News

Jasa Pijat Panggilan Bontang : Pahami Rasa Sakit Akibat Urat Saraf Kejepit atau Keseleo

×

Jasa Pijat Panggilan Bontang : Pahami Rasa Sakit Akibat Urat Saraf Kejepit atau Keseleo

Sebarkan artikel ini
Jasa Pijat Panggilan Bontang

Bagi warga Bontang khususnya pria apabila memerlukan jasa pijat yang dapat dipanggil dapat menghubungi Susanto, nomer handphone 081256514275. Menerima jasa urut pijat antara lain, urat saraf keseleo, urat saraf kejepit dan lain sebagainya.

Pada kesempatan ini, Susanto yang sudah malang melintang dengan segudang pengalaman yang berprofesi sebagai jasa pijat urut panggilan di Bontang berbagi seputar penyebab sakit yang diakibatkan seperti, terkilir, salah urat, keseleo dan saraf terjepit.

Pengertian Terkilir

Jika kita merasakan sakit dikaki sewaktu berjalan, yang bukan disebabkan oleh luka entah itu di sekitar jari, telapak, mata kaki atau di lutut maupun pinggul, itulah yang disebut dengan terkilir, salah urat, keseleo dan saraf terjepit.

Rasa sakit akibat terkilir ini juga dapat timbul pada beberapa posisi ruas tulang belakang, pada tangan, leher maupun kepala. Jika melakukan aktifitas, rasa sakit tersebut akan bertambah yang mengakibatkan gerakan menjadi terbatas atau bahkan tidak dapat melakukan gerakkan tertentu.

Rasa sakit ini dapat terjadi seketika setelah mengalami cedera, seperti misalnya setelah terjatuh akan mengalami rasa sakit saat berjalan. Rasa sakit dapat timbul setelah berselang beberapa saat setelah terjadi pembengkakan, bahkan dapat terjadi setelah jangka waktu lama, sehingga penderita tidak mengingat penyebabnya.

Penyebab Terkilir

Jasa pijat panggilan Bontang kaki terkilirNah! bagi warga Bontang, Jasa pijat Bontang yang siap setiap saat bisa dipanggil termasuk pijat akibat terkilir. Berikut dijelaskan penyebab terkilir, antara lain:

1. Jatuh dan terpeleset merupakan penyebab yang paling sering terjadi

2. Memaksakan mengangkat beban sering terjadi pada pekerja dan seringkali tidak disadari sebagai penyebab terjadinya sakit pinggang

3. Bekerja dengan posisi tubuh yang tidak berubah, seperti bekerja menggunakan komputer secara terus menerus biasanya menyebabkan gangguan nyeri pada pundak, tulang belakang, leher maupun mata atau kombinasi dari rasa nyeri pada beberapa tempat tersebut.

4. Bangun tidur. Jika dikepala sering disebut dengan salah bantal, sedangkan yang terjadi pada yang telah berumur rasa sakit saat bangun tidur dirasakan disekitar leher, bahu tangan, pundak, pinggang, lutut maupun tumit. Rasa sakit ini bisa disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah sehingga pembuluh darah membengkak dan menjepit saraf sehingga menimbulkan rasa sakit.

Setelah beberapa saat biasanya rasa sakit akan berkurang karena aliran darah menjadi lebih lancar akibat gerakan yang kita lakukan. Dalam beberapa kasus, rasa sakit dapat berlangsung beberapa hari atau bahkan dapat permanen sehingga sangat mengganggu aktifitas.

Penyumbatan pada pembuluh darah dalam hal ini seringkali disebabkan oleh bergesernya tendon oleh sebab yang tidak kita sadari, seperti misalnya membunyikan sendi manapun saat merasa pegal,
Dari penyebab tersebut, dapat disimpulkan bahwa seseorang dapat terkilir karena melakukan gerakkan yang sangat cepat akibat reflek jatuh dan terbentur, memaksakan mengangkat beban diluar batas kemampuan dan kekejangan tendon akibat posisi tetap dalam jangka waktu lama.

Saat seseorang mengalami cedera, rasa sakit yang ditimbulkan akibat terkilir ringan sering kali berangsur-angsur hilang dengan sendiri, sehingga kejadian tersebut terlupakan dan dianggap telah sembuh.

Sedangkan untuk rasa sakit akibat terkilir berat dapat berlangsung dalam jangka waktu lama, penderita akan berusaha mencari kesembuhan dengan melakukan pemijatan yang dilakukan sendiri maupun oleh tukang urut, dan bahkan setelah kesembuhan tidak diperoleh, maka penderita mulai mencari dokter spesialis seperti saraf, orthopedi, rehabilitasi medik dan lainnya yang mungkin dapat memberikan kesembuhan.

Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Akibat Terkilir

Penyebab Kaki TerkilirRasa sakit pada terkilir, sebenarnya diakibatkan oleh terjepit, tertekannya saraf akibat bergesernya otot urat (tendon). Jika tendon langsung menjepit syaraf, maka pada lokasi sakit tidak membengkak, sedangkan jika tendon menjepit pembuluh darah maka menyebabkan pembengkakan disekitar lokasi yang terasa sakit.

Pembengkakan juga dapat diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah akibat benturan, sehingga darah menyebar yang ditandai oleh membirunya kulit. Pembengkakan inilah yang menjepit syaraf sehingga timbul rasa sakit.

Jika rasa sakit terkilir hanya disebabkan pecahnya pembuluh darah, maka setelah darah yang keluar dari pembuluh diserap kembali oleh tubuh sehingga kempis dan jepitan ke syaraf berangsur menghilang, maka rasa sakit juga berangsur menghilang sehingga penderita menyatakan dirinya telah sembuh dengan sendirinya.

Jika terjadi kombinasi antara terjepitnya pembuluh darah dan pecahnya pembuluh darah, maka rasa sakit akibat terkilir tidak hilang walau warna kulit telah pulih kembali, dengan pembengkakan tetap terjadi. Dengan berjalannya waktu, tubuh manusia beradaptasi dengan mengalihkan aliran darah pada pembuluh yang terjepit melalui pembuluh lain, sehingga pembengkakan berangsur menghilang (sekitar 1 sampai 6 bulan) sehingga rasa sakit juga menghilang yang berarti penderita sembuh.

Pada beberapa kasus beralihnya aliran darah ini, menyebabkan kesembuhan semu, karena tendon masih belum menurun fungsi fisiologi-nya (terdegradasi/melemah). Melemahnya suatu tendon, dapat berakibat bergesernya tendon lain sehingga rasa sakit dapat muncul kembali setelah berselang beberapa waktu bahkan sampai puluhan tahun kemudian, sedangkan penyebabnya telah dilupakan.

Pada kasus ini, seringkali tidak disertai dengan pembengkakan dan yang dapat disembuhkan biasanya hanya rasa sakit saja dengan menhilangkan jepitan pada syaraf yang diakibatkan oleh jepitan dari tendon, sedangkan kekuatan tendon yang melemah seringkali tidak dapat dipulihkan.

Sedangkan rasa sakit akibat tendon menjepit syaraf secara langsung, dapat dicirikan dengan tidak terjadi pembengkakan dan sering kali hanya muncul pada posisi tubuh tertentu atau saat melakukan gerakkan tertentu dalam beraktifitas. Rasa sakit ini sangat mengganggu aktifitas seseorang, sehingga seseorang harus menghindari beraktifitas.

Tendon yaitu jaringan yang menghubungkan otot dan tulangJika terpaksa melakukan maka secara tidak sadar akan menggunakan tendon lain untuk melakukan aktifitas ini, sehingga tendon lain yang seharusnya tidak terbebani menjadi kejang yang dapat menjepit syaraf lain sehingga rasa sakit akibat terkilir berpindah ditempat yang ke dua yaitu di saraf yang baru terjepit. Jika aktifitas terus dilakukan maka rasa sakit dapat berpindah ke tempat ke tiga dan seterusnya sampai yang bersangkutan tidak dapat beraktifitas lagi.

Keadaan ini pernah dialami oleh seorang kolega yang saat awal terkilir pada pinggulnya akibat berolah raga, sewaktu lompat katak salah posisi mendarat, sehingga terkilir pada pinggul yang menyebabkan sakit saat berjalan (olah raga berhenti total). Karena harus tetap berjalan, maka tugas mengangkat kaki dialihkan ke otot pinggang disekitar lumbar, sehingga kekejangan otot pinggang menyebabkan kesakitan saat berjalan maupun menundukkan tubuh. Karena harus tetap beraktifitas, otot pinggang pun dibantu oleh otot yang lebih atas (thoraxalis) disekitar rusuk paling bawah.

Kekejangan ini berakibat kesakitan saat berdiri setelah duduk agak lama dan kesakitan saat berjalan menjadi lebih parah. Berbagai kasus terkilir seperti misalnya sakit disekitar mata kaki, dibelakang lutut, dipinggul sewaktu berjalan, disekitar lumbar (pinggang), punggung, sakit saat bernafas panjang sampai menusuk kedada, tidak dapat mengangkat tangan, siku tidak dapat ditekuk, kejang pada pundak , leher kaku, sulit menoleh (salah bantal), migraine, dan vertigo pernah saya terapi.

Tidak seluruhnya saya dapat mengetahui kalau mereka mengalami kesembuhan, namun banyak diantaranya yang mengatakan kembali kepada saya bahwa mereka sudah sehat kembali.

Beberapa diantara mereka ada yang mencari kesembuhan ketempat lain setelah saya terapi, sehingga setelah sembuh justru mereka mempromosikan kepada saya bahwa bahwa tempat terapi yang terakhir dikunjungi manjur. Bahkan banyak sekali yang saya ketahui kalau telah sembuh setelah saya terapi, tetapi tidak memberitahukan kalau sembuh.

Keadaan ini dapat terjadi karena tindakan terapi terlihat sangat mudah, sepele dan ringan tanpa tenaga. Bahkan beberapa diantaranya melupakan pernah diterapi, sehingga saat mereka mengalami cedera dan terkilir lagi tidak meminta bantuan, sampai suatu saat sewaktu saya melihat dan menanyakan kenapa kesakitan mereka baru teringat dan langsung meminta bantuan. Mudah-mudahan mereka yang tidak tersembuhkan oleh bantuan terapi yang saya lakukan mendapatkan kesembuhan dari orang lain yang lebih ahli.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *