Daerah

Udara Sangatta Mulai Membaik, Bupati Ardiansyah: “Hari Ini Muka Semua Kelihatan Jelas”

×

Udara Sangatta Mulai Membaik, Bupati Ardiansyah: “Hari Ini Muka Semua Kelihatan Jelas”

Sebarkan artikel ini
Udara Sangatta
Pasar Sangatta Lama / Khusen F

Kondisi udara di Sangatta, Kutai Timur, mulai menunjukkan perbaikan. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut jarak pandang hari ini lebih jelas. Kesaksian warga di Pasar Sangatta Lama juga menyebut kabut asap mulai menipis dan matahari kembali terlihat.

SANGATTA, PARAGRAFNEWS.CO — Kondisi udara di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mulai membaik setelah beberapa hari terakhir masyarakat menghadapi kabut asap.

Perubahan tersebut terlihat dari jarak pandang yang kembali lebih jelas. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bahkan melontarkan candaan mengenai kondisi udara saat ditemui awak media di kantor DPRD Kutim seusai rapat paripurna.

“Alhamdulillah, hari ini muka semua kelihatan jelas. Sepertinya cerah,” canda Ardiansyah kepada awak media.

Gambaran serupa juga disampaikan warga melalui media sosial. Khusen Faizin mengunggah kondisi di Pasar Sangatta Lama dan menyebut kabut asap mulai menipis.

Kondisi terkini di pasar Sangatta lama,, Alhamdulillah kabut asap sudah menipis dan sudah ada matahari kelihatan,” tulis Khusen dalam unggahannya.

Kesaksian tersebut memberikan gambaran kondisi di salah satu kawasan aktivitas masyarakat Sangatta. Namun, pernyataan warga tersebut merupakan pengamatan visual di lapangan dan bukan hasil pengukuran resmi kualitas udara.

Udara Membaik, Pemkab Kutim Belum Lepas Kewaspadaan

Meski kondisi udara mulai membaik, Pemkab Kutim belum menghentikan langkah antisipasi.

Pemerintah daerah masih membatasi sejumlah kegiatan yang berpotensi mengganggu aktivitas sosial kemasyarakatan, terutama yang melibatkan anak-anak dan kelompok rentan.

Ardiansyah mengatakan pemerintah daerah telah mengambil sejumlah langkah konkret untuk mengurangi paparan masyarakat terhadap kondisi udara yang sebelumnya memburuk.

“Saya sudah mengeluarkan edaran dari kemarin untuk istirahat bagi anak-anak sekolah. Kegiatan pemerintahan yang ada di luar juga sementara kita hentikan,” ujarnya.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan ketika kondisi udara belum sepenuhnya stabil.

Posko Pencemaran Udara Tetap Aktif 24 Jam

Langkah antisipasi juga dilakukan melalui Posko Penanganan Dampak Pencemaran Udara selama 24 jam.

Posko utama berada di BPBD Kutai Timur dan didukung koordinasi di tingkat kecamatan. Pemantauan dilakukan terhadap kualitas udara, perkembangan titik api serta kemungkinan dampaknya terhadap masyarakat.

Pemkab Kutim juga melibatkan unsur pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas serta Masyarakat Peduli Api dalam pemantauan dan pelaporan kondisi di lapangan.

Kebijakan tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Kutim tentang Penanganan Dampak Pencemaran Udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditetapkan pada 17 September 2026.

Sebelumnya, Kualitas Udara Sempat Memburuk

Kewaspadaan pemerintah daerah tidak terlepas dari kondisi yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah dan diberitakan ANTARA, pengukuran di Puskesmas Sangatta Utara pada 17 September 2026 mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 573 mikrogram per meter kubik di luar gedung.

Pada pengukuran tersebut, konsentrasi PM10 juga tercatat mencapai 1.450 mikrogram per meter kubik.

Sehari sebelumnya, konsentrasi PM2.5 di Kutai Timur dilaporkan berada pada kisaran 85–120 mikrogram per meter kubik.

Data tersebut menjadi salah satu dasar Pemkab Kutim memperkuat penanganan dampak pencemaran udara.

Angka tersebut merupakan data pengukuran sebelumnya, bukan gambaran kondisi udara Sangatta pada saat artikel ini diterbitkan.

Kasus ISPA Ikut Dipantau

Dampak kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pemkab Kutim melaporkan 1.015 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam sepekan terakhir. Jumlah tersebut disebut meningkat 19,02 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan klinik diminta memastikan pelayanan kegawatdaruratan tetap tersedia.

Kesiapan obat-obatan, oksigen, nebulizer dan sistem rujukan juga menjadi bagian dari langkah antisipasi.

Namun, peningkatan kasus ISPA tersebut tidak serta-merta dapat diartikan seluruh kasus disebabkan oleh kabut asap. Data tersebut perlu dibaca sebagai bagian dari kondisi kesehatan masyarakat pada periode yang dilaporkan.

Kesaksian Warga Jadi Gambaran Kondisi Lapangan

Munculnya matahari dan menipisnya kabut asap di Pasar Sangatta Lama menjadi salah satu tanda visual yang dirasakan warga.

“Kondisi terkini di pasar Sangatta lama,, Alhamdulillah kabut asap sudah menipis dan sudah ada matahari kelihatan,” Kata, Khusen Faizin.

Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator bahwa kualitas udara sudah sepenuhnya aman.

Kualitas udara tetap perlu mengacu pada hasil pemantauan resmi, karena tingkat partikulat dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin dan sumber asap.

Karena itu, masyarakat tetap disarankan mengikuti informasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Sangatta Mulai Cerah, Posko Belum Ditutup

Pernyataan Bupati Ardiansyah bahwa “hari ini muka semua kelihatan jelas” dan kesaksian warga di Pasar Sangatta Lama memberikan gambaran bahwa kondisi visual di sejumlah titik Sangatta mulai membaik.

Namun, Pemkab Kutim masih mempertahankan sejumlah langkah antisipasi.

Posko pencemaran udara tetap beroperasi selama 24 jam. Pemantauan kualitas udara dan titik api terus dilakukan, sementara pembatasan kegiatan tertentu masih diberlakukan.

Sangatta mulai mendapatkan kembali langit yang lebih cerah. Tetapi bagi pemerintah daerah, kewaspadaan terhadap kabut asap belum selesai.

Paragrafnews.co akan terus memantau perkembangan kualitas udara, karhutla dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat di Sangatta dan wilayah Kutai Timur.

Sumber

  • Pemerintah Kabupaten Kutai Timur
  • Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman
  • BPBD Kabupaten Kutai Timur
  • Dinas Kesehatan Kalimantan Timur
  • ANTARA News Kalimantan Timur
  • Borneonusantara.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *