Viral

Mulut Berani Tantang UAS dan UAH, Herri Pras Ketar-ketir Didatangi Petarung MMA!

×

Mulut Berani Tantang UAS dan UAH, Herri Pras Ketar-ketir Didatangi Petarung MMA!

Sebarkan artikel ini
Herri Pras saat didatangi sejumlah praktisi bela diri di kediamannya
Herri Pras saat didatangi sejumlah praktisi bela diri di kediamannya, Senin (2/11/2026). (Foto: Tangkapan layar video media sosial)

PARAGRAFNEWS.CO – Nama kreator konten sekaligus praktisi bela diri Herri Pras mendadak menjadi sorotan publik setelah kediamannya didatangi sejumlah pria yang berasal dari kalangan praktisi bela diri, Senin (2 November 2026).

Kedatangan rombongan tersebut menjadi perhatian setelah sebelumnya Herri Pras ramai diperbincangkan akibat pernyataan kontroversialnya terhadap dua pendakwah, Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Bahkan, polemik tersebut berkembang hingga muncul tantangan duel yang dikaitkan dengan pernyataan Herri di media sosial.

baca juga: Truk Molen Hantam Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas Termasuk Anak-Anak, Sopir Diamankan!

Mengutip pemberitaan INILAH, salah satu sosok yang ikut mendatangi kediaman Herri adalah Yudi Cahyadi, petarung Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia yang pernah tampil dalam ajang Road to UFC.

Momen kedatangan rombongan itu kemudian beredar melalui video di media sosial dan memancing beragam reaksi warganet.

Berawal dari Pernyataan Kontroversial terhadap UAS dan UAH

Polemik yang menyeret nama Herri Pras bermula dari sejumlah konten yang membahas Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat.

Dalam pemberitaan INILAH, Herri disebut melontarkan sejumlah pernyataan keras terhadap kedua pendakwah tersebut. Ia bahkan dikabarkan menggunakan istilah bernada penghinaan seperti “ulama munafik” dan “setan bisu”.

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari sejumlah pihak, terutama mereka yang merasa keberatan dengan cara Herri menyampaikan kritik terhadap kedua tokoh agama tersebut.

Persoalan kemudian semakin memanas ketika muncul tantangan duel dengan pernyataan ekstrem, termasuk tantangan bertarung sampai mati.

Namun, dalam perkembangan polemik itu, tantangan yang beredar juga dikaitkan dengan sejumlah persyaratan pembuktian atas tuduhan yang sebelumnya dilontarkan Herri.

Didatangi Yudi Cahyadi, Adu Argumen Berujung Tendangan

Situasi semakin menjadi perhatian setelah Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang mendatangi kediaman Herri Pras di Jawa Timur.

Melansir INILAH, kedatangan para praktisi bela diri tersebut berkaitan dengan polemik dan tantangan duel yang sebelumnya ramai di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria berhadapan langsung dengan Herri. Mereka mempertanyakan pernyataan dan tantangan yang sebelumnya disampaikan melalui konten digital.

baca juga: Pengeroyokan Maut di Pasar Caringin Bandung: Dua Orang Tewas, Delapan Tersangka Ditahan Polisi

Herri kemudian terlihat memberikan penjelasan bahwa dirinya bersedia menghadapi tantangan, tetapi dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Namun, situasi berubah ketika seorang pria berkacamata tiba-tiba melayangkan tendangan hingga membuat Herri terjatuh.

Rekaman tersebut turut diberitakan tvOneNews. Mengutip laporan media tersebut, insiden terjadi di kediaman Herri dan sempat membuat suasana di lokasi memanas.

Ketua RT serta petugas keamanan setempat disebut turun tangan untuk melerai kerumunan agar keributan tidak berkembang lebih jauh.

Siapa Yudi Cahyadi?

Nama Yudi Cahyadi bukan sosok asing dalam dunia olahraga bela diri campuran Indonesia.

Mengutip laporan AKURAT.CO pada 10 April 2026, Yudi merupakan petarung MMA Indonesia yang mendapat kesempatan mewakili Tanah Air dalam ajang Road to UFC Season 5 di Makau.

Ia dijadwalkan menghadapi petarung asal China, Xie Bin, dalam pertarungan khusus yang membuka peluang memperoleh kontrak UFC bagi pemenangnya.

Namun, kesempatan tersebut tidak berakhir sesuai harapan. Berdasarkan laporan SUMEDANGONLINE pada 28 Mei 2026, Yudi harus mengakui keunggulan Xie Bin melalui kemenangan TKO pada ronde pertama.

Dengan demikian, Yudi lebih tepat disebut sebagai petarung MMA yang pernah tampil di ajang Road to UFC, bukan petarung yang telah mengantongi kontrak UFC.

Kritik terhadap Ulama dan Kekerasan Bukan Jalan Penyelesaian

Peristiwa yang menyeret Herri Pras kembali membuka perdebatan mengenai batas kritik, kebebasan berpendapat, dan etika menyampaikan perbedaan pandangan di ruang digital.

baca juga: Sadis! Mantan Pacar Tusuk Perempuan di Bandung, Leher dan Perut Jadi Sasaran

Kritik terhadap tokoh agama maupun figur publik merupakan bagian dari ruang kebebasan berpendapat. Namun, kritik seharusnya disampaikan dengan argumentasi, data, serta bahasa yang tidak berubah menjadi serangan personal.

Di sisi lain, pihak yang merasa keberatan terhadap suatu pernyataan juga tidak dibenarkan melakukan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri.

Tantangan duel yang beredar di media sosial tidak serta-merta menjadi pembenaran bagi siapa pun untuk mendatangi seseorang dan melakukan tindakan fisik di luar mekanisme hukum.

Persoalan semacam ini semestinya diselesaikan melalui klarifikasi, dialog, dan jalur hukum apabila ditemukan dugaan pelanggaran.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan langsung dari Herri Pras maupun Yudi Cahyadi yang dapat menjelaskan secara lengkap kronologi kedatangan rombongan dan insiden tendangan tersebut.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *