DPRD Bontang

RDP Terkait Retakan Dinding Pembatas Hotel Grand Mutiara dan Lembah Permai Ditunda, Komisi III Akan Jadwalkan Ulang

×

RDP Terkait Retakan Dinding Pembatas Hotel Grand Mutiara dan Lembah Permai Ditunda, Komisi III Akan Jadwalkan Ulang

Sebarkan artikel ini
Retakan Dinding Hotel Grand Mutiara
Suasana RDP Komisi III DPRD Bontang terkait retaknya dinding pembatas Hotel Grand Mutiara dan Lembah Permai Ditunda

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina menunda rapat dengar pendapat (RDP) dengan Hotel Grand Mutiara, PT Bangun Setia Graha (Lembah Permai Adventure), Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) dan Sekretaris Daerah (Sekda), disebkan rapat tersebut tidak dihadiri oleh pimpinan Hotel dan Sekda. Selasa (9/8/) kemarin.

“Kalau tidak lengkap mohon maaf tidak bisa kami lanjut, karena kita butuh penjelasan dari semua pihak yang terlibat, khususnya pemerintah dan pengelola Grand Mutiara,” ujarnya.

Kata dia, rapat bisa dilaksanakan kalau pimpinan hotel dan pimpinan lembah permai hadir untuk memberikan keterangan terkait persoalan dinding pembatas antara hotel dengan lembah permai.

“Rapat akan kami jadwalkan kembali,” sebutnya.

Lanjut dia, pihaknya akan kembali mengundang pihak hotel dan lembah permai serta perkimtan dan sekda pada rapat berikutnya, dan ia meminta agar semua pihak yang diundang untuk hadir memenuhi panggilan DPRD Bontang.

“Tolong teman-teman pemerintah kota Bontang untuk memastikan pimpinan hotel Grand Mutiara bisa hadir agar permasalahan ini segera tuntas,” terangnya.

Sementara ditempat yang sama, Sony pimpinan PT Bangun Setia Nugraha atau Lembah Permai Adventure merasa dirugikan akibat retakan dinding pembatas dengan Hotel Grand Mutiara. Pihaknya juga menghawatirkan jika dibiarkan terus-menerus bisa menyebabkan longsor dan berdampak pada tempat wisata Lembah Permai serta meminta pemerintah bisa berkontribusi dalam menangani persoalan tersebut.

“Tidak ada kata lain, harus ada yang peduli dan kalau dikembalikan ke kami, kami bukan pemilik,”ungkapnya.

Dari pantauan pargrafnews.com, pada rapat tersebut hanya dihadiri oleh PT Bangun Setia Graha dan Dinas Perkimtan. Sementara pihak Hotel Grand Mutiara dan sekda tidak hadir dalam rapat tersebut.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *