Belum usai pandemi virus covid-19, Kota Bontang kembali dihebohkan dengan flu burung yang terjadi belum lama ini.
Flu burung sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang telah beradaptasi untuk menginfeksi burung.
Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi karena membunuh ternak ayam dalam jumlah besar. Terkadang mamalia, termasuk manusia, dapat tertular flu burung.
Ditemui di sela – sela rapat kerja, Agus Haris Wakil Ketua DPRD Bontang mengatakan, Pemerintah Kota Bontang harus menyikapi hal tersebut, pasalnya menyankut hajat hidup orang banyak. Apalagi bisa berdampak pada ekonomi ditengah masyarakat khususnya pedagang ayam.
“Tentu berdampak pada para pedagang karena otomatis konsumsi masyarakat terhadap ayam ini menurun,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/11/2020).
Kata dia, penyakit flu burung ini secara tiba-tiba datang dan tidak ada yang tahu dari mana asal muasalnya. Sehingga, menurutnya pemkot melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) bersama Dinas Kesehatan melakukan pendampingan. Untuk mencari tahu ciri – ciri dan penyebabnya, supaya kedepannya bisa lebih waspadai.
“Harus dicarikan solusi agar yang terdampak dagangannya diberi pendampingan dan memberikan himbauan kepada masayarakat bahwa ayam dengan jenis ini atau ciri – ciri ini aman untuk dikonsumsi,” terangnya.
Lanjut dia, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Komisi I, II dan III untuk memanggil Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat untuk membahas masalah flu burung ini, agar masalah ini bisa segera selesai.
“Harus ada langka konkret yang diambil oleh dinas terkait untuk menyelesaikan ini, agar tidak ada lagi kasus ini setiap tahunnya,” tutupnya. (Ltp/Hrmn).