Fakta Unik

Mengejutkan! Ada Tempat di Bumi yang Lebih Dingin dari Mars, Suhunya Tembus -89,2 Derajat Celsius

×

Mengejutkan! Ada Tempat di Bumi yang Lebih Dingin dari Mars, Suhunya Tembus -89,2 Derajat Celsius

Sebarkan artikel ini
tempat di bumi lebih dingin dari mars
Stasiun Vostok di Antarktika, lokasi tercatat sebagai tempat dengan suhu udara terendah yang pernah diukur langsung di permukaan Bumi, mencapai minus 89,2 derajat Celsius / Ilustrasi

Antartika – Mars selama ini dikenal sebagai planet dengan lingkungan ekstrem dan suhu yang sangat dingin. Namun, siapa sangka, Bumi ternyata memiliki lokasi yang suhunya lebih rendah dibandingkan suhu median permukaan planet merah tersebut.

Lokasi itu berada di Antartika, tepatnya di Stasiun Vostok. Pada 21 Juli 1983, wilayah tersebut mencatat suhu udara mencapai minus 89,2 derajat Celsius. Angka ini masih diakui sebagai rekor suhu udara terendah yang pernah diukur secara langsung di permukaan Bumi.

Mengutip catatan resmi World Meteorological Organization (WMO) dalam publikasi Records of Weather and Climate Extremes, suhu minus 89,2 derajat Celsius tercatat di Stasiun Vostok pada ketinggian sekitar 3.420 meter di atas permukaan laut.

Sementara itu, berdasarkan data NASA Science dalam publikasi Temperatures Across Our Solar System, suhu median permukaan Mars berada di sekitar minus 65 derajat Celsius. Artinya, suhu di Stasiun Vostok sekitar 24 derajat lebih rendah dibandingkan angka tersebut.

Fakta ini memperlihatkan bahwa salah satu tempat terdingin di Bumi ternyata mampu mengungguli dinginnya suhu median sebuah planet yang berjarak ratusan juta kilometer dari Matahari.

Rekor Suhu Terendah di Bumi, Vostok Mencapai -89,2 Derajat Celsius

Stasiun Vostok merupakan fasilitas penelitian Rusia yang berada di kawasan Dataran Tinggi Antartika Timur. Wilayah ini dikenal memiliki kondisi geografis dan iklim yang sangat ekstrem.

Mengutip catatan WMO, rekor suhu minus 89,2 derajat Celsius terjadi pada 21 Juli 1983. Pengukuran tersebut dilakukan menggunakan instrumen meteorologi di stasiun pengamatan, sehingga berbeda dengan pengukuran suhu permukaan melalui satelit.

Penjelasan lebih terperinci mengenai peristiwa tersebut dipublikasikan oleh John Turner dan sejumlah peneliti lainnya dalam jurnal Journal of Geophysical Research: Atmospheres pada 2009 melalui penelitian berjudul Record Low Surface Air Temperature at Vostok Station, Antarctica.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan menjelaskan bahwa suhu ekstrem tersebut terbentuk setelah kawasan Vostok mengalami penurunan suhu lebih dari 30 derajat dalam kurun waktu sekitar 10 hari.

Para peneliti mengidentifikasi sejumlah faktor yang berperan, mulai dari pusaran udara dingin di atmosfer, minimnya masuknya massa udara hangat, kecepatan angin permukaan yang rendah, hingga kondisi langit tanpa awan selama beberapa hari.

Kombinasi kondisi tersebut memungkinkan permukaan kehilangan panas melalui radiasi gelombang panjang ke atmosfer dan ruang angkasa.

NASA Ungkap Suhu Mars Bisa Mencapai -153 Derajat Celsius

Meski suhu Vostok lebih rendah dibandingkan suhu median Mars, bukan berarti seluruh wilayah Bumi lebih dingin daripada planet merah tersebut.

Mengutip NASA Science, suhu median permukaan Mars berada di sekitar minus 65 derajat Celsius. Namun, rentang suhu di planet tersebut sangat lebar, mulai dari sekitar 20 derajat Celsius hingga minus 153 derajat Celsius.

NASA menjelaskan bahwa atmosfer Mars yang sangat tipis membuat panas dari Matahari lebih mudah terlepas. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan suhu yang cukup drastis antara siang dan malam.

Dengan demikian, suhu ekstrem di kawasan kutub Mars masih jauh lebih dingin dibandingkan rekor yang pernah tercatat di Antartika.

Perbandingan ini perlu dipahami secara tepat. Stasiun Vostok memang lebih dingin daripada suhu median Mars, tetapi bukan lebih dingin daripada suhu terendah yang dapat terjadi di seluruh permukaan planet tersebut.

Satelit Temukan Suhu Permukaan Antartika hingga -98 Derajat Celsius

Rekor Vostok ternyata bukan satu-satunya fakta mengejutkan dari kawasan Antartika.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters pada 25 Juni 2018 dengan judul Ultralow Surface Temperatures in East Antarctica From Satellite Thermal Infrared Mapping: The Coldest Places on Earth mengungkap temuan yang lebih ekstrem.

Penelitian yang dipimpin Ted Scambos bersama sejumlah ilmuwan tersebut menggunakan pengamatan satelit untuk mengidentifikasi lokasi dengan suhu permukaan salju sangat rendah di Antartika Timur.

Dalam publikasi tersebut, para peneliti melaporkan sekitar 100 lokasi yang mengalami suhu permukaan salju mendekati minus 98 derajat Celsius selama musim dingin pada periode 2004 hingga 2016.

Namun, angka tersebut merupakan suhu permukaan salju yang dideteksi melalui pengamatan satelit, bukan hasil pengukuran langsung suhu udara menggunakan termometer di stasiun cuaca.

Para peneliti memperkirakan suhu udara pada ketinggian dua meter di lokasi tersebut dapat mencapai sekitar minus 94 derajat Celsius, dengan rentang ketidakpastian sekitar empat derajat.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kawasan pedalaman Antartika Timur menyimpan sejumlah titik dengan kondisi suhu yang bahkan lebih ekstrem daripada rekor pengukuran langsung di Stasiun Vostok.

Mengapa Antartika Bisa Menjadi Sangat Dingin?

Ada sejumlah faktor ilmiah yang menyebabkan kawasan pedalaman Antartika memiliki suhu ekstrem.

Mengutip penelitian John Turner dan tim yang diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research: Atmospheres pada 2009, kondisi atmosfer dan minimnya perpindahan massa udara hangat menjadi faktor penting dalam terbentuknya rekor suhu di Vostok.

Selain itu, terdapat beberapa kondisi geografis dan lingkungan yang memperkuat proses pendinginan.

1. Berada di ketinggian ribuan meter

Stasiun Vostok terletak sekitar 3.420 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut turut memengaruhi rendahnya suhu udara di kawasan itu.

2. Malam polar berlangsung berbulan-bulan

Selama musim dingin Antartika, Matahari tidak terbit dalam waktu yang panjang. Akibatnya, permukaan es tidak menerima energi panas dari sinar Matahari.

3. Udara sangat kering dan minim awan

Kandungan uap air yang rendah serta kondisi langit cerah membuat permukaan lebih mudah kehilangan panas melalui radiasi.

4. Jauh dari pengaruh laut

Kawasan pedalaman Antartika memiliki keterbatasan pengaruh udara hangat dari lautan. Akibatnya, suhu lebih mudah turun ketika massa udara dingin bertahan di wilayah tersebut.

5. Permukaan salju dan es memantulkan radiasi Matahari

Salju dan es memiliki kemampuan memantulkan sebagian besar radiasi Matahari. Fenomena ini dikenal sebagai albedo, sehingga energi panas yang diserap permukaan menjadi lebih sedikit.

Kombinasi faktor tersebut menjadikan Dataran Tinggi Antartika sebagai salah satu kawasan paling dingin di planet kita.

Stasiun Vostok, Laboratorium Penelitian di Tengah Es Ekstrem

Di balik suhu yang sangat rendah, Stasiun Vostok memiliki peran penting dalam penelitian ilmiah.

Fasilitas penelitian yang dioperasikan Rusia tersebut menjadi salah satu lokasi penting untuk mempelajari sejarah iklim Bumi melalui pengeboran inti es atau ice core.

Lapisan es yang terbentuk selama ribuan hingga ratusan ribu tahun menyimpan informasi mengenai kondisi atmosfer pada masa lalu.

Melalui analisis gelembung udara dan komposisi kimia di dalam inti es, para ilmuwan dapat mempelajari perubahan konsentrasi gas atmosfer serta dinamika iklim Bumi.

Kawasan ini juga terkenal karena keberadaan Danau Vostok, sebuah danau subglasial yang berada jauh di bawah lapisan es Antartika.

Penelitian terhadap lingkungan yang terisolasi tersebut turut memberikan peluang bagi ilmuwan untuk memahami bagaimana kehidupan mikroorganisme dapat bertahan dalam kondisi ekstrem.

Perbandingan Suhu Bumi dan Mars

Berdasarkan catatan WMO, data NASA, serta penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional, berikut gambaran perbandingan suhu kedua wilayah tersebut:

  • Stasiun Vostok, Bumi: minus 89,2 derajat Celsius, rekor suhu udara terendah yang diukur langsung.
  • Dataran Tinggi Antartika Timur: sekitar minus 98 derajat Celsius, suhu permukaan salju berdasarkan pengamatan satelit.
  • Mars: sekitar minus 65 derajat Celsius, suhu median permukaan berdasarkan NASA.
  • Mars pada kondisi terdingin: dapat mencapai sekitar minus 153 derajat Celsius.

Data tersebut menunjukkan bahwa Bumi memang memiliki kawasan yang lebih dingin dibandingkan suhu median Mars. Namun, Mars tetap memiliki wilayah dengan suhu yang jauh lebih rendah daripada Antartika.

Bumi Ternyata Menyimpan Lingkungan Ekstrem yang Luar Biasa

Fakta mengenai suhu ekstrem di Antartika menjadi pengingat bahwa Bumi bukan hanya planet dengan lingkungan yang mendukung kehidupan, tetapi juga memiliki kondisi alam yang sangat keras.

Dari gurun panas hingga hamparan es dengan suhu puluhan derajat di bawah nol, planet kita menyimpan berbagai lingkungan ekstrem yang terus menjadi objek penelitian ilmiah.

Antartika juga memiliki peran penting dalam sistem iklim global. Lapisan es di benua tersebut menyimpan sebagian besar cadangan air tawar dunia dalam bentuk beku.

Perubahan kondisi lapisan es dapat memberikan dampak besar terhadap permukaan laut dan keseimbangan iklim global.

Pada akhirnya, pertanyaan apakah ada tempat di Bumi yang lebih dingin daripada Mars memiliki jawaban: ya, jika yang dibandingkan adalah suhu median permukaan Mars.

Stasiun Vostok dengan rekor minus 89,2 derajat Celsius menjadi bukti bahwa planet kita memiliki lokasi dengan kondisi yang tidak kalah ekstrem dibandingkan lingkungan planet lain.

Jadi, ketika Mars dikenal sebagai planet merah yang dingin dan tandus, jangan lupakan bahwa di ujung selatan Bumi terdapat kawasan es yang suhunya mampu melampaui dinginnya suhu median planet tersebut.

Sumber Referensi:

  1. World Meteorological Organization (WMO) – Catatan rekor suhu udara terendah di Stasiun Vostok, Antartika. https://wmo.int/
  2. NASA Science – Informasi suhu permukaan dan kondisi iklim planet Mars. https://science.nasa.gov/mars/
  3. British Antarctic Survey – Penjelasan ilmiah mengenai rekor suhu ekstrem di Stasiun Vostok, Antartika. https://www.bas.ac.uk/
  4. Turner, J., et al. (2009). Record Low Surface Air Temperature at Vostok Station, Antarctica. Journal of Geophysical Research: Atmospheres.
  5. Scambos, T. A., et al. (2018). Ultralow Surface Temperatures in East Antarctica From Satellite Thermal Infrared Mapping: The Coldest Places on Earth. Geophysical Research Letters. https://doi.org/10.1029/2018GL078133

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *