NEPAL — Lebih dari 800 orang yang bekerja di berbagai proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan fasilitas terkait di Nepal masih belum diketahui keberadaannya setelah banjir besar melanda kawasan Sungai Bhotekoshi dan Trishuli pada 26 Agustus 2026.
Informasi tersebut disampaikan Menteri Energi, Sumber Daya Air dan Irigasi Nepal, Biraj Bhakta Shrestha, dalam sidang House of Representatives atau Dewan Perwakilan Nepal, Rabu, 23 September 2026. Pemerintah menyatakan pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan selama masih terdapat kemungkinan menemukan korban selamat.
439 Orang Masih Hilang dari Upper Trishuli-1
Salah satu lokasi dengan jumlah orang yang belum ditemukan terbanyak adalah Upper Trishuli-1 Hydropower Project yang memiliki kapasitas 216 megawatt.
Menurut penjelasan Menteri Shrestha, sebelum bencana terdapat 1.433 orang yang bekerja di proyek tersebut. Sebanyak 955 orang berhasil diselamatkan atau kemudian melakukan kontak, sementara 439 orang masih belum diketahui keberadaannya.
Operasi pencarian di proyek tersebut menghadapi kondisi sulit karena sejumlah pekerja diyakini berada di dalam struktur bawah tanah yang tertimbun material banjir dan longsor.
Sebanyak 39 jenazah telah ditemukan dari terowongan proyek tersebut. Pada hari ke-12 setelah bencana, seorang warga negara China juga berhasil ditemukan dalam keadaan hidup.
Puluhan Hingga Ratusan Orang Hilang di Proyek Lain
Menteri Shrestha juga memaparkan jumlah orang yang masih belum ditemukan di sejumlah proyek pembangkit listrik lainnya.
Di Upper Trishuli-3B, sebanyak 178 orang masih belum diketahui keberadaannya. Kemudian 93 orang dari Rasuwagadhi Hydropower Project, 39 orang dari Upper Trishuli-3A, 39 orang dari Langtang Khola Hydropower Project, tujuh orang dari Mailung Khola Hydropower Project, serta tiga orang dari Rasuwa-Bhotekoshi Hydropower Project.
Di Upper Trishuli-3A, dua pekerja, Sanjay Sah dan Kabir Maharjan, sebelumnya berhasil ditemukan dalam keadaan hidup pada hari ke-10 setelah bencana. Satu jenazah juga telah ditemukan dari proyek tersebut.
Selain pekerja proyek, 47 pegawai Nepal Electricity Authority (NEA) juga termasuk dalam daftar orang yang masih belum diketahui keberadaannya.
Lima pegawai NEA ditemukan meninggal dunia dalam operasi pencarian di powerhouse Chilime Hydropower Station, sementara satu pegawai lainnya masih belum ditemukan.
Pencarian Difokuskan ke Terowongan Bawah Tanah
Operasi pencarian menjadi sangat kompleks karena sejumlah pekerja diyakini terjebak di dalam jaringan terowongan pembangkit listrik.
Pemerintah Nepal melibatkan berbagai unsur dalam operasi tersebut, termasuk Nepali Army, Nepal Police, Armed Police Force, pemerintah daerah, ahli terowongan nasional dan internasional, ahli geologi, insinyur, teknisi serta keluarga korban.
Nepal Electricity Authority juga menyiapkan kendaraan dan helikopter khusus untuk mendukung operasi penyelamatan. Peralatan, bahan bakar, tenaga ahli, hingga kebutuhan teknis lainnya dikerahkan ke lokasi terdampak.
Laporan Reuters sebelumnya menggambarkan tantangan pencarian di kawasan tersebut. Sejumlah fasilitas pembangkit tertimbun lumpur, batu, kayu dan material longsoran, sementara jaringan terowongan di bawah fasilitas pembangkit membuat proses pencarian semakin rumit.
Bencana Juga Menghantam Sistem Kelistrikan Nepal
Banjir tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan orang hilang, tetapi juga menghantam infrastruktur energi Nepal.
Menteri Shrestha menyampaikan bahwa 11 pusat pembangkit listrik terdampak hingga menyebabkan sekitar 410 megawatt kapasitas listrik keluar dari jaringan nasional.
Sebanyak 275 megawatt kapasitas pembangkit mengalami kerusakan langsung, sementara 135 megawatt produksi lainnya terhenti akibat kerusakan jaringan transmisi. Enam proyek pembangkit yang masih dalam tahap pembangunan dengan kapasitas gabungan 508 megawatt juga mengalami kerusakan signifikan.
Kerusakan tersebut membuat pemulihan sektor energi menjadi salah satu pekerjaan besar pemerintah Nepal setelah bencana.
Pemerintah Janjikan Bantuan untuk Keluarga Pegawai yang Hilang
Pemerintah Nepal juga menyiapkan bantuan bagi keluarga pegawai Nepal Electricity Authority yang meninggal dunia atau masih hilang akibat bencana.
Menteri Shrestha mengatakan keluarga pegawai NEA yang hilang akan mendapatkan bantuan awal sebesar 500.000 rupee Nepal, serta pembayaran 50 persen gaji selama enam bulan.
Sementara itu, pemerintah tetap memprioritaskan pencarian korban yang belum ditemukan sebelum masuk ke tahap pemulihan dan rekonstruksi secara lebih luas.
Pencarian Belum Dihentikan
Hampir sebulan setelah banjir besar 26 Agustus, keberadaan ratusan pekerja proyek pembangkit listrik masih menjadi persoalan utama dalam penanganan bencana di Nepal.
Menteri Shrestha menegaskan pemerintah akan terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan selama masih terdapat kemungkinan menemukan korban selamat.
Perkembangan pencarian korban di kawasan proyek pembangkit listrik Nepal masih berlangsung hingga Rabu, 23 September 2026. Data jumlah orang yang belum ditemukan dapat berubah seiring proses identifikasi, pencarian, dan verifikasi di lapangan.





