BONTANG, PARAGRAFNEWS.CO – Pemerintah Kota Bontang memaparkan sejumlah capaian pembangunan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Bontang, Senin (12/10/2026). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mencapai 83,04 pada 2025, sementara angka kemiskinan turun menjadi 3,21 persen.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memimpin upacara peringatan hari jadi yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Bontang. Tahun ini, peringatan HUT mengusung tema “Bontang Berbenah, Bertumbuh, dan Berdampak”.
Mengutip publikasi resmi Sekretariat Daerah Kota Bontang, Neni menyebut tema tersebut menjadi arah pembangunan daerah, meliputi pembenahan tata kelola pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan sektor ekonomi.
IPM Bontang Lampaui Angka Nasional
Salah satu capaian yang disampaikan dalam peringatan HUT ke-27 adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang yang mencapai 83,04 pada 2025.
Angka tersebut berada di atas IPM Kalimantan Timur yang tercatat sebesar 79,39 dan angka nasional sebesar 75,90, sebagaimana dilaporkan Sekretariat Daerah Kota Bontang.
Capaian ini menjadi salah satu indikator pembangunan manusia di Kota Bontang. Namun, pemerintah daerah tetap menghadapi tantangan untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Angka Kemiskinan Turun Jadi 3,21 Persen
Di sektor kesejahteraan masyarakat, Pemkot Bontang melaporkan penurunan angka kemiskinan dari 4,67 persen pada 2018 menjadi 3,21 persen pada 2025.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kota Bontang juga kembali positif. Setelah mengalami kontraksi sebesar minus 2,51 persen pada 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 3,21 persen pada 2025.
Data tersebut menjadi bagian dari capaian pembangunan yang dipaparkan pemerintah kota dalam momentum hari jadi Bontang.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan perlu terus diikuti dengan perluasan kesempatan kerja, peningkatan daya beli, serta pemerataan manfaat pembangunan agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
Pemkot Bontang Pertahankan Fokus Pelayanan Publik
Dalam sambutannya, Neni juga menyinggung kondisi anggaran daerah yang mengalami defisit. Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah daerah berupaya mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Kebijakan itu diarahkan untuk mendorong profesionalitas, inovasi, adaptivitas, dan integritas aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Neni turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kota Bontang.
“Mari bersama kita berbenah, bersama kita bertumbuh, dan bersama kita hadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan Kota Bontang yang kita cintai,” ujar Neni, dikutip dari publikasi Sekretariat Daerah Kota Bontang.
Bontang Raih Sejumlah Penghargaan
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-27, Pemkot Bontang juga menyampaikan sejumlah capaian di bidang pemerintahan dan pelayanan publik.
Salah satunya adalah skor DMS ASN sebesar 96,67 yang menempatkan Bontang sebagai yang terbaik di Regional VIII Kalimantan dan masuk 13 besar tingkat nasional.
Pemkot Bontang juga menyebut raihan Universal Health Coverage (UHC) Awards serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada 2026.
Sejumlah penghargaan turut diberikan kepada instansi dan wilayah berprestasi. Bapperida, Kelurahan Satimpo, dan SMP Negeri 6 menjadi penerima penghargaan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kelurahan Tanjung Laut Indah meraih predikat Kelurahan Terbersih dan Terhijau, sedangkan Kelurahan Gunung Elai menjadi pemenang Lomba Kelurahan. Sementara itu, BKPSDM meraih juara pertama dalam ajang GAGAS 2026.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Agus Haris, Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, Sekretaris Daerah Sony Suwito Adicahyono, Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, serta jajaran pejabat dan perwakilan organisasi perangkat daerah.
Memasuki usia ke-27, tantangan pembangunan Kota Bontang tidak hanya mempertahankan capaian statistik, tetapi juga memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan publik yang baik, kesempatan kerja, dan kesejahteraan yang lebih merata.
Sumber: Sekretariat Daerah Kota Bontang.