DuniaLifestyle

8 Fakta Yakuza yang Jarang Diketahui: Sejarah, Tato, Yubitsume hingga Kondisinya Sekarang

×

8 Fakta Yakuza yang Jarang Diketahui: Sejarah, Tato, Yubitsume hingga Kondisinya Sekarang

Sebarkan artikel ini

PARAGRAFNEWS.CO — Yakuza selama puluhan tahun menjadi salah satu nama yang paling dikenal ketika membicarakan kejahatan terorganisasi di Jepang. Kelompok ini kerap muncul dalam film, serial televisi, manga hingga pemberitaan internasional dengan gambaran khas: tato tubuh besar, hubungan hierarkis, loyalitas kepada kelompok dan tradisi yubitsume atau pemotongan ruas jari.

Namun, gambaran populer tersebut tidak sepenuhnya menjelaskan bagaimana kelompok yang dalam istilah resmi Jepang disebut boryokudan itu berkembang dan berubah.

baca juga: Chloé Jafé Menembus Dunia Yakuza Jepang, Mengungkap Kehidupan Perempuan di Balik Sindikat yang Tertutup

Kepolisian Nasional Jepang atau National Police Agency (NPA) menyebut boryokudan sebagai istilah yang umum dikenal sebagai Yakuza. Dalam kerangka hukum Jepang, istilah tersebut merujuk pada organisasi yang dinilai dapat memfasilitasi anggotanya melakukan tindakan kekerasan ilegal secara kolektif atau berulang.

Menariknya, jumlah mereka kini jauh lebih kecil dibanding masa puncaknya. Data NPA menunjukkan jumlah anggota dan anggota terkait boryokudan terus menurun dan pada akhir 2024 berada di angka sekitar 18.800 orang, menjadi jumlah terendah sejak Undang-Undang Anti-Boryokudan diberlakukan pada 1992.

Lantas, apa sebenarnya Yakuza dan bagaimana perkembangannya?

Berikut delapan fakta penting yang perlu diketahui.

1. Yakuza dan Boryokudan Sering Dipakai untuk Merujuk pada Kelompok yang Sama

Di luar Jepang, istilah Yakuza lebih populer. Sementara dalam terminologi kepolisian Jepang, istilah yang digunakan adalah boryokudan.

NPA menjelaskan bahwa boryokudan secara umum dikenal sebagai Yakuza. Definisi hukumnya berkaitan dengan organisasi yang memungkinkan anggotanya melakukan tindakan kekerasan ilegal secara kolektif atau berulang.

Karena itu, penggunaan istilah Yakuza dalam pemberitaan sebaiknya tidak dilepaskan dari konteks hukum dan sosial Jepang.

Istilah boryokudan juga penting karena pemerintah Jepang menggunakan kerangka hukum khusus untuk membatasi aktivitas organisasi tersebut dan melakukan pemberantasan terhadap aktivitas ilegalnya.

2. Sejarahnya Berhubungan dengan Kelompok Tradisional Jepang

Sejarah kelompok yang kemudian berkembang menjadi organisasi boryokudan tidak berlangsung dalam satu periode singkat.

Kepolisian Jepang dalam berbagai laporan sejarah mencatat keberadaan kelompok-kelompok seperti bakuto, yang berkaitan dengan perjudian, serta tekiya, kelompok pedagang atau pekerja di lingkungan pasar, festival dan kegiatan keramaian.

Setelah Perang Dunia II, berbagai kelompok lama maupun kelompok baru berkembang di tengah perubahan sosial dan ekonomi Jepang. NPA mencatat bahwa kelompok-kelompok tersebut kemudian mengalami perubahan bentuk, aktivitas dan sumber pendapatan.

Karena itu, sejarah Yakuza tidak tepat jika hanya digambarkan sebagai satu organisasi tunggal yang muncul pada satu tanggal tertentu.

3. Jumlah Yakuza Pernah Mencapai Lebih dari 180 Ribu Orang

Salah satu fakta yang sering mengejutkan adalah perbedaan antara jumlah anggota pada masa lalu dan sekarang.

Data NPA menunjukkan bahwa jumlah anggota dan anggota terkait boryokudan pernah mencapai sekitar 184.100 orang pada 1963. Setelah mengalami beberapa perubahan, jumlah tersebut kemudian mengalami penurunan panjang.

Data terbaru memperlihatkan skala yang jauh berbeda.

Pada akhir 2024, NPA mencatat jumlah anggota dan anggota terkait boryokudan sekitar 18.800 orang, terdiri dari sekitar 9.900 anggota dan 8.900 anggota terkait atau associate members.

Artinya, angka sejarah dan kondisi sekarang tidak bisa dicampur dalam satu gambaran.

Penurunan tersebut menurut NPA berkaitan antara lain dengan penegakan hukum dan semakin luasnya upaya mengisolasi kelompok boryokudan dari kehidupan sosial dan ekonomi.

4. Tato Memang Menjadi Salah Satu Ciri yang Melekat pada Citra Yakuza

Tato tubuh besar atau irezumi telah lama diasosiasikan dengan budaya Yakuza dalam pemberitaan dan budaya populer.

Namun, penting untuk tidak menganggap setiap orang bertato di Jepang sebagai anggota Yakuza.

Hubungan antara tato dan kelompok kriminal tersebut juga memiliki konteks sejarah yang panjang. Dalam catatan kepolisian Jepang pada masa lalu, tato disebut sebagai salah satu kebiasaan yang ditemukan di kalangan anggota kelompok tersebut.

Karena tato dapat diasosiasikan dengan Yakuza, stigma sosial terhadap tato di Jepang juga memiliki sejarah yang panjang.

Itulah sebabnya gambaran Yakuza dengan tubuh penuh tato memang memiliki dasar historis, tetapi tidak berarti tato secara otomatis menunjukkan keanggotaan seseorang dalam organisasi kriminal.

5. Yubitsume atau Potong Jari Merupakan Tradisi Hukuman Internal yang Historis

Salah satu kisah paling terkenal mengenai Yakuza adalah yubitsume, yaitu pemotongan sebagian ruas jari.

Tradisi tersebut bukan sekadar simbol dalam film. Catatan historis kepolisian Jepang menyebut praktik yubitsume sebagai salah satu bentuk hukuman atau permintaan pertanggungjawaban dalam lingkungan kelompok tersebut.

Dalam sejarahnya, praktik tersebut memiliki beberapa konteks, termasuk sebagai bentuk permintaan maaf atau hukuman terhadap anggota yang melakukan pelanggaran.

Namun, praktik tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari sejarah dan budaya internal kelompok, bukan sebagai gambaran bahwa setiap anggota Yakuza modern pasti melakukan atau mengalami yubitsume.

6. Yakuza Tidak Hanya Dikaitkan dengan Kejahatan Jalanan

Gambaran tentang Yakuza sering kali terbatas pada kekerasan, perjudian atau aktivitas jalanan.

Dalam perkembangan sejarahnya, aktivitas kelompok boryokudan jauh lebih luas.

NPA menyebut kelompok tersebut melakukan berbagai aktivitas tidak sah untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Polisi Jepang juga mencatat bahwa sumber pendapatan mereka telah mengalami diversifikasi, termasuk penipuan dan keterlibatan dalam transaksi bisnis tertentu.

Dalam laporan mengenai kondisi kejahatan terorganisasi 2024, NPA mencatat bahwa tindak pidana yang menyebabkan anggota boryokudan ditangkap antara lain pelanggaran undang-undang narkotika, penipuan, penganiayaan dan pencurian.

Ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai Yakuza modern tidak cukup hanya melihatnya sebagai kelompok yang identik dengan kekerasan fisik.

7. Jepang Memiliki Undang-Undang Khusus untuk Membatasi Aktivitas Boryokudan

Jepang memiliki Anti-Boryokudan Act, sebuah kerangka hukum yang digunakan untuk membatasi aktivitas kelompok yang dikategorikan sebagai boryokudan.

Kepolisian Jepang menyatakan bahwa penegakan hukum terhadap boryokudan dilakukan melalui penindakan terhadap aktivitas ilegal sekaligus berbagai upaya untuk menjauhkan kelompok tersebut dari masyarakat.

Kerangka tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan posisi Yakuza di Jepang.

NPA mencatat bahwa sejak penerapan Undang-Undang Anti-Boryokudan pada 1992, jumlah anggota boryokudan terus mengalami penurunan dalam jangka panjang.

Dengan demikian, kondisi Yakuza saat ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pemerintah dan kepolisian Jepang selama beberapa dekade.

8. Yakuza Masih Ada, tetapi Jumlahnya Terus Menurun

Ini mungkin fakta paling penting untuk memahami Yakuza saat ini.

Yakuza belum hilang dari Jepang.

NPA mencatat bahwa pada akhir 2024 masih terdapat sekitar 18.800 anggota dan anggota terkait boryokudan. Jumlah itu merupakan yang terendah sejak berlakunya Undang-Undang Anti-Boryokudan pada 1992.

Pada 1 Juni 2025, NPA mencatat terdapat 25 kelompok yang ditetapkan sebagai designated boryokudan berdasarkan ketentuan hukum Jepang.

NPA juga mencatat bahwa enam kelompok utama dan kelompok terkaitnya masih mencakup lebih dari 70 persen keseluruhan anggota dan anggota terkait boryokudan pada akhir 2024.

Dengan kata lain, narasi bahwa Yakuza sudah tidak ada tidak sesuai dengan data resmi. Yang berubah adalah skala, jumlah anggota dan cara kelompok tersebut menghadapi tekanan hukum serta perubahan sosial-ekonomi Jepang.

Mengapa Jumlah Yakuza Terus Menurun?

Penurunan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba.

NPA mengaitkannya dengan penindakan kepolisian yang berkelanjutan, kebijakan pemberantasan boryokudan, serta semakin banyaknya anggota yang meninggalkan kelompok.

Pada 2024, NPA mencatat 55 organisasi boryokudan dibubarkan atau dihancurkan, dengan 98 anggota dari organisasi tersebut tercatat sebagai anggota pada saat pembubaran atau kehancuran organisasi.

Di sisi lain, aktivitas kejahatan terorganisasi juga berubah.

NPA menyebut aktivitas boryokudan semakin beragam dan dalam beberapa kasus menjadi lebih tersembunyi. Karena itu, kepolisian Jepang meningkatkan pengumpulan dan analisis informasi terkait aktivitas pendanaan serta jaringan kejahatan terorganisasi.

Jadi, Apakah Yakuza Masih Ada?

Ya.

Tetapi data resmi Jepang menunjukkan bahwa ukuran kelompok tersebut telah mengalami penurunan drastis dibanding beberapa dekade lalu.

Pada 1963, jumlah anggota dan anggota terkait boryokudan tercatat sekitar 184.100 orang. Pada akhir 2024, jumlahnya sekitar 18.800 orang.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa Yakuza yang dikenal melalui film dan budaya populer tidak sepenuhnya sama dengan kondisi organisasi kriminal Jepang saat ini.

Karena itu, ketika membahas Yakuza, penting membedakan antara mitos budaya populer, sejarah kelompok kriminal, istilah hukum Jepang dan data resmi kepolisian.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Dicari tentang Yakuza

Apa itu Yakuza?

Yakuza merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebut kelompok boryokudan Jepang. NPA menggunakan istilah boryokudan dalam konteks hukum dan penegakan terhadap kelompok yang berkaitan dengan aktivitas kekerasan ilegal secara kolektif atau berulang.

Apakah Yakuza masih ada pada 2026?

Ya. Data resmi terbaru yang tersedia dari NPA menunjukkan bahwa pada akhir 2024 masih terdapat sekitar 18.800 anggota dan anggota terkait boryokudan. Per 1 Juni 2025 terdapat 25 kelompok yang berstatus designated boryokudan.

Apakah semua orang bertato di Jepang adalah Yakuza?

Tidak. Tato merupakan bagian dari sejarah dan citra yang melekat pada Yakuza, tetapi keberadaan tato pada seseorang tidak dapat dijadikan bukti bahwa orang tersebut merupakan anggota Yakuza.

Apa itu yubitsume?

Yubitsume adalah praktik pemotongan sebagian ruas jari yang secara historis dikaitkan dengan hukuman atau permintaan maaf dalam lingkungan kelompok Yakuza. Praktik tersebut merupakan bagian dari sejarah kelompok dan tidak boleh dianggap sebagai ciri yang pasti dialami semua anggota.

Berapa jumlah Yakuza sekarang?

NPA mencatat sekitar 18.800 anggota dan anggota terkait boryokudan pada akhir 2024, angka terendah sejak Undang-Undang Anti-Boryokudan berlaku pada 1992.

Berapa kelompok Yakuza yang ditetapkan pemerintah Jepang?

Per 1 Juni 2025, NPA mencatat 25 kelompok sebagai designated boryokudan berdasarkan Undang-Undang Anti-Boryokudan.

Kesimpulan

Yakuza bukan sekadar gambaran pria bertato yang muncul dalam film Jepang.

Di balik citra tersebut terdapat sejarah panjang kelompok-kelompok kriminal Jepang, perubahan struktur organisasi, kebijakan pemberantasan, serta perubahan sumber pendapatan yang terus berkembang.

Data Kepolisian Nasional Jepang memperlihatkan perubahan paling jelas: dari sekitar 184.100 anggota dan anggota terkait pada 1963 menjadi sekitar 18.800 pada akhir 2024.

Namun, penurunan jumlah tidak berarti Yakuza telah menghilang. Hingga 2025, pemerintah Jepang masih menetapkan kelompok-kelompok boryokudan dan kepolisian tetap melakukan penindakan terhadap aktivitas mereka.

Karena itu, memahami Yakuza hari ini membutuhkan lebih dari sekadar melihat tato, yubitsume atau gambaran dalam budaya populer. Data resmi dan konteks sejarah memberikan gambaran yang jauh lebih lengkap tentang bagaimana organisasi tersebut berubah dari masa ke masa.

Sumber:

  • National Police Agency (NPA) Jepang — Organized Crime Department.
  • National Police Agency Jepang — The Situation of Organized Crime in 2024.
  • National Police Agency Jepang — White Paper on Police 2025, bagian Boryokudan Situation.
  • National Police Agency Jepang — catatan historis mengenai perkembangan boryokudan.

Artikel lama terbit 6 Maret 2023 Diperbarui: 19 September 2026

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *