Fakta Unik

Bikin Wisatawan Melongo! Manusia Kalkulator Makassar Taklukkan Hitungan Desimal Tanpa Alat

×

Bikin Wisatawan Melongo! Manusia Kalkulator Makassar Taklukkan Hitungan Desimal Tanpa Alat

Sebarkan artikel ini
Manusia Kalkulator Ullang
Ullang, Manusia Kalkulator asal Makassar, memperlihatkan kemampuan berhitung cepat dengan angka desimal di kawasan Pantai Losari hingga membuat wisatawan terpukau. (Foto: Tangkapan layar video Instagram)

PARAGRAFNEWS.CO, MAKASSAR — Kemampuan berhitung cepat Ullang, sosok yang dikenal sebagai Manusia Kalkulator asal Makassar, kembali menjadi perhatian publik. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Ullang memperlihatkan kemampuannya menjawab tantangan matematika di hadapan wisatawan di kawasan Pantai Losari, Makassar.

Video yang tercantum dalam unggahan akun Instagram @subandi_latief itu memperlihatkan Ullang dikerumuni pengunjung yang ingin menyaksikan langsung kemampuannya menghitung angka. Tantangan yang diberikan bukan sekadar perkalian sederhana, melainkan pembagian yang menghasilkan bilangan desimal berulang.

Salah satu soal yang diberikan adalah 8.450 dibagi 7. Hasil matematisnya adalah 1.207,142857142857…, dengan pola enam digit 142857 yang berulang tanpa akhir.

Tantangan berikutnya adalah 2.850 dibagi 9, yang menghasilkan 316,666666… atau bilangan desimal dengan angka 6 yang terus berulang.

Dalam notasi matematika, kedua hasil itu dapat ditulis sebagai 1.207,(\overline{142857}) dan 316,(\overline{6}). Garis di atas angka menunjukkan bagian desimal yang berulang terus-menerus.

Berdasarkan keterangan unggahan, wisatawan yang menyaksikan aksi tersebut disebut berasal dari Riau. Sejumlah orang terlihat merekam momen itu menggunakan telepon seluler, sementara hasil perhitungan Ullang menjadi perhatian pengunjung.

Aksi tersebut kembali membawa nama Manusia Kalkulator Makassar ke ruang publik. Namun, daya tarik sosok ini tidak hanya terletak pada kemampuannya menjawab soal matematika dengan cepat, tetapi juga pada sejumlah kisah unik tentang kehidupan sehari-harinya.

Bukan Kali Pertama Menjadi Sorotan

Ullang juga dikenal dengan nama Ruslan Yusuf atau Ucok. Ia bukan sosok baru dalam pemberitaan media. Kisah tentang kemampuan berhitungnya telah muncul sejak beberapa tahun lalu.

Liputan6.com pernah mengangkat kisahnya pada Februari 2016. Pada Oktober 2026, Bukamata.id kembali menerbitkan laporan mengenai Ullang pada 16 Oktober, disusul Repelita yang memberitakan aksinya di Pantai Losari pada 17 Oktober 2026.

Kemunculan kembali video tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berhitung Ullang masih menarik perhatian masyarakat. Tantangan matematika yang dilakukan secara langsung di hadapan penonton memberikan kesempatan bagi publik untuk menyaksikan kemampuannya, meskipun metode yang digunakannya belum dijelaskan secara rinci.

Fakta Unik: Perkalian Ribuan dalam Hitungan Detik

Dalam laporan Bukamata.id, Ullang disebut mampu menjawab sejumlah soal perkalian dengan cepat.

Salah satu contoh yang dilaporkan adalah 25 × 26, dengan hasil 650. Hasil tersebut kemudian digunakan dalam rangkaian perkalian berikutnya, yakni 650 × 13, yang menghasilkan 8.450.

Laporan yang sama juga menyebut soal 789 × 13, yang menghasilkan 10.257. Kemampuan menjawab rangkaian angka seperti ini menjadi salah satu hal yang membuat Ullang mendapat julukan Manusia Kalkulator.

Meski hasil perhitungannya dapat diperiksa menggunakan kalkulator biasa, kecepatan dalam memberikan jawaban menjadi bagian yang menarik dari demonstrasi tersebut.

Belum ada penjelasan independen yang memastikan strategi mental atau teknik khusus yang digunakan Ullang untuk menyelesaikan seluruh soal itu. Karena itu, kemampuan dan metode berhitungnya perlu dibedakan: hasil hitungan dapat diverifikasi secara matematis, sedangkan cara ia memperoleh jawaban membutuhkan pengamatan atau penjelasan lebih lanjut.

Disebut Mampu Menebak 15 Kelereng dari Bobotnya

Fakta unik lain muncul dalam laporan Bukamata.id. Ullang disebut pernah mengikuti pengujian sederhana dengan menebak jumlah kelereng yang digenggam seseorang hanya berdasarkan bobotnya.

Dalam laporan tersebut, ia dikisahkan berhasil menebak jumlah 15 butir kelereng.

Jika benar dilakukan sebagaimana digambarkan dalam laporan, pengalaman itu berbeda dari sekadar menjawab soal aritmetika karena melibatkan perkiraan jumlah benda melalui sensasi berat. Namun, informasi tersebut masih bersumber dari pemberitaan media dan belum diverifikasi secara independen melalui dokumentasi pengujian terpisah.

Baca juga: 10 Fakta Unik di Dunia yang Terdengar Mustahil, tapi Benar-Benar Terjadi

Karena itu, kisah mengenai kelereng tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai fakta unik yang dilaporkan media, bukan sebagai bukti ilmiah tentang kemampuan sensorik tertentu.

Dari Lorong Kaluku Bodoa, Membantu Pedagang

Di balik julukannya, Ullang juga memiliki kisah kehidupan keluarga yang diulas Bukamata.id. Media tersebut melaporkan bahwa ia tinggal di kawasan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Dalam laporan itu, ibunya, Nuraeni, menceritakan bahwa Ullang sempat mengenyam pendidikan formal hingga kelas tiga sekolah dasar sebelum mengalami sakit berat ketika masih kecil. Keluarga disebut menghadapi kesulitan selama masa pengobatan dan harus berjuang dengan keterbatasan ekonomi.

Laporan tersebut juga memuat penuturan keluarga bahwa kemampuan berhitung Ullang mulai terlihat setelah masa sakitnya. Namun, cerita mengenai sakit berat dan dugaan mati suri merupakan kesaksian keluarga yang diberitakan media, bukan kesimpulan medis yang telah dikonfirmasi secara independen.

Kisah kehidupan Ullang menjadi penting untuk memahami bahwa perhatian publik terhadap dirinya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan matematika, tetapi juga dengan perjalanan hidup dan kondisi keluarganya.

Bukamata.id turut melaporkan bahwa Ullang kerap membantu orang-orang yang membutuhkan kemampuan berhitungnya, termasuk pedagang warung kopi, pemilik toko kelontong, dan pegawai di lingkungan perkantoran.

Menurut laporan tersebut, orang-orang yang membutuhkan bantuan hitung cepat menghubunginya melalui telepon. Ia kemudian mendatangi orang yang memerlukan bantuannya.

Media itu juga menyebut Ullang terkadang memperoleh uang dari orang-orang yang dibantunya. Sebagian penghasilannya, menurut penuturan ibunya dalam laporan tersebut, digunakan untuk membantu kebutuhan rumah tangga.

Informasi ini memberikan sisi lain dari sosok Manusia Kalkulator: kemampuan berhitung yang menjadi daya tarik publik juga dilaporkan digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Antara Kemampuan Unik dan Klaim yang Perlu Diverifikasi

Kisah Ullang mengundang rasa ingin tahu tentang bagaimana kemampuan berhitungnya terbentuk. Akan tetapi, cerita mengenai asal-usul kemampuan tersebut perlu disampaikan secara hati-hati.

Tidak tepat menyimpulkan bahwa penyakit berat atau pengalaman yang disebut keluarga sebagai mati suri secara langsung menyebabkan kemampuan matematika seseorang. Hubungan semacam itu membutuhkan bukti medis dan penelitian yang memadai.

Begitu pula, julukan Manusia Kalkulator merupakan sebutan populer untuk menggambarkan kemampuan berhitungnya, bukan diagnosis atau istilah medis.

Hal yang dapat diperiksa secara langsung adalah ketepatan hasil operasi matematika yang diperlihatkan. Sementara itu, untuk mengetahui strategi berhitung, kemampuan memori, atau aspek lain yang mungkin dimiliki Ullang, diperlukan pengujian yang terukur dan penjelasan dari pihak yang kompeten.

Di tengah viralnya video tersebut, pendekatan ini penting agar pemberitaan tetap menarik tanpa mengorbankan ketepatan fakta.

Lebih dari Sekadar Video Viral

Aksi Ullang di Pantai Losari kembali memperlihatkan bagaimana kemampuan unik seseorang dapat menarik perhatian masyarakat. Tantangan pembagian desimal, perkalian angka ribuan, hingga kisah tentang kebiasaannya membantu pedagang memberikan sejumlah sudut pandang untuk memahami sosok Manusia Kalkulator Makassar.

Kisahnya juga membuka ruang diskusi tentang bagaimana masyarakat dapat memberikan kesempatan yang layak kepada orang-orang dengan kemampuan berbeda, tanpa buru-buru menyimpulkan penyebab atau memberikan label medis tertentu.

Pada akhirnya, Ullang bukan hanya dikenal karena angka-angka yang mampu dihitungnya. Perjalanan hidupnya, sebagaimana diceritakan dalam pemberitaan, menjadi bagian penting dari kisah seorang warga Makassar yang kembali menarik perhatian publik melalui kemampuan berhitungnya.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *