Kuliner

Ayam Bakar Taliwang, Dijuluki Makanan Perdamaian

×

Ayam Bakar Taliwang, Dijuluki Makanan Perdamaian

Sebarkan artikel ini
Ayam Bakar Taliwang
Pixabay.com

Ayam bakar Taliwang memiliki cita rasa unik karena kaya akan rempah-rempah. Salah satu kuliner Nusantara ini berasal dari Daerah Taliwang, Sumbawa Barat. Namun, beberapa orang salah mengartikan jika ayam Taliwang merupakan makanan khas Lombok.

Pasalnya, pertama kali ayam bakar ini memang populer di tanah Lombok. Meski begitu, resep aslinya merupakan racikan dari masyarakat yang tinggal di Taliwang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Bahan dasarnya berupa daging ayam kampung muda, dengan berbagai rempah-rempah pilihan yang berlumur di atasnya. Sajian kuliner ini biasa tersaji dengan beberapa makanan lain seperti plecing kangkung.

Ayam Bakar Taliwang
Pixabay.com

Mengulas Sejarah Ayam Bakar Taliwang

Tak banyak yang tahu, ternyata ayam bakar Taliwang memiliki sejarah cukup panjang sebelum sepopuler sekarang. Kuliner ini pertama kali hadir sekitar tahun 1630 Masehi. Ketika terjadi perang antara dua kerajaan, yakni Selaparang dan Karangasem.

Selaparang merupakan sebuah kerajaan Islam yang berdiri di Daerah Lombok. Sementara Karangasem yaitu kerajaan di Daerah Bali. Keduanya berperang untuk suatu tujuan tertentu dan menelan banyak korban jiwa.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, penguasa Kerajaan Taliwang di Sumbawa memerintahkan pasukannya untuk membantu saudaranya di Selaparang. Tak hanya pasukan panglima saja, namun juga ada pemuka agama, juru masak, hingga para ahli pacuan kuda yang ikut serta.

Tugas utama pasukan ini sebenarnya untuk menjadi penengah kedua belah pihak. Dengan cara membujuk Raja Karangasem untuk menghentikan pertempuran yang telah menelan banyak korban jiwa. Selama menjalankan misi, pasukan dari Sumbawa menempati sebuah lokasi yang bernama Karang Taliwang.

Karena prosesnya cukup lama, maka para pasukan secara tidak langsung ikut berbaur dengan masyarakat dari Suku Sasak. Seperti bersosialisasi satu sama lain, bertukar pengetahuan, hingga gaya hidup sehari-hari.

Mereka akhirnya mengenali pola makan masyarakat Suku Sasak, yang cenderung menyukai masakan pedas. Sejak saat itulah, para pasukan mulai mengadopsi sejumlah ciri khas tersebut untuk metode mediasi.

Salah satu yang berhasil yakni menciptakan makanan berbahan dasar daging ayam kampung muda. Dengan rempah-rempah dan cabai yang mampu melahirkan cita rasa pedas. Menariknya, masyarakat Suku Sasak sangat menyukai suguhan dari para juru masak Taliwang.

Olahan daging ayam pelalah pedas itu juga berhasil memikat penguasa Kerajaan Karangasem. Sehingga seiring berjalannya waktu, perdamaian antara kedua kerajaan tersebut bisa tercapai melalui makanan. Itulah mengapa ayam bakar Taliwang lebih populer sebagai makanan khas Lombok.

Proses Memasak Ayam Taliwang

Kuliner menjadi salah satu unsur budaya yang mampu mencerminkan identitas suatu daerah. Tak heran jika setiap olahan dari sejumlah wilayah di Indonesia memiliki cerita sejarahnya masing-masing.

Setelah memahami ulasan sejarah singkat ayam Taliwang di atas, selanjutnya kita akan membahas tentang proses pengolahannya.

Keunikan dari olahan satu ini adalah jenis daging ayam yang digunakan harus muda dan berukuran sedang. Pasalnya, daging ayam muda cenderung empuk atau tidak alot. Selain itu, dagingnya sangat fresh sehingga menambah kelezatan tersendiri.

Proses pengolahan ayam bakar Taliwang sangat sederhana. Cukup dengan membaluri beberapa rempah seperti cabai merah kering, bawang merah dan putih, terasi, garam, kencur, serta gula jawa di atas daging hingga merata. Kemudian dagingnya dibakar di atas bara api.

Selain itu, terdapat cara lain yakni menumis bumbu berisi rempah-rempah terlebih dahulu. Kemudian baru masukkan ayam mentah yang sudah terbelah di bagian tengah, ke dalam wajan bersama bumbu tumisannya.

Masak beberapa saat hingga semua bumbu meresap ke seluruh daging. Setelah itu baru melanjutkan proses pemanggangan. Agar cita rasa semakin gurih, bara api harus stabil. Sisa bumbu tumisan pun bisa ikut dibalurkan ke permukaan daging selama proses pemanggangan berlangsung.

Sayur Pelengkap Ayam Taliwang

Sejauh ini, pelengkap sajian ayam Taliwang yang paling utama adalah plecing kangkung. Kedua kombinasi tersebut seperti sudah tidak bisa terpisahkan. Mengingat perpaduan rasanya saling melengkapi.

Meski begitu, beberapa warung kuliner yang menjual ayam Taliwang juga menghadirkan sayuran pendamping lainnya. Sebut saja tauge, kacang panjang bumbu kelapa, kemangi, dan timun.

Beberapa diantaranya menyesuaikan selera masyarakat setempat. Sehingga konsumen semakin tertarik untuk mencoba kuliner khas Taliwang ini.

Ayam Taliwang yang Semakin Populer

Makanan khas Sumbawa Barat ini mulai melejit pada tahun 1960. Banyak masyarakat Indonesia yang semakin menyukai cita rasa lezatnya. Terlebih rasa pedas khas Taliwang berbeda dengan kepedasan makanan nusantara lainnya.

Kini jika ingin menikmati hidangan ayam bakar Taliwang, Anda tak perlu jauh-jauh berkunjung ke Kota Lombok. Pasalnya, beberapa pengusaha kuliner sudah mulai mengembangkan kuliner ini di sejumlah daerah. Bahkan sampai ke pelosok-pelosok Indonesia.

Harga seporsi ayam bakar taliwang pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 25.000 saja. Nominal ini tentu bisa berbeda di setiap daerah. Sekian, semoga informasinya bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *