NewsPeristiwa

Usai Dipaksa OPM Berorasi Papua Merdeka, Sopir Ini Diduga Ditembak Mati

×

Usai Dipaksa OPM Berorasi Papua Merdeka, Sopir Ini Diduga Ditembak Mati

Sebarkan artikel ini

WAMENA, PARAGRAFNEWS.CO – Seorang sopir dilaporkan tewas ditembak kelompok bersenjata di jalur Trans Wamena-Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 09.25 WIT.

Kelompok yang menyebut diri sebagai TPNPB Kodap III Ndugama Derakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Klaim itu disampaikan melalui Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.

baca juga: Pasar Paniai Dibakar Tengah Malam, 11 Warga Tewas: Enam Korban Masih Anak-anak, KKB Klaim Bertanggung Jawab

Dalam keterangannya, kelompok tersebut menuduh korban sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai sopir. Namun, tuduhan tersebut belum terverifikasi secara independen.

Informasi yang beredar kemudian berkembang setelah muncul video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria yang disebut sebagai korban tengah menyampaikan orasi mengenai Papua Merdeka.

Video Sopir Berorasi di Bawah Todongan Senjata

Video tersebut beredar luas di media sosial pada Selasa (15/9/2026).

Dalam rekaman yang beredar, seorang pria tampak membawa bendera yang disebut sebagai bendera Papua Merdeka sambil menyampaikan pernyataan mengenai kemerdekaan Papua.

Di sekitar pria tersebut terlihat sejumlah orang yang diduga merupakan anggota kelompok bersenjata. Dalam salah satu bagian rekaman, pria itu tampak menyampaikan orasi ketika berada dalam situasi di bawah todongan senjata.

Rekaman tersebut kemudian dikaitkan dengan peristiwa penembakan sopir di jalur Trans Wamena-Nduga.

baca juga: Kebakaran Pasar di Papua Tengah Tewaskan 11 Orang, Enam Korban Anak-anak

Namun, Paragrafnews.co belum dapat memverifikasi secara independen kapan dan di mana video tersebut direkam, siapa saja orang yang berada dalam rekaman, serta apakah video itu benar-benar direkam sesaat sebelum penembakan.

Karena itu, video tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.

Sopir Disebut Dipaksa Nyatakan Dukungan Papua Merdeka

Sejumlah laporan yang beredar menyebut korban sebelumnya diperintahkan untuk menyatakan dukungan terhadap Papua Merdeka sebelum akhirnya ditembak.

Laporan tersebut menyebut korban merupakan sopir lajuran yang sedang membawa penumpang dari Wamena menuju wilayah Nduga.

Salah satu laporan media lokal menyebut korban bernama Aris Sanda, warga asal Toraja. Namun, informasi mengenai identitas korban tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi aparat maupun pihak keluarga.

Kelompok TPNPB sendiri menyatakan korban merupakan agen intelijen militer pemerintah Indonesia. Pernyataan tersebut merupakan klaim dari kelompok bersenjata dan belum mendapatkan verifikasi independen.

baca juga: 50 Personel Polri Dikerahkan ke Jayawijaya, Ciri Pelaku Penembakan 3 ASN Mulai Dikantongi

Kendaraan Disebut Dibakar

Setelah penembakan, kendaraan yang digunakan korban juga disebut dibakar.

TPNPB meminta aparat keamanan melakukan evakuasi terhadap korban dan kendaraan tersebut. Kelompok itu juga mengimbau masyarakat Papua agar tidak terlibat dalam proses evakuasi.

Laporan lain menyebut para penumpang kendaraan sebelumnya diperintahkan turun dan meninggalkan lokasi. Namun, detail mengenai jumlah penumpang dan kondisi mereka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

TPNPB Keluarkan Ultimatum

Selain mengklaim bertanggung jawab atas penembakan, TPNPB juga mengeluarkan ultimatum kepada warga pendatang yang bekerja sebagai sopir taksi, tukang ojek maupun aparatur sipil negara (ASN).

Mereka meminta warga tersebut menghentikan aktivitas di sejumlah wilayah yang diklaim sebagai kawasan konflik.

Jalur Wamena-Nduga disebut dalam ultimatum tersebut. Ancaman kekerasan juga diarahkan kepada warga yang tetap melakukan aktivitas atau melintas di wilayah yang mereka klaim sebagai daerah konflik.

Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil yang menggunakan jalur Trans Papua, terutama masyarakat yang bekerja dan melakukan perjalanan antarkawasan.

Klaim Penembakan Masih Menunggu Verifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai penembakan tersebut masih bersumber dari klaim kelompok TPNPB dan sejumlah laporan media yang mengutip informasi tersebut.

Belum terdapat keterangan resmi yang dapat secara independen memastikan seluruh kronologi, identitas korban, motif penembakan, maupun pihak yang bertanggung jawab.

Paragrafnews.co menegaskan bahwa penyebutan TPNPB/OPM dalam berita ini merujuk pada klaim dan informasi yang beredar mengenai kelompok tersebut, bukan sebagai kesimpulan hukum atas suatu peristiwa yang belum diverifikasi secara independen.

Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan di jalur Wamena-Nduga dan kawasan sekitarnya diimbau meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari aparat keamanan dan pemerintah setempat.

Paragrafnews.co akan memperbarui informasi apabila terdapat keterangan resmi terbaru mengenai identitas korban, kondisi di lokasi kejadian, proses evakuasi maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *