PARAGRAFNEWS.CO — Perang Rusia-Ukraina kembali diwarnai serangkaian serangan drone dalam skala besar. Rusia melancarkan serangan udara ke Kota Zaporizhzhia, Ukraina, pada Senin, 21 September 2026, sehari setelah Ukraina meluncurkan lebih dari 1.000 drone ke sejumlah wilayah Rusia.
Menurut laporan Associated Press (AP), serangan Rusia menghantam sejumlah fasilitas di Zaporizhzhia, termasuk blok apartemen, sebuah universitas dan pusat perbelanjaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sedikitnya lima orang terluka dalam serangan tersebut.
Serangan terjadi setelah gelombang drone Ukraina
Serangan di Zaporizhzhia berlangsung setelah Ukraina melancarkan serangan drone dalam jumlah besar ke wilayah Rusia pada akhir pekan.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pertahanan udaranya menjatuhkan 244 drone Ukraina dalam serangan yang berlangsung semalam, termasuk di sejumlah wilayah Rusia dan perairan Laut Hitam.
baca juga: Ukraina Serang Kilang Minyak Moskow, Rusia Klaim 1.100 Drone Dicegat dalam Serangan Besar
Di sisi lain, Angkatan Udara Ukraina menyatakan telah menjatuhkan atau menekan 148 drone Rusia dalam serangan udara pada malam yang sama. Angka dari kedua pihak tersebut merupakan klaim masing-masing dan tidak dapat diverifikasi secara independen.
AP melaporkan bahwa serangan Ukraina mencakup ratusan drone yang diarahkan ke wilayah sekitar Moskow. Serangan tersebut juga menyasar fasilitas energi dan kilang minyak Rusia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan serangan terhadap kilang Rusia berdampak pada produksi diesel negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial, sementara Ukraina menyatakan serangan terhadap infrastruktur Rusia merupakan bagian dari respons terhadap serangan Rusia terhadap wilayah dan infrastruktur Ukraina.
Lima orang terluka di Zaporizhzhia
Di Zaporizhzhia, serangan drone Rusia pada malam 20 September hingga 21 September merusak sejumlah bangunan.
Menurut keterangan yang disampaikan Zelenskyy dan dikutip AP, blok apartemen, universitas serta pusat perbelanjaan termasuk lokasi yang terdampak. Sedikitnya lima orang dilaporkan terluka.
Rusia juga melancarkan serangan ke wilayah Ukraina lainnya. Di Kharkiv, sebuah drone menghantam sebuah rumah dan menewaskan seorang perempuan berusia 45 tahun serta menyebabkan putranya yang berusia 13 tahun mengalami luka serius, menurut layanan darurat Ukraina.
Diplomasi belum menghentikan serangan
Eskalasi serangan berlangsung ketika para pemimpin dunia berkumpul di New York untuk rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Zelenskyy dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Trump di sela-sela agenda tersebut. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak dijadwalkan menghadiri pertemuan tahunan PBB secara langsung.
Di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur energi, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan telah membahas dengan Trump gagasan mengenai moratorium serangan terhadap sektor energi Rusia dan Ukraina.
Menurut Reuters, Macron menyebut pembicaraan tersebut juga mencakup kebutuhan memperkuat pertahanan Ukraina, khususnya melalui sistem pencegat udara. Macron mengatakan isu penghentian serangan terhadap sektor energi akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuannya dengan Zelenskyy.
Drone menjadi bagian penting dalam perang
Rangkaian serangan terbaru menunjukkan semakin besarnya peran drone dalam konflik Rusia-Ukraina.
Drone digunakan kedua pihak untuk menyerang sasaran militer, fasilitas energi, infrastruktur logistik hingga target di wilayah yang jauh dari garis depan. Serangan lintas wilayah juga meningkatkan kekhawatiran negara-negara tetangga mengenai kemungkinan dampak konflik meluas ke wilayah mereka. AP melaporkan Moldova kembali mendeteksi objek udara yang memasuki wilayah udaranya selama rangkaian serangan terbaru.
Meski aktivitas diplomatik kembali meningkat di tengah pertemuan para pemimpin dunia di PBB, serangkaian serangan terbaru menunjukkan bahwa operasi militer Rusia dan Ukraina masih berlangsung.
kaje/red





