Samudra Pasifik – Bayangkan Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian sekitar 8.849 meter, dimasukkan ke dalam lautan. Sekilas, ukurannya sudah sangat luar biasa. Namun, ada satu tempat di Bumi yang bahkan mampu menenggelamkan seluruh gunung tersebut tanpa membuat puncaknya menyentuh permukaan air.
Tempat itu adalah Palung Mariana, tepatnya Challenger Deep, yang dikenal sebagai titik terdalam lautan di planet Bumi.
Berdasarkan pengukuran ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Deep Sea Research Part I pada 2021 dan tersimpan di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), kedalaman Challenger Deep mencapai sekitar 10.935 meter di bawah permukaan laut.
Angka tersebut membuatnya lebih dalam sekitar 2.086 meter dibandingkan ketinggian Gunung Everest.
Artinya, jika Gunung Everest diletakkan di dasar Challenger Deep, puncaknya masih akan berada sekitar dua kilometer di bawah permukaan laut.
Perbandingan ini memberikan gambaran betapa ekstremnya kedalaman lautan yang selama ini masih menyimpan banyak misteri bagi manusia.
Challenger Deep, Jurang Terdalam di Planet Bumi
Palung Mariana berada di Samudra Pasifik bagian barat, tidak jauh dari Kepulauan Mariana dan Guam.
baca juga: Mengejutkan! Ada Tempat di Bumi yang Lebih Dingin dari Mars, Suhunya Tembus -89,2 Derajat Celsius
Palung ini terbentuk melalui proses geologi yang disebut subduksi, yakni ketika satu lempeng tektonik bergerak menyusup ke bawah lempeng lainnya.
Bagian terdalamnya dikenal dengan nama Challenger Deep. Nama tersebut diambil dari kapal penelitian Inggris, HMS Challenger, yang melakukan pengukuran kedalaman laut di kawasan tersebut pada abad ke-19.
Kedalaman Challenger Deep bukan angka yang mudah dipastikan. Pengukurannya membutuhkan teknologi khusus karena tekanan, kondisi air, serta karakteristik dasar laut dapat memengaruhi hasil pengukuran.
NOAA mencatat pengukuran terbaru yang dipublikasikan pada 2021 menunjukkan kedalaman sekitar 10.935 meter, dengan tingkat ketidakpastian pengukuran sekitar enam meter.
Kawasan ini menjadi salah satu lingkungan paling ekstrem yang pernah dipelajari manusia.
Tekanan Air Bisa Mencapai Lebih dari 1.000 Kali Tekanan Permukaan
Semakin dalam seseorang menyelam, semakin besar tekanan air yang diterima tubuh.
Di dasar Challenger Deep, tekanan diperkirakan mencapai sekitar 1.080 atmosfer atau lebih dari 1.000 kali tekanan udara di permukaan laut.
Menurut NOAA, tekanan tersebut setara dengan sekitar 16.000 pound per inci persegi.
Sebagai gambaran sederhana, tekanan ekstrem ini kerap dianalogikan seperti seekor gajah yang berdiri di atas ibu jari manusia.
Namun, tekanan di kedalaman tersebut bukan sekadar persoalan berat air. Tekanan hidrostatik bekerja dari segala arah sehingga dapat merusak struktur benda yang tidak dirancang untuk menahannya.
Itulah sebabnya kapal selam biasa tidak mungkin begitu saja menjelajahi kedalaman Challenger Deep.
Kendaraan bawah laut yang digunakan harus memiliki rancangan khusus, material berteknologi tinggi, serta sistem keselamatan yang mampu menghadapi tekanan luar biasa.
Ternyata Ada Makhluk Hidup yang Bertahan di Sana
Hal paling mengejutkan dari Palung Mariana bukan hanya kedalamannya, melainkan kenyataan bahwa kehidupan tetap ditemukan di lingkungan yang tampaknya tidak memungkinkan bagi sebagian besar makhluk hidup.
Berbagai organisme laut dalam telah ditemukan di zona hadal, yaitu kawasan laut dengan kedalaman lebih dari 6.000 meter.
Salah satunya adalah amphipoda, sejenis krustasea kecil yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap tekanan tinggi.
Selain itu, penelitian juga menemukan berbagai organisme seperti teripang laut, cacing laut, dan mikroorganisme yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrem.
Menurut Smithsonian Ocean, sejumlah krustasea laut dalam, termasuk Hirondellea gigas, diketahui hidup di kawasan Palung Mariana.
Makhluk-makhluk tersebut memiliki mekanisme biologis yang berbeda dari organisme yang hidup di perairan dangkal.
Mereka mampu menyesuaikan fungsi sel dan metabolisme tubuh agar tetap bekerja di bawah tekanan yang sangat tinggi.
Kehidupan di kedalaman ini juga tidak bergantung pada cahaya matahari seperti ekosistem di permukaan. Sumber makanan dapat berasal dari material organik yang tenggelam dari lapisan laut di atasnya.
Manusia Pernah Mencapai Dasar Laut Terdalam
Meski sangat sulit dijangkau, manusia telah berhasil mencapai Challenger Deep menggunakan kendaraan selam khusus.
Salah satu pencapaian bersejarah terjadi pada 23 Januari 1960, ketika Jacques Piccard dan Don Walsh menyelam menggunakan kapal selam bathyscaphe Trieste.
Lebih dari lima dekade kemudian, pada 2012, sutradara sekaligus penjelajah James Cameron melakukan penyelaman solo ke Challenger Deep menggunakan kendaraan selam Deepsea Challenger.
Ekspedisi tersebut membuka kesempatan lebih besar bagi para ilmuwan untuk mempelajari lingkungan laut terdalam.
Penelitian terhadap kawasan ini masih terus berlangsung karena sebagian besar dasar laut dunia belum dipetakan secara terperinci.
Lautan Masih Menyimpan Banyak Misteri
Palung Mariana menjadi pengingat bahwa planet Bumi masih memiliki banyak wilayah yang belum sepenuhnya dipahami manusia.
Di atas permukaan, manusia mampu membangun gedung pencakar langit, menjelajahi ruang angkasa, hingga mengirim wahana ke planet lain.
Namun, untuk mencapai dasar lautan terdalam di Bumi sendiri, manusia masih membutuhkan teknologi yang sangat kompleks.
Kedalaman hampir 11 kilometer, tekanan lebih dari 1.000 atmosfer, serta kehidupan organisme yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrem menjadikan Challenger Deep salah satu tempat paling menakjubkan di planet ini.
Satu hal yang pasti, lautan bukan sekadar hamparan air biru yang terlihat dari permukaan. Di bawahnya terdapat dunia lain yang gelap, dingin, penuh tekanan, tetapi tetap menyimpan kehidupan.