DPRD Bontang

Komisi I DPRD Bontang, M Irfan: Minta Pihak Disnaker dan Perusahaan Saling Kerjasama

×

Komisi I DPRD Bontang, M Irfan: Minta Pihak Disnaker dan Perusahaan Saling Kerjasama

Sebarkan artikel ini
DPRD Bontang Irfan
Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Muhammad Irfan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Ketua Ikatan Welder, Ketua Scafholder Bontang, Ketua Rigger Bontang, Serikat Pekerja, serta Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Senin 10/11/2020 (Ist)

Bontang – Paragrafnews.com: Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Muhammad Irfan menuturkan, bukan hanya komitmen Perusahaan yang diperlukan dalam mengatasi permasalahan tenaga kerja. Namun, keterlibatan peran dari Dinas Ketenagakerjaan juga sangatlah penting.

Hal ini Ia sampaikan, saat ditemui awak media, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Ketua Ikatan Welder, Ketua Scafholder Bontang, Ketua Rigger Bontang, Serikat Pekerja, serta Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Senin (10/11) pagi.

“Kami meminta kepada Dinas Ketenagakerjaan juga selalu berkoordinasi dan bersosialisasi kepada para perusahaan serta stakeholder yang ada, salah satunya di Pupuk Kaltim, ayok setiap ada rekruitmen paling tidak jangan lewat belakang, tapi melalui instansi tenaga kerja. Harus selalu diingatkan,” tuturnya.

Ia juga menyoroti berbagai permasalahan rekrutmen tenaga kerja yang pernah terjadi pada saat proyek PT KAN akan dimulai. Tentunya kedepan, Menurutnya itu harus dijadikan sebuah pelajaran. Sebab, masih banyak yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

“Dari ketidaksesuaian tadi itu, kita harus evaluasi agar lebih baik lagi. Sehingga disaat membutuhkan tenaga kerja, bisa terlaksana dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada,” imbuhnya.

Tak hanya itu saja, Ia juga sangat menyayangkan sikap perusahaan PKT yang ketika ingin mencari tenaga kerja harus bersertifikasi. Namun nyatanya, perusahaan tersebut tidak memberikan sertifikasi tenaga ahli bagi tenaga kerja.

“Seperti tadi kami baru mengetahui PKT tidak melakukan suatu sertifikasi. Akan tetapi setiap ada permintaan tenaga kerja baik itu tenaga TA atau apapun, mereka selalu diminta sertifikasi. Sedangkan disitulah kelemahan-kelemahan, karena yang bisa melakukan sertifikasi adalah perusahaan. Dan sejauh ini hanya PT Badak yang baru bisa melakukan sertifikasi,” jelasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun sangat mengharapkan, secara tegas pentingnya kaloborasi yang baik antara Disnaker terkhusus Perusahaan untuk memfasilitasi seluruh tenaga kerja Bontang. Sehingga keseluruhan dapat terpenuhi dengan baik.

“Harapan kami, ayo baik itu perusahaan PKT ataupun seluruh stakeholder yang ada di PKT, juga Disnaker untuk memohon memberikan fasilitasi kepada seluruh tenaga kerja kita, sehingga kedepan tenaga kerja kita bisa terpenuhi,” pungkasnya. (ltp/kaje).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *