DaerahNews

Pemkot Bontang Gelar Salat Istisqa, Berdoa Memohon Hujan di Tengah Musim Kemarau

×

Pemkot Bontang Gelar Salat Istisqa, Berdoa Memohon Hujan di Tengah Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Salat Istisqa Bontang
Suasana Salat Istisqa dan doa bersama di Stadion Bessai Berinta atau Lapangan Lang-Lang, Sabtu (5/9/2026) pagi / ist

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama ratusan masyarakat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ulama, serta jajaran aparatur sipil negara (ASN) menggelar Salat Istisqa dan doa bersama di Stadion Bessai Berinta atau Lapangan Lang-Lang, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi ikhtiar bersama di tengah kondisi musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah. Masyarakat diajak memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi Kota Bontang serta masyarakatnya.

baca juga: Karhutla di Indonesia Makin Meluas, dari Musim Kering hingga Kabut Asap Lintas Negara

Suasana khidmat terasa sejak pagi. Ratusan warga berkumpul dan mengikuti rangkaian Salat Istisqa yang dilanjutkan dengan doa bersama.

Wali Kota Bontang Ingatkan Ancaman Karhutla

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan kondisi musim kemarau tidak cukup dihadapi hanya dengan doa, tetapi juga membutuhkan langkah nyata dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat meningkat selama musim kering.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, hingga Agustus 2026 tercatat 196 kejadian karhutla dengan luas mencapai 388,8 hektare di Kalimantan Timur.

Kondisi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak lengah dan turut mengambil peran dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Selain ancaman karhutla, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak. Penghematan air menjadi penting mengingat ketersediaan sumber daya air dapat tertekan ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

MUI Ajak Masyarakat Muhasabah dan Jaga Alam

Pesan serupa disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang, KH. Misbahul Munir, dalam khotbahnya.

Ia mengajak masyarakat melakukan muhasabah diri sekaligus mengingat kembali tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Menjaga lingkungan, menurutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat tidak hanya diminta memohon turunnya hujan, tetapi juga menjaga alam agar tetap lestari.

Dari Doa hingga Aksi Nyata

Salat Istisqa menjadi momentum bagi masyarakat Bontang untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin menghadapi musim kemarau.

Masyarakat diimbau memperbanyak istigfar dan doa, sekaligus melakukan langkah konkret seperti menghemat penggunaan air, tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah bahwa menghadapi musim kemarau membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah hadir, masyarakat bergerak. Doa dipanjatkan, ikhtiar dilakukan. Bersama-sama, masyarakat Bontang diharapkan mampu menjaga lingkungan sekaligus menghadapi dampak musim kemarau dengan lebih waspada.

kaje

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *