FeaturedInternasionalNews

Identifikasi Korban Banjir Bandang Nepal Terkendala Kondisi Jasad yang Hancur

×

Identifikasi Korban Banjir Bandang Nepal Terkendala Kondisi Jasad yang Hancur

Sebarkan artikel ini

Ratusan orang tewas dan hampir 1400 orang dilaporkan hilang 

Suasana duka yang mendalam menyelimuti wilayah lereng pegunungan di Nepal menyusul surutnya banjir bandang dahsyat yang menerjang permukiman warga beberapa waktu lalu.

Di balik air yang mulai surut, tim penyelamat dan relawan dihadapkan pada pemandangan yang memilukan sekaligus mengerikan, jasad korban bergelimpangan di berbagai titik dengan kondisi yang mengenaskan.

Dari berbagai visual yang beredar di sosial media arus deras yang membawa material batu besar, lumpur, dan pohon tumbang tidak hanya menghancurkan ratusan rumah, tetapi juga merenggut nyawa korban dengan cara yang brutal.

Tim evakuasi melaporkan bahwa banyak ditemukan potongan jasad manusia yang tidak utuh, berserakan di bawah tumpukan puing-puing bangunan dan alur sungai.

Kondisi fisik jenazah yang ditemukan sebagian besar sudah sulit dikenali. Benturan keras dengan bebatuan selama terseret arus air bah membuat proses identifikasi visual menjadi hampir mustahil dilakukan oleh pihak keluarga.

Kata petugas medis lokal, kondisi para korban sangat memprihatinkan. Banyak bagian tubuh yang terpisah dan tidak utuh lagi akibat hantaman material berat saat banjir menerjang.

Pemerintah setempat bersama tim forensik internasional kini tengah berpacu dengan waktu untuk melakukan proses evakuasi lanjutan serta pendataan. Tantangan terbesar saat ini adalah proses identifikasi jenazah.

Pihak berwenang mengandalkan tes DNA serta pencatatan barang-barang pribadi yang melekat pada korban guna membantu keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Rumah sakit darurat dan posko penanganan bencana kewalahan menerima gelombang laporan orang hilang. Sejumlah kantong jenazah terus berdatangan ke area posko evakuasi untuk segera mendapatkan penanganan medis dan forensik yang layak sebelum dimakamkan secara massal demi menghindari risiko kesehatan.

Banjir bandang kali ini tercatat sebagai salah satu bencana alam paling destruktif dalam sejarah recent Nepal, meninggalkan trauma psikologis yang mendalam bagi para penyintas serta keluarga korban yang masih menantikan kepastian nasib orang terkasih di tengah puing-puing kehancuran.

Mengutip dw.com, banjir bandang akibat longsoran es gletser melanda wilayah perbatasan Nepal dan Cina. Hingga Kamis sore (27/08), bencana telah menewaskan sedikitnya 300 orang. Sementara, jumlah korban hilang masih terus bertambah.

Otoritas Nepal pada Kamis (27/08/2026) menyebutkan jumlah orang yang hilang di negaranya melonjak menjadi 826 orang. Angka tersebut mencakup wisatawan, baik warga Nepal maupun asing.

Secara keseluruhan, total korban hilang di Nepal dan Cina tercatat sudah melampaui 1.300 orang, menurut kantor berita dpa. Di wilayah Cina sendiri, 558 orang dilaporkan hilang.

Menurut para ahli, bencana ini dipicu oleh longsoran es dari gletser di kawasan Himalaya yang memanas akibat perubahan iklim.

kj/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *