DPRD Bontang

BBM Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemkot Buat Terobosan untuk Mengurai Antrean di SPBU

×

BBM Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemkot Buat Terobosan untuk Mengurai Antrean di SPBU

Sebarkan artikel ini
(tengah) Ketua DPRD Bontang Andy Faisal Sofyan Hasdam saat Rapat PARIPURNA Ke 2 Masa Sidang 1 DPRD Kota Bontang Tahun 2022 / dok. Andy Faisal Sofyan Hasdam

Presiden Joko Widodo resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Kenaikkan ini pun turut disoroti lembaga legislatif, diantaranya Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Menurutnya, kenaikan BBM tersebut semestinya harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan di setiap SPBU khususnya di Bontang, sebagai upaya mengurai antrean panjang.

Ia pun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sebagai lembaga eksekutif agar membuat langkah strategis, sehingga antrean panjang di SPBU tidak semakin mengular, akibat kelangkaan solar dan pertalite.

“Harusnya pemerintah bisa punya terobosan dan keberanian untuk memastikan siapa yang layak dapat BBM subsidi dan tidak,” ujar Andi Faiz, Kamis (8/9/2022).

Selain itu, politisi Partai Golkar ini juga mengungkapkan, perlu ketegasan pemerintah dalam mengatur jenis kendaraan apa saja yang layak mendapat BBM subsidi atau non subsidi. Begitupun dalam mengatur kendaraan berdasarkan pendapatan atau gaji.

“Jadi untuk menentukan siapa yang layak dapat BBM subsidi, diatur sesuai dengan penghasilan atau gaji,” timpalnya.

Sehingga, hal ini dinilai Faiz sebagai solusi mengurai kelangkaan BBM dan mengurai kemacetan.

“Minimal pemerintah mampu tegas di lapangan. Saya rasa itu cukup membantu sebagai jalan keluar. Tapi kalau belum ada langkah tegas dari Pemerintah Kota Bontang maka selama itu juga hasilnya tetap akan sama, tidak ada solusi,” tandasnya.

Sekedar informasi, kenaikan harga BBM ini sejatinya untuk menekan subsidi energi pemerintah yang saat ini membengkak hingga Rp 650 triliun dari yang ditetapkan dalam APBN tahun ini mencapai Rp 502,4 triliun.(dilansir: CNBC Indonesia).

Adapun kenaikan harga BBM Pertalite saat ini dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Kemudian, Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Sementara Pertamax mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Baca juga artikel berita lainnya di Google News disini >>
kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *