JAKARTA, PARAGRAFNEWS.CO – Nama Andrea Bocelli menjadi sorotan setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi tenor asal Italia tersebut di Indonesia. MUI menilai rekam jejak Bocelli terkait sejumlah kegiatan di Israel perlu menjadi pertimbangan pemerintah sebelum mengizinkan penyelenggaraan konsernya.
Penolakan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, pada Sabtu (10/10/2026). MUI menyoroti keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana untuk Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.
Namun, untuk memahami polemik ini secara utuh, penting melihat siapa Andrea Bocelli, bagaimana perjalanan kariernya, dan apa saja rekam jejaknya yang menjadi dasar sorotan MUI.
artikel terkait:
MUI Desak Pemerintah Batalkan Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Ini Alasannya
Siapa Andrea Bocelli?
Andrea Bocelli merupakan penyanyi tenor asal Italia yang dikenal luas melalui perpaduan musik klasik, opera, dan pop. Ia lahir di Lajatico, wilayah Tuscany, Italia, pada 22 September 1958.
Namanya mulai dikenal secara luas setelah memenangkan kategori pendatang baru dalam Festival Musik Sanremo pada 1994 melalui lagu Il mare calmo della sera.
Kariernya berkembang menjadi salah satu nama besar dalam musik klasik populer internasional. Album Romanza, yang dirilis pada 1997, turut memperluas popularitasnya di berbagai negara melalui lagu-lagu seperti Con te partirò dan versi duet berbahasa Inggrisnya, Time to Say Goodbye.
Berdasarkan biografi di situs resminya, Bocelli telah menjual lebih dari 90 juta album sepanjang kariernya. Ia juga memperoleh sejumlah nominasi Grammy dan Latin Grammy serta tampil dalam berbagai acara internasional.
Di luar dunia musik, Bocelli mendirikan Andrea Bocelli Foundation pada 2011. Yayasan tersebut menjalankan berbagai program sosial, termasuk bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan reputasi internasional tersebut, konser Bocelli menjadi agenda musik yang memiliki daya tarik bagi penonton lintas negara.
Keterkaitan Andrea Bocelli dengan Israel
Sorotan terhadap Bocelli bukan semata-mata karena rencana konsernya di Indonesia. MUI merujuk pada sejumlah kegiatan dan penampilan sang penyanyi yang berkaitan dengan Israel.
Berikut beberapa peristiwa yang menjadi perhatian.
1. Tampil dalam penggalangan dana untuk Friends of the Israel Defense Forces pada 2010
Salah satu peristiwa yang disoroti adalah keikutsertaan Bocelli dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada Desember 2010.
FIDF merupakan organisasi yang menghimpun dukungan bagi anggota militer Israel dan menjalankan berbagai program bantuan bagi mereka.
Laporan The New Arab pada Oktober 2026 menyebut Bocelli tampil dalam program musik acara penggalangan dana tersebut. Acara itu dilaporkan berhasil menghimpun sekitar US$8,75 juta untuk mendukung kegiatan organisasi tersebut.
Peristiwa ini menjadi salah satu dasar utama penolakan MUI terhadap rencana konser Bocelli di Indonesia.
Dalam pernyataannya, MUI menilai keterlibatan dalam kegiatan penggalangan dana yang ditujukan untuk mendukung militer Israel merupakan persoalan serius, terutama di tengah konflik Israel-Palestina.
Meski demikian, fakta bahwa Bocelli tampil dalam acara penggalangan dana tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan mengenai pandangan politik pribadinya. Penampilan dalam sebuah acara tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh sikap politik seseorang, dan belum ditemukan pernyataan langsung Bocelli yang secara khusus menjelaskan posisinya mengenai konflik Gaza dalam sumber yang dirujuk untuk artikel ini.
2. Menggelar konser di Tel Aviv pada 2022
Rekam jejak lain yang menjadi sorotan adalah konser Bocelli di Bloomfield Stadium, Tel Aviv, pada 8 Juni 2022.
Media Israel, The Jerusalem Post, memberitakan rencana pertunjukan tersebut pada Maret 2022. Konser itu melibatkan Israel Philharmonic Orchestra dan Gary Bertini Choir, bersama sejumlah tamu undangan.
Bocelli juga pernah tampil di Israel pada 2011, termasuk dalam konser di Masada bersama musisi dan kelompok musik setempat.
Bagi MUI, rangkaian penampilan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang perlu diperhitungkan dalam menilai kelayakan penyelenggaraan konsernya di Indonesia.
Namun, secara jurnalistik, fakta bahwa seorang musisi tampil di Israel tidak otomatis membuktikan bahwa ia mendukung seluruh kebijakan pemerintah Israel. Penilaian mengenai sikap politik Bocelli perlu didasarkan pada bukti yang lebih spesifik, termasuk pernyataan langsung atau keterlibatan yang dapat diverifikasi.
3. Bertemu sejumlah tokoh Israel
Laporan The New Arab juga menyebut Bocelli pernah bertemu mantan Presiden Israel Shimon Peres serta mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kunjungannya ke Israel.
Pertemuan dengan tokoh politik tersebut turut menjadi bagian dari rekam jejak yang diperbincangkan dalam polemik terbaru.
Meski demikian, pertemuan dengan seorang pejabat atau tokoh politik tidak dengan sendirinya membuktikan dukungan terhadap seluruh kebijakan yang dijalankan tokoh tersebut.
Karena itu, informasi mengenai pertemuan tersebut perlu disajikan sebagai fakta historis, bukan sebagai bukti tunggal untuk menetapkan ideologi atau afiliasi politik seseorang.
Mengapa MUI Menyebut Andrea Bocelli Pro-Zionis?
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai rekam jejak Bocelli berkaitan dengan dukungan terhadap Israel perlu menjadi pertimbangan serius pemerintah Indonesia.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan MUI Digital pada 10 Oktober 2026, Sudarnoto mendesak pemerintah membatalkan rencana konser Bocelli. Ia mengaitkan tuntutan tersebut dengan sikap Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan.
MUI juga merujuk pada fatwa mengenai larangan mendukung Israel dan pihak-pihak yang dinilai mendukung penjajahan terhadap rakyat Palestina.
Dari sudut pandang MUI, penyelenggaraan konser bukan hanya persoalan hiburan, pariwisata, atau pemasukan ekonomi. Lembaga tersebut menilai pemerintah perlu mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan konsistensi sikap politik luar negeri Indonesia.
Meski demikian, istilah “pro-Zionis” dalam polemik ini merupakan penilaian yang disampaikan MUI. Artikel ini tidak menyimpulkan bahwa Bocelli secara pribadi menganut ideologi Zionisme tanpa bukti langsung yang secara jelas mendukung kesimpulan tersebut.
Pembedaan ini penting agar publik dapat menilai fakta yang tersedia sekaligus memahami alasan penolakan yang disampaikan MUI.
Konser Andrea Bocelli di Indonesia Dijadwalkan Oktober dan November 2026
Di tengah polemik tersebut, situs resmi Andrea Bocelli masih mencantumkan dua jadwal konser di Indonesia dalam rangka Romanza 30th Anniversary World Tour.
Pertunjukan pertama dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026. Sementara itu, konser kedua dijadwalkan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Rencana tersebut menjadi perhatian karena konser Bocelli melibatkan nama besar di industri musik internasional dan berpotensi menarik penonton dari berbagai daerah maupun negara.
Namun, hingga informasi yang dirujuk dalam artikel ini disusun, jadwal tersebut masih tercantum di situs resmi sang penyanyi. Desakan MUI tidak dapat disamakan dengan keputusan pembatalan resmi.
Status akhir penyelenggaraan konser perlu dikonfirmasi melalui pemerintah dan pihak penyelenggara.
Polemik Masih Menunggu Sikap Pemerintah
Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli memperlihatkan perdebatan mengenai hubungan antara kegiatan seni, kepentingan ekonomi, dan sikap kemanusiaan dalam konflik internasional.
Di satu sisi, konser internasional dapat menjadi bagian dari promosi pariwisata dan industri hiburan. Di sisi lain, MUI meminta pemerintah mempertimbangkan rekam jejak figur yang diundang, terutama ketika terdapat kegiatan yang dinilai berkaitan dengan dukungan terhadap militer Israel.
Perkembangan selanjutnya bergantung pada keputusan pemerintah dan tanggapan penyelenggara terhadap desakan tersebut.
Bagi publik, informasi mengenai rekam jejak Bocelli, alasan penolakan MUI, serta status resmi konser menjadi tiga hal penting yang perlu dibedakan agar polemik ini dapat dipahami secara utuh.
Sumber: Situs resmi Andrea Bocelli, Andrea Bocelli Foundation, The Jerusalem Post, The New Arab, dan MUI Digital.