Nasional

Black Box Heli MI-17 TNI Ditemukan di Seruyan, Tiga Prajurit Gugur: Misteri Penyebab Kecelakaan Mulai Diusut

×

Black Box Heli MI-17 TNI Ditemukan di Seruyan, Tiga Prajurit Gugur: Misteri Penyebab Kecelakaan Mulai Diusut

Sebarkan artikel ini

Tim penyelam TNI AL berhasil menemukan Flight Data Recorder (FDR) helikopter MI-17V5 yang jatuh saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. Temuan ini menjadi bagian penting dalam proses investigasi kecelakaan yang menewaskan tiga prajurit TNI AD.

Black box atau Flight Data Recorder (FDR) helikopter MI-17V5 TNI AD berhasil ditemukan tim penyelam TNI AL di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Black box atau Flight Data Recorder (FDR) helikopter MI-17V5 TNI AD berhasil ditemukan tim penyelam TNI AL di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. (Foto: Puspen TNI)

SERUYAN, PARAGRAFNEWS.CO – Proses pencarian dan investigasi kecelakaan helikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD) yang jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah memasuki babak baru.

Tim penyelam TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menemukan dan mengevakuasi kotak hitam atau Flight Data Recorder (FDR) helikopter tersebut di perairan Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/11/2026).

Penemuan perangkat perekam penerbangan itu menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya mengungkap penyebab kecelakaan helikopter yang sebelumnya tengah menjalankan tugas pemadaman karhutla.

Dilansir dari Indonesia Defense, proses pencarian melibatkan personel penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkoppeba) Koarmada I TNI AL. Selain FDR, tim juga berhasil mengangkat bagian ekor helikopter dari lokasi jatuhnya pesawat.

artikel terkait: Jenazah Prajurit Terakhir Korban Heli Karhutla Kalteng Berhasil Dievakuasi, Tiga TNI Gugur

Perangkat tersebut selanjutnya diserahkan kepada tim investigasi Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Black Box Jadi Kunci Mengungkap Detik-Detik Kecelakaan

Penemuan FDR menjadi perkembangan penting karena perangkat tersebut berfungsi merekam berbagai parameter penerbangan yang dapat membantu penyelidik merekonstruksi kondisi pesawat sebelum mengalami kecelakaan.

Melalui pemeriksaan data penerbangan, tim investigasi diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai sejumlah aspek teknis, termasuk parameter mesin, ketinggian, kecepatan, serta kondisi penerbangan sebelum insiden terjadi, sepanjang data tersebut tersedia dan dapat dibaca.

Hasil analisis nantinya dapat menjadi bahan untuk menelusuri rangkaian kejadian yang menyebabkan helikopter MI-17V5 mengalami kecelakaan.

Meski demikian, penemuan kotak hitam tidak serta-merta menjawab seluruh penyebab kecelakaan. Tim investigasi masih perlu melakukan pemeriksaan teknis, mencocokkan data penerbangan dengan kondisi fisik bangkai helikopter, serta mengkaji faktor lain yang mungkin berpengaruh.

Karena itu, kesimpulan mengenai penyebab jatuhnya helikopter tersebut masih harus menunggu hasil penyelidikan resmi.

Tiga Prajurit TNI AD Gugur dalam Misi Pemadaman Karhutla

Kecelakaan helikopter MI-17V5 bernomor registrasi HA-5235 tersebut menjadi duka bagi keluarga besar TNI Angkatan Darat.

Helikopter itu mengalami kecelakaan pada Rabu (4/11/2026) ketika menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam insiden tersebut, tiga prajurit TNI AD dilaporkan gugur, sementara lima kru lainnya berhasil selamat.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan risiko besar yang dihadapi personel di lapangan ketika menjalankan operasi penanggulangan karhutla, terutama dalam kondisi medan dan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Misi pemadaman melalui udara menjadi salah satu upaya penting untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat. Namun, operasi tersebut juga membutuhkan kesiapan teknis, kondisi pesawat, serta pertimbangan keselamatan penerbangan yang ketat.

Bagian Ekor Helikopter Turut Dievakuasi

Selain menemukan FDR, tim penyelam TNI AL juga berhasil mengangkat bagian ekor helikopter dari perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan.

Evakuasi komponen pesawat tersebut menjadi bagian dari pengumpulan bukti fisik untuk mendukung proses investigasi.

Pemeriksaan terhadap bangkai helikopter dan komponen yang ditemukan dapat membantu tim penyelidik mencocokkan kondisi kerusakan dengan data yang terekam dalam perangkat penerbangan.

Dengan demikian, proses investigasi tidak hanya bertumpu pada satu sumber informasi, tetapi juga menggabungkan bukti teknis, kondisi lokasi kecelakaan, serta keterangan yang relevan.

Publik Menanti Hasil Investigasi Resmi

Penemuan black box menjadi harapan baru bagi terungkapnya rangkaian kejadian sebelum helikopter MI-17V5 mengalami kecelakaan.

Di tengah duka atas gugurnya tiga prajurit, masyarakat juga menantikan penjelasan transparan mengenai penyebab insiden tersebut.

Hasil pemeriksaan FDR diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi penerbangan helikopter sebelum jatuh. Namun, seluruh kesimpulan harus didasarkan pada hasil analisis teknis dan keterangan resmi tim investigasi.

Hingga Sabtu (7/11/2026), belum ada kesimpulan resmi yang memastikan penyebab kecelakaan helikopter MI-17V5 tersebut.

Penemuan kotak hitam kini menjadi salah satu tahapan penting untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam penerbangan nahas tersebut.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *