News

Geger! Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Laut, Diluncurkan Sehari Usai Latihan AS-Korsel-Jepang

×

Geger! Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Laut, Diluncurkan Sehari Usai Latihan AS-Korsel-Jepang

Sebarkan artikel ini

Korea Utara kembali meluncurkan beberapa rudal balistik jarak pendek dari kawasan Wonsan menuju Laut Timur. Rudal dilaporkan terbang sekitar 250 kilometer setelah latihan militer Freedom Edge antara Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang berakhir.

SEOUL — Ketegangan di Semenanjung Korea kembali memanas. Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik jarak pendek menuju Laut Timur pada Sabtu, 12 September 2026, hanya sehari setelah latihan militer trilateral Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang, Freedom Edge, berakhir.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menyatakan peluncuran terdeteksi sekitar pukul 05.20 waktu setempat dari kawasan Wonsan, di pantai timur Korea Utara. Rudal-rudal tersebut diperkirakan terbang sekitar 250 kilometer sebelum menuju perairan di Laut Timur.

baca juga: 12 Fakta Menarik Tentang Korea Utara

Korea Utara Kembali Unjuk Kekuatan

Militer Korea Selatan mengatakan pihaknya mendeteksi sejumlah rudal balistik jarak pendek yang ditembakkan dari wilayah Wonsan. Jumlah pasti rudal yang diluncurkan belum diumumkan secara rinci.

JCS menyebut otoritas militer Korea Selatan dan Amerika Serikat masih melakukan analisis terhadap karakteristik serta spesifikasi rudal tersebut. Seoul juga meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peluncuran tambahan.

Informasi mengenai peluncuran itu juga dibagikan dengan Jepang sebagai bagian dari koordinasi keamanan ketiga negara.

Peluncuran terbaru ini menjadi perhatian karena waktunya berdekatan dengan berakhirnya latihan Freedom Edge 2026, latihan militer trilateral yang melibatkan Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang.

Latihan tersebut berlangsung selama lima hari di perairan internasional di sebelah timur dan selatan Pulau Jeju dan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pencegahan serta respons terhadap ancaman keamanan regional, termasuk ancaman nuklir dan rudal Korea Utara.

Diluncurkan Sehari Setelah Freedom Edge Berakhir

Korea Utara sebelumnya telah mengecam latihan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya tersebut.

Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Song-gi bahkan sebelumnya memperingatkan bahwa Pyongyang akan mengambil tindakan balasan apabila Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya dianggap memicu konfrontasi baru.

Karena itu, peluncuran rudal pada Sabtu pagi dinilai memiliki kemungkinan kuat berkaitan dengan berakhirnya latihan Freedom Edge. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Pyongyang yang secara langsung mengonfirmasi alasan peluncuran tersebut.

Associated Press juga melaporkan bahwa peluncuran tersebut terjadi tak lama setelah latihan trilateral berakhir dan menjadi uji coba rudal pertama Korea Utara dalam sekitar tiga pekan.

Seoul Gelar Rapat Keamanan Darurat

Respons Korea Selatan tidak berhenti pada peningkatan pemantauan militer.

Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan menggelar rapat keamanan darurat untuk mengevaluasi dampak peluncuran terhadap situasi keamanan negara tersebut. Pemerintah Korea Selatan juga menyerukan agar Pyongyang menghentikan tindakan yang dianggap meningkatkan ketegangan di kawasan.

Seoul menyebut peluncuran rudal balistik tersebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Militer Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang kemudian mempertahankan koordinasi serta kesiapsiagaan mereka sambil menunggu hasil analisis lebih lengkap mengenai jenis dan karakteristik rudal yang ditembakkan.

Bukan Peluncuran Pertama Tahun Ini

Peluncuran pada 12 September bukanlah aksi serupa pertama yang dilakukan Pyongyang dalam beberapa waktu terakhir.

Pada 20 Agustus 2026, Korea Utara juga meluncurkan lebih dari 10 proyektil yang oleh Korea Selatan diduga berkaitan dengan sistem peluncur roket ganda berukuran besar 600 milimeter. Peluncuran saat itu juga diarahkan menuju Laut Timur ketika Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang menggelar latihan militer Ulchi Freedom Shield.

Dengan demikian, peluncuran terbaru kembali memperlihatkan pola respons Pyongyang terhadap aktivitas latihan militer yang melibatkan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Namun, jenis rudal yang ditembakkan pada Sabtu pagi masih dalam proses analisis. JCS menyatakan informasi mengenai spesifikasi tepatnya belum dapat dipastikan dan penyelidikan terus dilakukan oleh otoritas Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Ketegangan Semenanjung Korea Kembali Disorot

Peluncuran rudal tersebut menambah perhatian terhadap perkembangan militer Korea Utara yang dalam beberapa bulan terakhir juga terus memperkuat kemampuan persenjataannya.

Beberapa hari sebelumnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri peresmian kapal perusak baru kelas 5.000 ton yang diberi nama Kang Kon. Pyongyang menyatakan kapal tersebut akan menjadi bagian dari sistem respons nuklir negara itu.

Rangkaian perkembangan tersebut menunjukkan bahwa isu nuklir, rudal dan peningkatan kemampuan militer masih menjadi bagian penting dari strategi keamanan Korea Utara.

Sementara itu, Korea Selatan dan Amerika Serikat tetap mempertahankan kerja sama pertahanan, dengan Jepang turut terlibat dalam koordinasi trilateral menghadapi ancaman rudal dari Pyongyang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat peluncuran rudal tersebut. Rudal dilaporkan jatuh ke arah perairan di Laut Timur dan tidak dilaporkan menimbulkan ancaman langsung terhadap wilayah Korea Selatan maupun Jepang.

Sumber: Yonhap News Agency, Associated Press, Reuters, Seoul Economic Daily, dan laporan media Korea Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *