News

Suara Dentuman Misterius Hebohkan Bandung Raya, BMKG Ungkap Fakta Terbaru

×

Suara Dentuman Misterius Hebohkan Bandung Raya, BMKG Ungkap Fakta Terbaru

Sebarkan artikel ini
Suara Dentuman Misterius di Bandung
Ilustrasi gambar gedung perkotaan suasana senja hari / Pexel

BANDUNG — Suara dentuman misterius menghebohkan warga Bandung Raya dan sejumlah wilayah di Jawa Barat pada Jumat malam, 4 September 2026 hingga Sabtu, 5 September 2026 dini hari.

Dentuman yang terdengar berulang tersebut membuat sebagian warga terkejut. Sejumlah laporan masyarakat menyebut suara terdengar seperti bunyi ledakan atau gemuruh dari kejauhan. Bahkan, beberapa warga mengaku merasakan getaran pada kaca, pintu, maupun bagian rumah.

baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Getaran Dirasakan Warga Pandeglang Banten

Fenomena tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Warga dari sejumlah wilayah Bandung dan sekitarnya saling bertanya mengenai sumber suara yang muncul pada tengah malam hingga dini hari.

BMKG Pastikan Bukan Gempa Bandung

Melansir dari berbagai sumber, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung telah melakukan pemantauan terhadap fenomena tersebut.

Dari hasil pemantauan data kegempaan, BMKG menyatakan tidak mendeteksi aktivitas gempa bumi di wilayah Bandung Raya yang dapat menjelaskan suara dentuman tersebut.

BMKG juga memeriksa sejumlah parameter lain, termasuk aktivitas petir, kondisi cuaca, medan magnet bumi, serta data seismogram.

Kondisi cuaca di Jawa Barat secara umum terpantau cerah. Aktivitas petir lokal di sekitar Bandung Raya juga dinilai tidak cukup signifikan untuk menjelaskan fenomena dentuman yang dilaporkan warga.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Ikut Disorot

Di tengah ramainya laporan mengenai dentuman, perhatian kemudian mengarah ke aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda.

Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami sejumlah aktivitas erupsi pada periode yang berdekatan dengan waktu munculnya suara dentuman. Data yang dikutip dari MAGMA Indonesia menunjukkan adanya beberapa kali erupsi pada 4 hingga 5 September 2026.

BMKG menyebut aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu kemungkinan yang masih dikaji.

Aktivitas erupsi dapat menghasilkan pelepasan energi dan gelombang tekanan di atmosfer. Dalam kondisi tertentu, gelombang tersebut dapat merambat cukup jauh dan menghasilkan suara dentuman yang dikenal sebagai skyquake.

Namun, BMKG belum menetapkan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebagai penyebab pasti suara yang terdengar di Bandung.

Warga Diminta Tidak Terburu-buru Menyimpulkan

Beragam dugaan bermunculan di media sosial setelah suara dentuman terdengar. Mulai dari gempa bumi, aktivitas gunung api, hingga aktivitas militer menjadi bahan pembicaraan warganet.

Akan tetapi, masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai informasi yang belum mendapatkan konfirmasi resmi.

BMKG masih melakukan analisis terhadap berbagai parameter untuk mengetahui sumber sebenarnya dari fenomena tersebut. Analisis tersebut mencakup data aktivitas erupsi, kondisi atmosfer, arah dan kecepatan angin, karakteristik propagasi gelombang suara, data seismogram, serta kondisi medan magnet bumi.

Dengan demikian, hingga saat ini belum ada bukti bahwa suara dentuman tersebut disebabkan oleh gempa bumi di Bandung Raya. Sementara kemungkinan adanya hubungan dengan aktivitas atmosfer di sekitar Gunung Anak Krakatau masih membutuhkan kajian lebih lanjut.

Fenomena ini pun masih menjadi perhatian warga Bandung Raya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengandalkan informasi dari BMKG serta instansi berwenang apabila muncul perkembangan terbaru.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *