Kuliner

Rujak Cingur Khas Jawa Timur, Sajian Lezat Sejuta Umat

×

Rujak Cingur Khas Jawa Timur, Sajian Lezat Sejuta Umat

Sebarkan artikel ini
Rujak Cingur Khas Jawa Timur
Pixabay.com

Rujak cingur khas Jawa Timur memiliki cita rasa yang tiada duanya. Bagaimana tidak, salah satu makanan nusantara ini menggunakan berbagai rempah-rempah pilihan untuk memperkuat kelezatannya. Bahan yang paling unik dan berbeda dari makanan lain yakni cingur.

Cingur sendiri merupakan moncong sapi yang sudah melalui proses perebusan hingga bisa dikonsumsi. Masyarakat Jawa Timur terutama wilayah Surabaya banyak menjual rujak cingur di sepanjang jalan. Jika Anda sedang berkunjung ke Kota Pahlawan, tak ada salahnya mencicipi kelezatan makanan satu ini.

Rujak Cingur Khas Jawa Timur
Pixabay.com

Sejarah Rujak Cingur Khas Jawa Timur

Terkenal dengan cita rasa khas, serta bumbu petisnya yang legit. Mampu membuat rujak cingur khas Jawa Timur begitu terkenal. Tak hanya di wilayah Indonesia saja, namun juga mancanegara. Bahkan, banyak turis-turis asing yang sengaja datang ke Jawa Timur untuk mencicipi rujak cingur.

Di balik ketenaran tersebut, tak banyak yang tahu jika rujak cingur memiliki sejarah perjalanan cukup panjang. Konon katanya, rujak cingur sebenarnya berasal dari belahan bumi yang jauh yakni Negara Mesir.

Suatu hari, raja Mesir yang bernama Firaun Hanyokrowati sedang berulang tahun. Ia kemudian memerintahkan juru masak di istana untuk membuat makanan istimewa di hari bahagia tersebut. Namun sayangnya, tidak ada satupun makanan yang cocok di lidah.

Merasa sangat kecewa, Firaun Hanyokrowati hampir marah kepada para juru masak di istananya. Beruntung kemarahan itu tidak sampai memuncak. Tepat setelah salah satu punggawa kerajaan mengabarkan jika ada seseorang yang ingin menyajikan makanan khusus untuk baginda raja.

Mendengar berita itu, raja pun memintanya masuk. Pria bernama Abdul Rojak datang dengan membawa makanan yang terbungkus daun pisang. Meski sempat ragu, para pengawal kerajaan kemudian memeriksa makanan tersebut.

Setelah dipastikan aman, raja akhirnya mencicipi makanan yang Abdul Rojak berikan. Di luar dugaan, raja begitu lahap menyantapnya sampai habis. Keringat mengucur deras karena rasa pedas yang berasal dari makanan itu.

Abdul Rojak mendapat kapal laut, sebidang tanah hingga diangkat menjadi juru masak terbaik di istana. Namun pria itu menolak beberapa pemberian raja dan hanya mengambil hadiah kapal laut saja. Pasalnya, ia ingin mengembara untuk menjelajahi dunia.

Impian tersebut menjadi kenyataan, Abdul Rojak melakukan penjelajahan dengan kapal laut hingga sampai di Tanjung Perak, Surabaya. Ia kemudian menyebarkan resep masakannya kepada masyarakat sekitar.

Karena sulit mendapat cingur unta di Indonesia, Abdul Rojak pun mengganti dengan sapi. Bumbu-bumbunya pun disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Istilah rujak sendiri kabarnya mengambil dari nama “Rozak” dan populer hingga sekarang.

Isian Rujak Cingur

Rujak cingur khas Jawa Timur memiliki isian yang sangat lengkap. Mulai dari lontong, tempe, tahu, dan bendoyo. Beberapa sayuran yang melengkapi rujak cingur seperti kecambah atau tauge, kangkung, serta kacang panjang.

Menariknya, makanan nusantara ini juga menggunakan buah-buahan untuk menambah cita rasa khas. Sebut saja irisan krai, mentimun, nanas, mangga muda, bengkuang, dan kedondong. Tak lupa pastinya bahan penting yakni cingur.

Sementara saus siramannya terdiri dari gula merah, petis udang, cabai, kacang tanah, bawang goreng dan garam. Menariknya, bumbu rujak cingur khas Jawa Timur juga menggunakan irisan pisang muda yang masih mentah. Tapi jangan salah, tak sembarang pisang bisa digunakan dalam membuat sambal siraman.

Jenis pisang tersebut adalah “Klutuk”. Meski mentah, pisang biji hijau ini tidak pahit atau sepat. Setelah bumbu tercampur merata dan teksturnya sudah halus, barulah semua topping rujak dimasukkan ke dalam cobek. Jika Anda tidak suka cingur, maka bisa memesan menu rujak ulek biasa.

Penyajian Rujak Cingur

Setiap penjual memiliki cara penyajian sendiri-sendiri untuk rujak cingur khas Jawa Timur. Namun pada umumnya penyajian rujak ini terdiri atas dua macam yakni biasa dan matengan. Penyajian biasa yaitu mencampurkan semua bahan yang tertera di atas tadi, seperti sayuran kecambah, kangkung, buah nanas, timun dan cingur dalam satu wadah.

Sementara itu, penyajian matengan hanya fokus pada bahan-bahan matang saja. Seperti lontong, tahu, tempe, bendoyo, dan beberapa sayuran yang sudah melalui proses perebusan sebelumnya. Sedangkan isian buah-buahan mentah tidak ada. Meski begitu, kedua penyajian tersebut tetap menggunakan saus siraman yang sama.

Memakai Alas Daun Pisang Pincuk

Tak menghilangkan nilai sejarah yang telah turun temurun, rujak cingur khas jawa timur tetap menggunakan daun pisang sebagai alas. Bentuknya pun sangat kental dengan budaya Indonesia yakni “Pincukan”.

Bentuk daun pincuk ini membuat kenikmatan menyantap rujak cingur semakin bertambah. Apalagi dengan kerupuk udang sebagai pelengkap lauk yang nikmat. Meski begitu, ada juga yang memakai piring. Mengingat daun pisang sudah cukup langka.

Menu makanan tradisional ini begitu populer di masyarakat. Karena selain lezat, harganya pun cukup terjangkau. Seporsi rujak cingur khas Jawa timur bisa Anda nikmati dengan harga Rp25.000 sampai Rp60.000. Beberapa pemilik rumah makan rujak cingur yang legendaris dan terkenal bisa menjualnya hingga ratusan ribu. Sekian semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *