Rendang khas Sumatera Barat memiliki cita rasa legendaris yang tak perlu Anda ragukan lagi. Kombinasi rasa gurih, pedas, manis dan legit mampu membuat orang-orang yang menyantap seolah tak ingin berhenti menikmatinya.
Bahkan saking lezatnya, kuliner Nusantara ini dinobatkan sebagai makanan paling enak sedunia! Gelar yang cukup membanggakan dan turut mendongkrak nama Indonesia di mata dunia, sebagai negara yang begitu kaya.

Asal Usul Rendang Khas Sumatera Barat
Sama dengan makanan nusantara lainnya, rendang memiliki sejarah perjalanan panjang sebelum populer seperti sekarang. Melansir dari berbagai sumber, penamaan “Rendang” memiliki makna tersendiri. Istilah tersebut berasal dari pelafalan masyarakat Minang “Randang” atau “Marandang” yang artinya “Lambat”.
Hal ini mengacu pada proses pengolahan rendang yang memakan waktu lambat atau lama. Mengingat penggunaan apinya sangat kecil. Menariknya, zaman dahulu masyarakat memasak rendang dengan daging kerbau. Bukan sapi maupun ayam. Namun karena keberadaan kerbau lambat laun menjadi langka, maka dagingnya diganti dengan sapi.
Penjabaran asal mula resep rendang khas Sumatera Barat pun sedikit sulit. Pasalnya, banyak sumber menyebutkan jika resep pertama kali tidak dapat mereka telusuri secara pasti. Namun yang jelas, resep leluhur ini berasal dari nenek moyang di Daerah Minangkabau.
Sebagian pihak berpendapat jika bumbu rendang mempunyai pengaruh dari luar negeri. Seperti Negara India dan Arab yang dahulu kala masuk ke Minangkabau untuk berdagang. Mengingat pada abad ke-15 Daerah Minangkabau menjadi pusat perdagangan rempah-rempah negara-negara di dunia.
Proses Penyebaran Rendang ke Seluruh Penjuru
Popularitas rendang dari Nusantara ke dunia berawal pada abad ke-16. Tepat ketika orang-orang Minang merantau ke sejumlah wilayah di Sumatera hingga ke luar negeri. Mereka sengaja membawa daging rendang untuk bekal selama perjalanan.
Sejak saat itulah rendang kian melejit dan memiliki banyak penggemar di seluruh penjuru. Keberadaan rumah makan khas Minang atau lebih populer dengan “Rumah Makan Padang”, membuat perkembangan rendang semakin pesat. Sehingga mampu menarik minat masyarakat sampai sekarang.
Fakta-Fakta Menarik Tentang Rendang
Tepat pada tahun 2011, CNN International melalui survei menetapkan rendang sebagai salah satu World’s 50 Delicious Food. Bahkan menduduki peringkat pertama mengalahkan sejumlah makanan dari negara lain.
Seperti Sushi, pasta, Tom Yum, hingga kelezatan nasi goreng yang lebih dahulu populer di luar negeri. Sementara itu, di tahun 2013 rendang khas Sumatera Barat resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda, yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Di balik ketenarannya sebagai kuliner terenak, rendang ternyata memiliki fakta-fakta menarik seperti berikut ini.
1. Bahan Baku Pembentuknya Penuh dengan Filosofi
Bahan baku untuk membuat rendang terdiri atas daging sapi, santan, cabai sebagai perasa pedas, dan rempah-rempah pilihan. Uniknya, semua bahan tersebut memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Minang.
Daging sapi menjadi lambang Niniak Mamak, yakni sebutan untuk para pemimpin suku. Kelapa atau dalam Bahasa Minang Karambia merujuk pada Cadiak Pandai yaitu kaum terpelajar. Sementara cabai atau lada menggambarkan para tokoh agama. Terakhir pemasak atau bumbu menjadi simbol seluruh masyarakat Minangkabau.
Kelezatan rendang yang kaya akan rempah-rempah, masih memiliki pengaruh cita rasa kuliner khas India. Seperti telah tertera sebelumnya, jika Daerah Minangkabau menjadi pusat perdagangan rempah-rempah bagi negara-negara seperti Gujarat dan India. Sehingga cukup wajar jika pengaruh kebudayaan negara tersebut masih melekat kuat.
2. Kuliner Khas Bangsawan
Kepopuleran rendang khas Sumatera Barat telah ada sejak zaman kerajaan. Bahkan, kuliner ini menjadi salah satu makanan wajib para bangsawan ketika sedang berkelana. Pasalnya, rendang memiliki daya tahan cukup lama. Sehingga sangat aman untuk digunakan sebagai bekal perjalanan mereka.
Jika masyarakat mengolahnya hingga kering, maka ketahanan rendang bisa mencapai berminggu-minggu dalam suhu normal. Bahkan kabarnya, semakin lama proses penyimpanan rendang, maka cita rasa yang keluar akan lebih nikmat.
3. Proses Memasak Butuh Waktu Berjam-Jam
Perlu Anda ketahui, memasak rendang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Setidaknya satu panci rendang perlu 4 hingga 8 jam sampai benar-benar matang. Tujuannya tentu untuk menghasilkan tekstur daging yang tidak alot, dan seluruh bumbunya bisa meresap.
Dalam kurun waktu yang lama itu, rendang akan melalui 3 fase pengolahan. Pertama yakni gulai, atau pemasakan dengan kuah santan yang masih cair. Selanjutnya fase kalio, ketika kuah santan mulai mengental. Terakhir, barulah daging menjadi rendang, tepat ketika semua kuahnya sudah mengering.
Karena proses memasaknya sangat lama, sebagian besar masyarakat lebih memilih membeli rendang siap makan. Terlebih, orang-orang biasa belum tentu mampu menghasilkan cita rasa rendang seperti khas daerah asalnya.
4. Semua Bahan Baku Selalu Fresh
Bagi masyarakat Minangkabau, proses menghasilkan cita rasa rendang yang lezat tak lepas dari penggunaan kesegaran bahan baku. Sehingga unsur ini selalu mereka perhatikan, demi menjaga rasa gurih dan legit pada rendang khas Sumatera Barat.
Nah, itulah ulasan sejarah dan fakta-fakta menarik tentang rendang khas Sumatera Barat. Kuliner nusantara yang dinobatkan sebagai makanan paling enak di dunia. Semoga informasi ini bermanfaat!