Bontang – Paragrafnews.com: Adanya kegiatan pelatihan bantuan program dan penandatanganan MoU antara Pemkot Bontang dengan BLK Samarinda dan beberapa perusahaan tentang peningkatan dan pengembangan SDM melalui pelatihan dan pemagangan diapresiasi oleh Pupuk Kaltim.
Dimana, untuk mendapat SDM yang unggul, pemerintah memang perlu melakukan pelatihan, agar mereka dapat bersaing saat mencari kerja.
Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim, Meizar Efendi mengatakan penandatanganan MoU dengan Pemkot Bontang dan BLK Samarinda menjadi payung atas apa yang telah dilakukan perusahaan.
Dimana, Pupuk Kaltim sudah aktif di bidang pemagangan. Mulai dari Pupuk Kaltim Apprentice Challenge, juga program pemagangan mahasiswa yang bersertifikat yang diinisiasi dengan BUMN, dan pemagangan dalam negeri untuk pencari kerja.
“Rata-rata setiap tahun ada sekira 150 orang untuk pemagangan, dan sangat membantu kami, apalagi dalam kondisi sekarang banyak pencari kerja. Kami juga memerlukan skil-skil dari para pemagang,” jelas Meizar, Senin (9/9/2019) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.
Oleh karena itu, Meizar mengatakan adanya pelatihan dan pemagangan oleh BLK Samarinda dan Pemkot Bontang sangat diapresiasi pihaknya. Mengingat hal itu sebagai bentuk kepedulian Pemkot Bontang untuk menampung para pencari kerja dan memberikan bekal ke mereka.
“272 peserta yang dilatih ini, ada beberapa yang magang di Pupuk Kaltim, karena kami bekerja sama dengan beberapa LPK di Bontang terutama pemagangan dalam negeri,” ujarnya.
Kalau untuk mahasiswa bersertifikat, lanjut Meizar, mereka mahasiswa tingkat akhir yang melakukan magang selama 6 bulan di Pupuk Kaltim. Tahun ini sudah dua batch, dan setiap batch sebanyak 30 orang.
“Pemagangan dilakukan selama 6 bulan, dan setiap 6 bulan disesuaikan dengan kebutuhan,” terang dia.
Setiap batch disaring kebutuhannya, misalnya untuk laboratorium, administrasi, atau lainnya. “Sejauh ini cukup membantu kami,” imbuhnya.
Dari para pemagang, ada beberapa yang direkrut menjadi karyawan Pupuk Kaltim, terutama yang bagus.
“Nanti dievaluasi, yang bagus akan kami rekrut,” sambungnya.
Meizar mengaku akan komit terhadap upaya pemerintah dalam hal pemagangan sebagai wujud program pemagangan nasional dalam membantu pencari kerja.
Sehingga setelah pemagangan, lanjut Meizar, disamping mereka mendapat uang saku, diharapkan mereka mampu bersaing di dunia kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Bontang, Ahmad Aznem mengatakan pelatihan melalui bantuan program untuk meningkatkan skill atau kompetensi bagi pencari kerja di wilayah Bontang.
Dengan harapan peserta pelatihan dapat bersaing di pasar kerja, terlebih dapat berwira usaha dengan berbekal keahlian yang dimiliki, sehingga pada akhirnya mengurangi pengangguran di Bontang.
Sementara itu, MoU dengan perusahaan dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam berkontribusi untuk peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan pemagangan di perusahaan.