PARAGRAFNEWS.CO — Polisi di Ujjain, Madhya Pradesh, India, menahan seorang aghori transgender bernama Kali alias Kalinandi Giri setelah video yang memperlihatkan dugaan tindakan terhadap jenazah di kawasan krematorium Chark Tirth menjadi viral di media sosial.
Kasus tersebut kemudian ditangani Kepolisian Jivajiganj. Polisi menerima laporan terkait video yang beredar dan menyatakan telah melakukan tindakan hukum terhadap orang yang disebut dalam laporan sebagai Kali alias Kalinandi Giri.
Video dari krematorium Ujjain viral di media sosial
Peristiwa ini bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial. Dalam video tersebut, seorang yang disebut sebagai aghori terlihat berada di dekat jenazah yang sedang menjalani proses kremasi.
Video itu kemudian menyebar dan memicu perhatian publik. Isi video menjadi dasar laporan kepada kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kepolisian tidak hanya memeriksa rekaman yang beredar, tetapi juga menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh warga terkait dugaan tindakan terhadap jenazah tersebut.
Polisi menerima laporan dan menetapkan penanganan hukum
Menurut laporan media India, seorang warga bernama Vishnunath melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jivajiganj pada 30 Agustus 2026.
Setelah menerima laporan dan memeriksa video yang beredar, polisi mendaftarkan perkara terhadap Kali alias Kalinandi Giri menggunakan Pasal 301 Bharatiya Nyaya Sanhita (BNS), sebagaimana diberitakan media setempat.
Polisi kemudian mengamankan yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Identitas orang yang diamankan
Media India menyebut orang yang diamankan bernama Kali alias Kalinandi Giri. Ia disebut sebagai seorang aghori transgender yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan krematorium tersebut.
Namun, sejumlah detail mengenai latar belakang dan aktivitasnya tetap perlu ditempatkan sebagai informasi yang berasal dari pemberitaan media setempat, bukan sebagai kesimpulan independen Paragrafnews.co.
Muncul tuntutan peningkatan keamanan krematorium
Kasus tersebut juga memunculkan perhatian terhadap keamanan di Chark Tirth crematorium, salah satu lokasi kremasi di Ujjain.
Media India melaporkan adanya keberatan dari sebagian masyarakat dan kalangan pemuka agama yang menilai pengawasan di lokasi kremasi perlu diperhatikan, terutama karena keluarga korban biasanya datang untuk menjalankan prosesi dan mengambil abu maupun sisa kremasi setelah upacara selesai.
Perkembangan berikutnya menunjukkan kasus tersebut tidak berhenti pada penahanan. Pada 3 September 2026, media India melaporkan adanya tuntutan agar Kali Nand Giri dikeluarkan dari wilayah Ujjain setelah kontroversi video tersebut.
Polisi masih melakukan penyelidikan
Kepolisian Jivajiganj menyatakan proses hukum masih berjalan. Polisi juga memeriksa video yang beredar serta sejumlah fakta lain untuk mendalami perkara tersebut.
Dengan demikian, informasi mengenai dugaan tindakan terhadap jenazah dalam video perlu dibaca berdasarkan proses penyelidikan dan keterangan resmi kepolisian. Video viral di media sosial tidak dengan sendirinya menjadi bukti final mengenai seluruh rangkaian peristiwa.
Sumber: Amar Ujala dan pemberitaan media India yang mengutip keterangan Kepolisian Jivajiganj, Ujjain.