Daerah

Tidak Harus “GILA” untuk Konsultasi ke Dokter Jiwa

×

Tidak Harus “GILA” untuk Konsultasi ke Dokter Jiwa

Sebarkan artikel ini
Dokter Jiwa RSUD Bontang
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Taman Husada Bontang, dr. Dewi Maharni, M.Sc., Sp.KJ

Selama ini banyak orang yang merasa tidak nyaman untuk konsultasi ke dokter jiwa. Hal ini disebabkan karena prasangka dan stigma masyarakat terhadap orang-orang yang berobat ke dokter kejiwaan.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Taman Husada Bontang, dr. Dewi Maharni, M.Sc., Sp.KJ menyebut pendapat tersebut tidaklah benar.

Sebab, pasien yang datang konsultasi kebanyakan kasus dengan keluhan fisik atau gangguan tidur. Yang ternyata didasari oleh gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan psikosomatis.

“Akan tetapi banyak pula masyarakat berfikir yang berobat ke dokter jiwa adalah orang dengan masalah gangguan jiwa berat (Orang Gila),” Tuturnya.

Kata dia, stigma tesebut sudah mengakar kuat di masyarakat, jadi agak susah untuk dirubah. Harus ada edukasi ke masyarakat untuk menggalakkan bahwa stigma itu tidak benar, bisa dengan penyuluhan oleh Puskesmas atau Dinas Kesehatan.

“Supaya bisa menghilangkan sedikit-sedikit stigma itu,” Pungkasnya.

Namun begitu, selaku spesialis kejiwaan dirinya menghimbau agar masyarakat jangan takut untuk konsultasi. Terlebih jikalau merasakan cemas berlebih.

Setelah mendiagnosis pasien, tentunya akan segera diambil tindakan terapi untuk mengatasi gejala yang dialami pasien. Pengobatan dalam kedokteran jiwa dibagi menjadi dua yaitu dengan obat dan psikoterapi. Seperti terapi perilaku, terapi koginitif dan relaksasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *