Israel terus membombardir lewat serangan udaranya diseluruh wilayah Gaza, Palestina.
Para pejabat Gaza mengatakan 44 warga Palestina tewas, termasuk 15 anak-anak pada Minggu (7/8).
Sementara itu Israel menyalahkan Jihad Islam atas kematian 5 anak-anak di sebuah kamp pengungsi.
Israel berdalih bahwa serangannya sejak Jumat merupakan operasi militer dengan menargetkan Jihad Islam.
Serangan tersebut merupakan terbesar antara Israel dan Gaza sejak konflik 11 hari pada Mei 2021 yang menewaskan lebih dari 200 warga Palestina dan selusin warga Israel.
Israel-Gaza Gencatan Senjata
Gencatan senjata yang ditengahi Mesir antara Israel dan Jihad Islam di Jalur Gaza mulai berlaku pada pukul 23.30 Minggu malam setelah 3 hari pertempuran.
Gencatan senjata yang ditengahi Mesir antara Israel dan organisasi militan Jihad Islam Palestina (PIJ) di Jalur Gaza mulai berlaku pada Minggu malam setelah tiga hari pertempuran.
Gencatan senjata, yang telah dikonfirmasi oleh kedua belah pihak, mulai berlaku pada pukul 11:30 malam (2030 GMT) pada hari Minggu, dan mengikuti operasi militer Israel yang ditargetkan yang menewaskan beberapa anggota PIJ berpangkat tinggi di Jalur Gaza, termasuk kepala militer Taisir al-Jabari. dan Komandan selatan Jihad Islam, Khaled Mansour.
PIJ mengatakan pihaknya bersikeras pada haknya “untuk menanggapi setiap agresi Israel.” Israel juga menekankan bahwa mereka “mempertahankan hak untuk menanggapi dengan keras” jika gencatan senjata dilanggar.
The Times of Israel melaporkan bahwa sistem pertahanan Iron Dome negara itu mencegat proyektil yang diluncurkan dari Gaza beberapa menit setelah gencatan senjata mulai berlaku.
Baca juga di Google News disini >>
kaje/red