TANGERANG — Kebakaran hebat melanda kawasan Pergudangan Kosambi Permai Extension, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 16 September 2026.
Sedikitnya 28 bangunan gudang terdampak dalam kebakaran tersebut. Api yang pertama kali terlihat dari bagian belakang salah satu gudang penyimpanan material busa kasur kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lain.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memperkirakan kerugian material akibat kebakaran mencapai sekitar Rp20 miliar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
Api Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, kobaran api diduga kuat dipicu korsleting listrik di salah satu gudang.
baca juga: Lansia 60 Tahun Tewas di Kelapa Dua Tangerang, Anak Kandung Diamankan Polisi
Menurut keterangan saksi di lokasi, titik api pertama kali terlihat di bagian pojok belakang gudang yang menyimpan material busa kasur.
“Saksi melihat api mendadak membesar dari dalam gudang busa, lalu berteriak meminta para karyawan kantor untuk segera menyelamatkan diri dan meminta bantuan,” ujar Achmad Taufik dalam keterangan resmi.
Keterangan tersebut menjadi dasar informasi awal mengenai titik munculnya api. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Api Cepat Merambat ke Gudang Lain
Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitar lokasi.
Material yang berada di dalam gudang turut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Petugas pemadam kebakaran bersama personel gabungan kemudian melakukan penyekatan untuk mencegah api semakin meluas.
Sekitar 80 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut.
Armada pemadam juga didatangkan dari sejumlah unsur, termasuk BPBD Kabupaten Tangerang, pengelola kawasan, Damkar DKI Jakarta, Otoritas Bandara Soekarno-Hatta hingga PIK.
Sebanyak 28 Gudang Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Tangerang, terdapat 28 gudang yang terdampak kebakaran.
Rinciannya terdiri dari:
- 14 gudang logistik kontraktor
- 8 gudang cold storage
- 6 gudang kosong
Pendataan masih dilakukan bersama pihak pengelola kawasan untuk memastikan jumlah bangunan serta barang yang terdampak.
Pemadaman Berlangsung Hampir 10 Jam
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama.
Petugas mulai melakukan penanganan sekitar pukul 13.00 WIB setelah laporan kebakaran diterima.
Setelah berjibaku selama hampir 10 jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB.
Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
Kerugian Ditaksir Rp20 Miliar
Kebakaran puluhan gudang tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar.
BPBD Kabupaten Tangerang memperkirakan nilai kerugian mencapai sekitar Rp20 miliar.
Angka tersebut masih berupa estimasi. Inventarisasi terhadap bangunan, barang dan fasilitas yang terdampak masih dilakukan.
Sementara itu, tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Penyebab Pasti Masih Menunggu Pemeriksaan
Meski BPBD menyebut korsleting listrik sebagai dugaan kuat pemicu kebakaran, penyebab tersebut belum dapat disebut sebagai kesimpulan akhir.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber api dan faktor yang menyebabkan kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lain.
baca juga: Geger! Kerangka Manusia Ditemukan di Lahan Kosong Pasar Kemis Tangerang, Ada HP dan Sandal di Lokasi
Pihak berwenang juga masih melakukan pendataan terhadap kerugian serta kondisi bangunan yang terdampak.
Kawasan pergudangan tersebut kini menjadi perhatian setelah puluhan bangunan terdampak dalam satu kejadian kebakaran. (**)











