DPRD Bontang

Pekan Ini BKSDA Akan Relokasi 3 Buaya Guntung, Dewan : Demi Keselamatan Warga

×

Pekan Ini BKSDA Akan Relokasi 3 Buaya Guntung, Dewan : Demi Keselamatan Warga

Sebarkan artikel ini
BKSDA Relokasi 3 Buaya Guntung
Upaya relokasi ini pun mendapat dukungan penuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim akan melakukan relokasi buaya Guntung yang kerap masuk ke pemukiman warga pada Minggu ini.

Baca juga: BW Apresiasi Pembangunan Lift di Pasar Tamrin Akhirnya Terealisasi

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong BKSDA Kaltim Suriawati Halim. Dirinya mengatakan, upaya relokasi ini akan difokuskan terhadap 3 buaya berukuran besar yang mengancam keselamatan warga Guntung. Terlebih kejadian warga diterkam buaya kerap terjadi.

“Yang satu sudah kami evakuasi ukurannya 3 meter. Nah yang 3 buaya lainnya masih akan kami pantau dan nantinya akan kami pindahkan ke lembaga konservasi milik BKSDA Kaltim,” ujarnya, Selasa (12/9/2023).

Pihaknya pun saat ini tengah mempersiapkan segala peralatan dan juga personel untuk melakukan proses evakuasi buaya. Setelah itu akan dilakukan pemantauan selama 7 hari mulai pekan ini.

“Karena buaya yang menjadi target kami itu berukuran cukup besar. Kisaran 4 meter lebih. Jadi semuanya harus kita siapkan mulai dari peralatan dan personelnya. Nggak bisa ujuk-ujuk langsung kita tangkap,” terangnya.

Upaya relokasi ini pun mendapat dukungan penuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang. Menurut Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris sapaan akrabnya mengatakan, langkah mengevakuasi buaya yang masuk ke pemukiman warga ini merupakan langkah yang paling tepat dilakukan. Apalagi sebagian besar masyarakat Guntung yang beraktivitas melaut sangat rentan terhadap terkaman buaya.

Ha ini Ia ungkapkan usai seusai mengunjungi korban terkaman buaya beberapa waktu lalu, dan dipertegas dalam rapat dengar pendapat bersama instansi terkait diantaranya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bidang rescue, Dinas Komunikasi dan informatika dan juga aparat pemerintahan Lurah Guntung, Bhabinkamtibmas dan lainnya,

“Tujuan rapat ini untuk menindaklanjuti masalah buaya yang mulai meresahkan ini. Dan kami mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang akan diambil pemerintah terkait relokasi. Pokoknya itu sudah langkah paling tepat. kami tidak ingin ada lagi kejadian masyarakat diterkam buaya. keselamatan jiwa manusia adalah yang paling utama. Sekarang tidak lagi bicara buaya riska, buaya ompong, pokoknya semua buaya yang masuk di pemukiman akan di relokasi,” ujarnya, Selasa (12/9/2023).

Selain itu, diungkapkan AH, langkah cepat relokasi ini perlu segera dilakukan untuk menghindari gejolak konflik antar warga yang berbeda pendapat. Sebab menurutnya, Masalah ini (relokasi) banyak yang pro dan kontra. Sehingga, jika tidak cepat segera ditangani justru akan merembet ke masalah lain.

“Tidak akan selesai-selesai kalau perdebatan perbedaan pendapat terus. Makanya yang paling tepat segera relokasi saja. Kami tidak ingin ada gejolak. Semoga ini solusi terbaik,” terangnya.

Diakhir, Politikus Partai Gerindra ini juga meminta agar Pemkot Bontang segera memasang plang peringatan kepada warga untuk tidak membuang sampah terutama sampah makanan di area sungai dan tidak memberi makan buaya di sungai dekat pemukiman.

“Karena memancing buaya datang ke pemukiman. Itu juga ternyata jadi pemicu buaya datang. Makanya ini juga harus segera dibuat papan plang peringatan, kalau mau kasih makan atau apa terserah yang jelas jauh-jauh dari pemukiman,” tandasnya.

(adv/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *