Kesehatan

Ciri-Ciri Asam Urat Tinggi yang Sering Muncul, Kenali Gejalanya

×

Ciri-Ciri Asam Urat Tinggi yang Sering Muncul, Kenali Gejalanya

Sebarkan artikel ini

Nyeri sendi yang datang tiba-tiba, bengkak, kemerahan, dan terasa panas dapat menjadi tanda gout. Namun, kadar asam urat tinggi tidak selalu berarti seseorang pasti mengalami serangan gout.

kenali asam urat tinggi
Ilustrasi serangan gout dengan nyeri dan peradangan pada persendian. / Paragrafnews.co

Asam urat sering dikaitkan dengan nyeri pada jempol kaki atau persendian. Keluhannya bisa muncul secara tiba-tiba, bahkan ketika seseorang sedang tidur atau baru bangun pada pagi hari.

Namun, penting membedakan antara kadar asam urat tinggi atau hiperurisemia dengan gout. Tidak setiap orang yang memiliki kadar asam urat tinggi akan mengalami serangan gout. Karena itu, gejala tidak sebaiknya digunakan untuk mendiagnosis diri sendiri.

Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, gout terjadi ketika kristal monosodium urat mengendap di jaringan dan dapat memicu peradangan hebat pada persendian.

Ciri-Ciri Asam Urat Tinggi yang Perlu Diketahui

Berikut sejumlah tanda yang sering ditemukan pada serangan gout, berdasarkan informasi kesehatan yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan RI.

1. Nyeri sendi muncul tiba-tiba

Salah satu tanda yang paling khas adalah nyeri sendi yang muncul secara mendadak dan terasa sangat kuat.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa serangan gout biasanya datang tiba-tiba dan dapat menimbulkan nyeri yang intens. Keluhan tersebut sering mengenai satu sendi pada satu waktu, terutama di bagian kaki.

Nyeri bahkan dapat berkembang dalam hitungan jam. Pada serangan akut, rasa sakit biasanya paling berat pada fase awal sebelum kemudian berangsur mereda.

Karena itu, nyeri sendi mendadak yang sebelumnya tidak pernah dirasakan perlu diperhatikan, terutama jika disertai pembengkakan dan kemerahan.

2. Sendi membengkak

Selain nyeri, persendian yang mengalami serangan gout dapat terlihat membengkak.

Menurut Kementerian Kesehatan, penumpukan kristal urat pada persendian dapat memicu respons peradangan. Kondisi tersebut menyebabkan area yang terkena menjadi bengkak, nyeri, dan terasa panas.

Pembengkakan biasanya terjadi pada sendi yang sedang mengalami peradangan dan dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman.

3. Kulit di sekitar sendi menjadi merah

Ciri lain yang dapat menyertai serangan gout adalah kemerahan pada kulit di sekitar sendi.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan mencatat kemerahan sebagai salah satu tanda yang dapat muncul bersama nyeri, pembengkakan, dan rasa panas pada persendian.

Kemerahan tersebut merupakan bagian dari proses peradangan yang terjadi pada area sendi.

4. Sendi terasa panas

Persendian yang mengalami serangan gout juga dapat terasa lebih hangat atau panas dibandingkan bagian tubuh di sekitarnya.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa penumpukan kristal urat dapat menyebabkan peradangan sehingga muncul kombinasi gejala berupa nyeri, bengkak, kemerahan, dan rasa panas pada sendi.

Jika rasa panas tersebut muncul bersamaan dengan nyeri hebat dan pembengkakan, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Jempol Kaki Sering Terkena, tetapi Bukan Satu-Satunya

Banyak orang mengenal asam urat melalui keluhan nyeri pada jempol kaki. Memang, sendi jempol kaki merupakan salah satu lokasi yang paling sering terkena gout.

Namun, bukan berarti gout hanya menyerang jempol kaki.

Menurut Kementerian Kesehatan, serangan juga dapat mengenai pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan hingga jari-jari tangan.

Karena itu, nyeri hebat pada persendian tidak sebaiknya langsung disebut sebagai asam urat hanya berdasarkan lokasinya.

Mengapa Asam Urat Bisa Menyebabkan Nyeri Hebat?

Secara sederhana, asam urat merupakan hasil metabolisme purin. Dalam kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan sebagian besar dikeluarkan melalui urine oleh ginjal.

Menurut Kementerian Kesehatan, apabila tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya secara efektif, kadar asam urat dapat meningkat. Pada kondisi tertentu, kristal urat kemudian dapat terbentuk dan mengendap di sekitar persendian.

Kristal tersebut memicu reaksi peradangan. Inilah yang kemudian dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas pada sendi.

Tidak Semua Asam Urat Tinggi Berarti Gout

Ini bagian yang penting.

Kadar asam urat tinggi tidak otomatis berarti seseorang sedang mengalami gout.

Seseorang dapat mengalami hiperurisemia tanpa gejala. Sebaliknya, ketika seseorang mengalami keluhan khas pada sendi, dokter perlu menilai berbagai kemungkinan penyebab sebelum menentukan diagnosis.

Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa keluhan akibat gout dapat menyerupai penyakit radang sendi lainnya. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.

Dengan kata lain, hasil pemeriksaan laboratorium dan gejala perlu dilihat secara keseluruhan, bukan berdiri sendiri.

Apakah Asam Urat Bisa Normal Saat Sedang Nyeri?

Bisa.

Salah satu hal yang sering membuat orang bingung adalah hasil pemeriksaan asam urat yang tidak tinggi ketika sedang mengalami serangan nyeri sendi.

Informasi Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa kadar asam urat yang normal tidak selalu menyingkirkan kemungkinan gout ketika serangan akut sedang berlangsung. Karena itu, hasil satu kali pemeriksaan tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan atau menyingkirkan diagnosis.

Hal ini menjadi alasan mengapa pemeriksaan dan penilaian tenaga medis tetap penting, terutama apabila gejala sangat khas atau berulang.

Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko

Kadar asam urat dan risiko gout dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Kementerian Kesehatan mencatat sejumlah faktor yang dapat berhubungan dengan meningkatnya risiko gout, antara lain:

  • konsumsi makanan tinggi purin;
  • konsumsi alkohol;
  • berat badan berlebih atau obesitas;
  • gangguan fungsi ginjal;
  • diabetes dan gangguan metabolik tertentu;
  • tekanan darah tinggi;
  • riwayat keluarga;
  • serta penggunaan obat-obatan tertentu.

Makanan dengan kandungan purin tinggi yang disebut dalam informasi Kementerian Kesehatan antara lain jeroan serta sejumlah makanan laut seperti ikan teri, sarden, kerang dan beberapa jenis ikan lainnya.

Namun, faktor makanan bukan satu-satunya penyebab. Kondisi tubuh dan kemampuan ginjal dalam membuang asam urat juga berperan.

Jika Sudah Berulang, Jangan Hanya Menunggu Nyeri Hilang

Serangan gout dapat mereda, tetapi bukan berarti masalah yang mendasarinya otomatis selesai.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa gout yang berlangsung lama dan mengalami serangan berulang dapat menyebabkan masalah pada persendian. Pada kondisi kronis, dapat terbentuk tofus, yaitu endapan kristal urat pada jaringan.

Karena itu, seseorang yang berkali-kali mengalami nyeri sendi mendadak sebaiknya tidak hanya mengandalkan obat pereda nyeri atau menunggu keluhan hilang sendiri.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan memang berkaitan dengan gout atau terdapat penyebab lain.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Kementerian Kesehatan menyarankan pemeriksaan medis apabila seseorang mengalami nyeri hebat yang muncul tiba-tiba pada persendian, terlebih jika disertai demam, pembengkakan, kemerahan, atau rasa panas pada sendi.

Pemeriksaan menjadi semakin penting apabila:

  • nyeri sangat hebat dan mengganggu aktivitas;
  • sendi tiba-tiba membengkak;
  • keluhan sering kambuh;
  • terdapat demam atau kondisi tubuh terasa tidak biasa;
  • nyeri tidak membaik;
  • atau keluhan muncul untuk pertama kalinya.

Jangan menganggap setiap nyeri sendi sebagai asam urat karena beberapa penyakit lain dapat menimbulkan keluhan yang mirip.

Bagaimana Dokter Memastikan Gout?

Untuk menentukan penyebab keluhan, tenaga medis dapat mempertimbangkan riwayat gejala, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.

Menurut Kementerian Kesehatan, pemeriksaan dapat mencakup pengukuran kadar asam urat darah. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan cairan sendi untuk mencari kristal monosodium urat.

Artinya, tes darah bukan satu-satunya pertimbangan dalam diagnosis gout.

Dokter akan melihat keseluruhan kondisi pasien sebelum menentukan diagnosis dan penanganan.

Jangan Hanya Berpatokan pada Angka

Mengetahui kadar asam urat memang penting, tetapi angka laboratorium sebaiknya tidak dibaca secara terpisah dari kondisi tubuh.

Artikel sebelumnya di Paragrafnews.co telah membahas asam urat normal, termasuk rentang kadar yang menjadi salah satu acuan dan alasan mengapa hasil pemeriksaan perlu dipahami sesuai konteks.

Jika pembaca memiliki hasil pemeriksaan dengan kadar asam urat tinggi, langkah berikutnya bukan langsung menyimpulkan bahwa dirinya terkena gout. Gejala, riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, kondisi ginjal, pola makan, dan hasil pemeriksaan lain dapat menjadi bagian dari penilaian medis.

Kesimpulan

Ciri-ciri asam urat tinggi yang sudah menimbulkan gout dapat berupa nyeri sendi hebat yang muncul tiba-tiba, pembengkakan, kemerahan, rasa panas, serta keterbatasan gerak pada sendi yang terkena.

Jempol kaki merupakan lokasi yang sering mengalami serangan, tetapi gout juga dapat menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan maupun jari-jari.

Yang tidak kalah penting, asam urat tinggi tidak selalu berarti gout. Sebaliknya, kadar asam urat yang tidak tinggi pada satu pemeriksaan juga tidak selalu menyingkirkan gout saat serangan akut.

Karena itu, apabila mengalami nyeri sendi hebat yang muncul mendadak, terutama jika disertai bengkak, kemerahan, panas atau demam, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan menjadi langkah yang lebih tepat daripada melakukan diagnosis sendiri.

Catatan kesehatan: Artikel ini disusun sebagai informasi edukatif berdasarkan sumber kesehatan pemerintah dan bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, atau konsultasi langsung dengan dokter/tenaga kesehatan.

Sumber:

  • Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — informasi tentang asam urat dan gout.
  • Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — “Tanda dan Gejala Asam Urat Tinggi, Perlu Diwaspadai!”.
  • Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI — topik Asam Urat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *