DaerahPeristiwa

Banjir Padang Rendam Sejumlah Permukiman, 75 Warga Dievakuasi, Data Korban Masih Didata

×

Banjir Padang Rendam Sejumlah Permukiman, 75 Warga Dievakuasi, Data Korban Masih Didata

Sebarkan artikel ini
banjir padang hari ini
Tangkapan layar kondisi terkini banjir di kawasan Lumin Park, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026) sore. Air berwarna kecokelatan mengalir cukup deras hingga masuk ke dalam rumah warga.

PADANG, PARAGRAFNEWS.CO — Banjir merendam sejumlah kawasan permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Luapan Sungai Lubuk Minturun menyebabkan air memasuki rumah warga di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.

Pemerintah Kota Padang mengerahkan tim gabungan untuk menangani kondisi darurat dan mengevakuasi masyarakat dari kawasan terdampak.

Baca juga: Banjir Rendam Dua Desa di Nias Selatan, 75 KK Terdampak dan Puluhan Rumah Rusak

Berdasarkan data perkiraan sementara yang disampaikan Pemko Padang, sebanyak 35 jiwa dievakuasi dari Kampung Apa, Koto Tangah, dan 40 jiwa dari kawasan Lumin Park.

Sementara itu, di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, sekitar 40 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak banjir. Warga di kawasan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, juga melakukan evakuasi secara mandiri.

Data tersebut menunjukkan sedikitnya dua lokasi telah melaporkan evakuasi terhadap 75 jiwa. Namun, angka itu belum menggambarkan keseluruhan warga yang terdampak banjir di Kota Padang.

Sungai Lubuk Minturun Meluap

Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu pagi hingga siang menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat.

Di Kampung Apa, luapan Sungai Lubuk Minturun merendam kawasan permukiman sehingga warga membutuhkan bantuan untuk berpindah ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengoordinasikan personel BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI, dan Polri dalam penanganan darurat.

Petugas membantu mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan, sekaligus menyelamatkan barang-barang berharga milik masyarakat dari genangan air.

Pemerintah kota juga berkoordinasi dengan Basarnas untuk mendukung penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan di lapangan.

Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo Terdampak

Dalam laporan resminya pada Sabtu, Pemko Padang menyebut Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo sebagai wilayah yang mengalami dampak banjir cukup parah.

Selain Kampung Apa, kawasan Lumin Park di Lubuk Minturun juga terdampak luapan air. Kondisi tersebut menambah kebutuhan penanganan darurat bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir.

Di Lapau Munggu, Kuranji, pendataan sementara mencatat sekitar 40 KK terdampak. Adapun warga Tabiang Banda Gadang, Nanggalo, melakukan evakuasi secara mandiri.

Meski demikian, data lengkap mengenai total rumah yang terendam, jumlah keseluruhan pengungsi, dan nilai kerugian belum dapat dipastikan dari laporan yang tersedia.

Berapa Korban Meninggal dan Hilang?

Hingga laporan ini disusun berdasarkan sumber yang berhasil ditelusuri, belum ditemukan angka terverifikasi mengenai korban meninggal dunia maupun orang hilang akibat kejadian banjir pada 10 Oktober 2026 tersebut.

Karena itu, jumlah korban jiwa belum dapat disimpulkan. Data evakuasi warga tidak serta-merta menunjukkan adanya korban meninggal atau hilang.

Pembaruan dari BPBD Kota Padang, Basarnas, dan instansi terkait masih diperlukan untuk memastikan perkembangan jumlah korban, pengungsi, serta kondisi masyarakat di seluruh lokasi terdampak.

Sensor Sungai Berstatus Peringatan

Pemberitaan Padang Ekspres pada Sabtu sore turut menyoroti pemantauan ketinggian air sungai di sejumlah titik di Kota Padang.

Laporan tersebut menyebut alat pemantau di kawasan Lubuk Minturun dan Batu Busuk berada pada status warning. Kondisi ini menjadi perhatian karena kenaikan debit air dapat meningkatkan risiko bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Angka pada alat pemantau merupakan catatan pada waktu pelaporan, bukan ukuran kondisi air secara langsung saat ini.

BPBD Minta Warga Segera Mengungsi Jika Terancam

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan genangan, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Warga diminta memperhatikan perubahan debit air dan tidak menunggu hingga kondisi memburuk apabila air mulai naik dengan cepat.

Masyarakat juga diimbau mengikuti arahan petugas, menjauhi aliran air yang deras, serta segera menuju tempat aman apabila situasi membahayakan keselamatan.

Pemerintah Kota Padang menyatakan penanganan darurat difokuskan pada penyelamatan warga dan pemenuhan kebutuhan pertolongan di lokasi terdampak.

Perkembangan jumlah korban, kondisi pengungsi, dan dampak kerusakan masih perlu dipantau melalui pembaruan resmi dari instansi terkait.

Sumber: Pemerintah Kota Padang, BPBD Kota Padang, Padang Ekspres, Tribun Sumbar, dan pemberitaan media lokal pada 10 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *