MOSKOW, PARAGRAFNEWS.CO — Serangan drone besar-besaran terjadi di wilayah Rusia pada malam hingga Minggu, 20 September 2026. Salah satu sasaran yang terdampak adalah kilang minyak Moskow (Moscow Oil Refinery) milik Gazprom Neft di kawasan Kapotnya.
baca juga: Neraka di Pinggiran Kyiv: Gudang Amunisi Meledak Digempur Drone Rusia, 37 Nyawa Melayang Seketika
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan sejumlah drone mencapai area kilang. Reuters melaporkan ledakan terdengar di Moskow dan kepulan asap terlihat dari kompleks kilang. Namun, hingga laporan ini diterbitkan, tingkat kerusakan fasilitas belum diketahui secara pasti.
Serangan Drone Skala Besar
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya mencegat sekitar 1.100 drone di berbagai wilayah Rusia, termasuk wilayah yang oleh Rusia disebut sebagai bagian dari sistem pertahanan udara di sekitar Krimea dan Laut Hitam.
Sementara itu, Sobyanin menyebut sekitar 450 drone berhasil dihancurkan ketika menuju wilayah Moskow. Beberapa drone disebut berhasil mencapai kompleks kilang minyak dan satu drone juga menghantam sebuah bangunan apartemen.
Serangan tersebut disebut sebagai salah satu serangan drone terbesar terhadap Moskow sejak perang Rusia-Ukraina berlangsung.
Dua Orang Tewas
Serangan di wilayah Moskow menyebabkan sedikitnya dua orang meninggal dunia, menurut pejabat Rusia.
Di distrik Ramenskoye, sekitar 400 orang, termasuk sekitar 70 anak-anak, dievakuasi dari sebuah gedung apartemen 21 lantai setelah terdampak serangan. Sejumlah rumah juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di dalam Kota Moskow akibat serangan terhadap kawasan kilang maupun bangunan yang terdampak, menurut keterangan wali kota yang dikutip Reuters.
Asap Tebal Terlihat dari Kawasan Kilang
Saksi mata yang dikutip Reuters melaporkan mendengar sejumlah ledakan di Moskow. Kepulan asap kemudian terlihat membubung dari kawasan Moscow Oil Refinery.
Pihak berwenang Rusia mengakui terdapat kerusakan pada fasilitas di wilayah kilang, tetapi belum memberikan rincian mengenai unit produksi mana yang terdampak maupun apakah kegiatan pengolahan minyak harus dihentikan.
Kilang Strategis Rusia
Moscow Oil Refinery merupakan fasilitas penting dalam industri pengolahan minyak Rusia.
Menurut data yang dikutip Reuters, kilang tersebut mengolah sekitar 11,6 juta metrik ton minyak pada 2024, dengan produksi sekitar 2,9 juta ton bensin dan 3,2 juta ton diesel.
Serangan terbaru tersebut menambah rangkaian serangan terhadap fasilitas energi Rusia.
Beberapa hari sebelumnya, fasilitas Slavneft-YANOS di Yaroslavl juga terkena serangan drone. Reuters melaporkan fasilitas tersebut kemudian menghentikan pengolahan minyak mentah setelah salah satu unit distilasi utamanya mengalami kerusakan.
Ukraina Belum Memberikan Konfirmasi
Hingga laporan ini ditulis, Ukraina belum memberikan komentar resmi mengenai serangan terhadap kilang Moskow.
Pemerintah Rusia menuduh serangan tersebut sebagai bagian dari serangan drone Ukraina dan menyatakan sistem pertahanan udara berhasil menggagalkan sebagian besar serangan.
Sobyanin juga menyebut serangan tersebut terjadi ketika Rusia memasuki hari terakhir pemilihan parlemen. Namun, pernyataan mengenai tujuan serangan tersebut merupakan klaim pejabat Rusia dan belum mendapat konfirmasi independen dari Ukraina.
Serangan Energi Terus Berlanjut
Serangan terhadap kilang Moskow terjadi di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur energi kedua negara.
Reuters mencatat serangkaian serangan Ukraina terhadap fasilitas pengolahan minyak Rusia telah mengganggu sebagian kapasitas penyulingan dan berkontribusi terhadap masalah pasokan produk bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia.
Situasi ini membuat fasilitas pengolahan minyak menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina.
Sumber: Reuters, Associated Press (AP), keterangan otoritas Rusia.





