Kesehatan

Asam Urat Normal Berapa? Ini Batas Kadar dan Kapan Harus Waspada

×

Asam Urat Normal Berapa? Ini Batas Kadar dan Kapan Harus Waspada

Sebarkan artikel ini

Asam urat normal berapa? Pertanyaan ini sering muncul setelah seseorang mendapatkan hasil pemeriksaan darah atau mulai merasakan nyeri pada persendian. Angka pada hasil laboratorium memang penting diperhatikan, tetapi kadar asam urat tidak sebaiknya dibaca sendirian untuk menentukan apakah seseorang mengalami penyakit gout.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa asam urat merupakan hasil metabolisme purin. Dalam kondisi normal, asam urat terutama dikeluarkan melalui ginjal dan urine. Jika produksinya berlebihan atau pembuangannya terganggu, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat. (Kemenkes RI)

Asam Urat Normal Berapa?

Menurut SATUSEHAT Platform Kementerian Kesehatan RI, rentang rujukan pemeriksaan asam urat yang tercantum dalam terminologi skrining penyakit tidak menular adalah:

  • Laki-laki: 3,5–7,0 mg/dL
  • Perempuan: 2,6–6,0 mg/dL

Dalam tabel tersebut, hasil 7,1 mg/dL atau lebih pada laki-laki dan 6,1 mg/dL atau lebih pada perempuan masuk kategori tinggi dalam interpretasi pemeriksaan tersebut.

Namun, pembaca tetap perlu melihat nilai rujukan yang tercantum pada hasil laboratorium masing-masing, karena rentang rujukan dapat berbeda bergantung pada metode dan laboratorium yang digunakan.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan juga memuat rentang 3,5–7 mg/dL pada laki-laki dan 2,6–6 mg/dL pada perempuan dalam materi edukasi mengenai asam urat.

Kadar Asam Urat Tinggi Apakah Pasti Gout?

Belum tentu.

Kadar asam urat yang tinggi disebut hiperurisemia, tetapi kondisi tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami gout atau serangan asam urat.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan terbentuknya kristal yang kemudian menumpuk pada persendian dan memicu peradangan. Dengan demikian, pemeriksaan kadar asam urat perlu dilihat bersama keluhan dan pemeriksaan klinis.

Artinya, hasil pemeriksaan darah yang berada di atas nilai rujukan sebaiknya tidak langsung digunakan untuk menyimpulkan sendiri bahwa seseorang menderita gout.

Apa Ciri-Ciri Serangan Gout?

Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, beberapa tanda yang dapat muncul pada gout antara lain:

  • Nyeri hebat yang muncul secara mendadak.
  • Pembengkakan pada sendi.
  • Sendi tampak kemerahan.
  • Sendi terasa panas.
  • Nyeri sering mengenai ibu jari kaki.
  • Keluhan juga dapat terjadi pada pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan atau jari tangan.

Kemenkes menyebut serangan gout dapat terjadi secara akut dan sering mengenai satu sendi pada satu waktu, terutama pada pangkal ibu jari kaki.

Pada kondisi yang berlangsung lama, endapan kristal asam urat juga dapat membentuk tofus, yaitu benjolan akibat penumpukan kristal di jaringan sekitar sendi.

Kenapa Asam Urat Bisa Naik?

Menurut Kemenkes, peningkatan kadar asam urat dapat terjadi ketika tubuh menghasilkan asam urat terlalu banyak atau kemampuan tubuh, terutama ginjal, untuk membuangnya berkurang.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Makanan tinggi purin

Kementerian Kesehatan menyebut sejumlah makanan dengan kandungan purin tinggi, antara lain jeroan, kerang, kepiting dan ikan teri. Konsumsi makanan tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat dan menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan gout.

2. Gangguan fungsi ginjal

Ginjal berperan dalam membuang asam urat melalui urine. Jika fungsi pembuangan terganggu, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat.

3. Berat badan berlebih dan kondisi metabolik

Kemenkes juga mencatat sejumlah kondisi, termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit ginjal, sebagai faktor yang dapat berkaitan dengan risiko gout.

4. Obat tertentu

Penggunaan beberapa jenis obat dapat memengaruhi kadar asam urat. Karena itu, seseorang yang mengonsumsi obat secara rutin sebaiknya tidak menghentikan atau mengubah dosis obat sendiri hanya karena melihat hasil pemeriksaan asam urat.

Konsultasikan perubahan obat dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Apakah Asam Urat Normal Berarti Bebas Gout?

Tidak selalu.

Ini salah satu hal penting yang sering disalahpahami.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan mencatat bahwa kadar asam urat dapat berada dalam rentang normal ketika seseorang sedang mengalami serangan gout akut. Karena itu, satu hasil pemeriksaan darah tidak selalu cukup untuk memastikan atau menyingkirkan gout.

Dalam proses diagnosis, dokter dapat mempertimbangkan gejala, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Kemenkes menyebut pemeriksaan cairan sendi dapat dilakukan pada kondisi tertentu untuk mencari kristal monosodium urat.

Makanan Apa yang Perlu Diperhatikan?

Bagi orang yang memiliki masalah asam urat atau gout, pola makan merupakan salah satu bagian yang perlu diperhatikan.

Kemenkes menyebut makanan tinggi purin seperti jeroan, kerang, kepiting dan ikan teri sebagai contoh makanan yang perlu dibatasi atau diperhatikan.

Namun, informasi tersebut bukan berarti semua orang harus menghilangkan seluruh sumber protein dari menu harian.

Pola makan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Bila seseorang sudah mendapatkan diagnosis gout atau memiliki penyakit lain seperti gangguan ginjal, pengaturan makanan sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi.

Bagaimana Cara Menjaga Kadar Asam Urat?

Kementerian Kesehatan memasukkan perubahan gaya hidup sebagai bagian dari penatalaksanaan nonfarmakologis gout. Pengelolaan juga perlu memperhatikan penyakit penyerta seperti hipertensi, gangguan lemak darah dan diabetes.

Langkah yang dapat dibahas bersama tenaga kesehatan antara lain:

  • Menjaga berat badan tetap sehat.
  • Memperhatikan konsumsi makanan tinggi purin.
  • Menjaga pola makan seimbang.
  • Mencukupi kebutuhan cairan sesuai kondisi tubuh.
  • Menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
  • Melakukan pemeriksaan bila memiliki keluhan atau faktor risiko.
  • Mengikuti terapi yang diberikan dokter jika sudah mendapatkan diagnosis.

Yang perlu digarisbawahi, perubahan pola makan tidak selalu menggantikan pengobatan medis pada orang yang telah mengalami gout dan membutuhkan terapi untuk mengendalikan kadar asam urat jangka panjang.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Pembaca sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan medis jika mengalami nyeri sendi yang muncul tiba-tiba, terutama apabila disertai pembengkakan, kemerahan dan rasa panas pada sendi.

Pemeriksaan juga penting apabila keluhan berulang atau hasil laboratorium menunjukkan kadar asam urat berada di atas nilai rujukan.

Kemenkes menjelaskan bahwa diagnosis gout tidak hanya berdasarkan angka asam urat, tetapi dapat membutuhkan penilaian gejala, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tertentu.

Kesimpulan

Asam urat normal berapa? Berdasarkan rentang rujukan yang tercantum pada SATUSEHAT Kementerian Kesehatan RI, kadar normal berada pada 3,5–7,0 mg/dL untuk laki-laki dan 2,6–6,0 mg/dL untuk perempuan.

Meski demikian, angka tersebut tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk mendiagnosis gout. Kondisi seseorang perlu dilihat bersama gejala, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium dan, bila diperlukan, pemeriksaan lainnya.

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan sumber Kementerian Kesehatan RI. Artikel bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan atau konsultasi langsung dengan dokter maupun tenaga kesehatan.

Sumber

  • Kementerian Kesehatan RI – SATUSEHAT Platform
  • Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI
  • Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan – RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro
  • Kementerian Kesehatan RI – Ayo Sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *