Merespons situasi mendesak di Palestina, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan dunia internasional perlu memastikan rencana ke depan untuk Gaza. Khususnya, dalam upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono pada Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) OKI, Jumat (7/3/2025) di Jeddah, Arab Saudi, seperti dilansir RRI. Pertemuan dihadiri oleh 46 negara anggota OKI yang sebagian besar merupakan para Menteri Luar Negeri.
Menlu Sugiono menegaskan kembali posisi Indonesia yang mengecam dan menolak dengan keras segala bentuk upaya pemindahan paksa warga Palestina, dengan dalih apapun. Ia mengharapkan OKI dapat memainkan peran pentingnya dalam memastikan upaya rekonstruksi Palestina benar-benar sesuai dengan kepentingan rakyat Palestina.
Terkait hal ini, Menlu menyampaikan dukungan Indonesia terhadap Deklarasi Kairo yang baru saja disepakati negara-negara Arab di Kairo (4/3/2025). Ia juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menempatkan pasukan perdamaian di Gaza, jika ada keputusan dan mandat dari PBB.
Sementara, OKI dan dunia internasional didesak untuk terus memperkuat solusi dua negara. Solusi dua negara saat ini mulai mendapatkan banyak dukungan dari dunia internasional.
“Solidaritas dan kesatuan untuk Palestina menjadi sebuah keharusan. Isu Palestina harus menyatukan kita, bukan memecah kita,” ucap Menlu RI menegaskan.
Konferensi menyepakati dua resolusi, yaitu Resolusi mengenai Situasi Palestina yang memuat dukungan bagi proses rekonstruksi Gaza. Serta, Resolusi mengenai pemulihan keanggotaan Suriah di OKI yang sebelumnya dibekukan sejak 2012. (**)