu, makna Aki Lengser tidak berhenti pada hiburan, tetapi juga berkaitan dengan nilai sosial dan identitas budaya masyarakat Sunda.

Aki Lengser Tidak Hanya Ada di Acara Pernikahan

Meski identik dengan pernikahan adat Sunda, Aki Lengser tidak hanya ditampilkan dalam acara tersebut.

Dalam perkembangannya, tokoh ini dapat hadir dalam berbagai kegiatan budaya, penyambutan tamu kehormatan, kegiatan masyarakat, acara sekolah maupun pertunjukan kesenian.

Hal tersebut menjadi bukti bahwa kesenian tradisional dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.

Selama nilai dan identitas budayanya tetap dipertahankan, tradisi seperti Aki Lengser memiliki peluang untuk terus dikenal oleh generasi berikutnya.

Aki Lengser dan Budaya Sunda di Bontang

Pelestarian budaya Sunda juga berlangsung di luar wilayah Jawa Barat.

Di Kota Bontang, Kalimantan Timur, masyarakat Sunda yang tergabung dalam berbagai komunitas turut memperkenalkan dan mempertahankan kesenian Pasundan.

Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB) menjadi salah satu wadah masyarakat Sunda untuk berkumpul sekaligus mempererat hubungan sosial dan budaya.

Dalam dokumentasi kegiatan Milad PWSB ke-5, Abah Doyok tampil sebagai tokoh Ki Lengser dalam pertunjukan seni budaya Pasundan.

Penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa tradisi Aki Lengser tidak hanya hidup di tanah Sunda, tetapi juga dapat berkembang di tengah masyarakat Sunda yang berada di perantauan.

Mengapa Tradisi Aki Lengser Perlu Dilestarikan?

Perkembangan zaman membuat banyak kesenian tradisional menghadapi tantangan. Generasi muda semakin banyak berinteraksi dengan budaya populer dan teknologi digital.

Karena itu, pelestarian budaya Sunda dan upacara adat Sunda menjadi penting.

Aki Lengser dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan budaya tradisional kepada generasi muda karena pertunjukannya memiliki unsur humor, musik, tari dan interaksi langsung dengan penonton.

Tradisi tidak harus selalu ditampilkan dengan cara yang sama seperti masa lalu. Yang terpenting adalah nilai budaya dan pesan yang terkandung di dalamnya tetap dipahami dan diwariskan.

Aki Lengser, Tradisi Sunda yang Tetap Hidup

Aki Lengser bukan sekadar tokoh lucu dalam sebuah acara pernikahan. Ia merupakan bagian dari kekayaan seni pertunjukan dan tradisi masyarakat Sunda yang menyimpan nilai keramahan, kebersamaan dan penghormatan kepada sesama.

Dari Jawa Barat hingga komunitas Sunda di berbagai daerah, keberadaan Aki Lengser menunjukkan bahwa budaya dapat terus hidup ketika masyarakat bersedia mengenal, menggunakan dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Sunda di perantauan, termasuk di Bontang, mempertahankan kesenian seperti Aki Lengser juga menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan dengan akar budaya dan identitas leluhur.

Selama masih ada masyarakat yang mau mengenal dan melestarikannya, Aki Lengser akan tetap menjadi bagian dari cerita panjang budaya Sunda.

Red/Kaje

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *