Otomotif

Mobil Listrik vs Mobil Bensin 2026: Hitung Biaya Pakai 1.000 Km, Selisihnya Bisa Rp1 Jutaan

×

Mobil Listrik vs Mobil Bensin 2026: Hitung Biaya Pakai 1.000 Km, Selisihnya Bisa Rp1 Jutaan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Memilih mobil listrik atau mobil bensin pada 2026 bukan hanya soal harga beli. Biaya penggunaan sehari-hari juga perlu dihitung, terutama untuk konsumen yang ingin mengetahui seberapa besar pengeluaran energi setiap bulan.

Dengan harga BBM yang berbeda menurut wilayah dan tarif listrik yang mengikuti golongan pelanggan, biaya operasional setiap kendaraan tidak bisa disamaratakan.

artikel terkait: Daftar Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta 2026, Ada yang Mulai Rp150 Jutaan

Untuk memberikan gambaran yang lebih realistis, artikel ini menggunakan simulasi Pertamax Rp16.300 per liter, sesuai harga yang berlaku di Kalimantan Timur mulai September 2026.

Sementara untuk mobil listrik digunakan asumsi konsumsi energi 15 kWh per 100 kilometer.

Mobil Listrik vs Bensin, Berapa Biaya 100 Km?

Kita mulai dari perhitungan sederhana.

Misalnya mobil listrik membutuhkan 15 kWh untuk menempuh 100 kilometer.

Dengan asumsi tarif listrik Rp1.699 per kWh, kebutuhan energinya:

15 kWh × Rp1.699 = Rp25.485 per 100 km.

Angka tersebut merupakan simulasi energi listrik dan belum memasukkan kemungkinan kehilangan energi selama proses pengisian.

Sementara mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 12 kilometer per liter membutuhkan:

100 km ÷ 12 km/l = 8,33 liter.

Jika menggunakan Pertamax seharga Rp16.300 per liter:

8,33 liter × Rp16.300 = sekitar Rp135.833 per 100 km.

Dengan asumsi tersebut, biaya energi mobil bensin sekitar Rp110 ribu lebih mahal per 100 kilometer dibandingkan mobil listrik.

Kalau Dipakai 1.000 Km Sebulan?

Perbedaan tersebut semakin terlihat jika kendaraan digunakan cukup intensif.

Mobil listrik

Konsumsi:

15 kWh × 10 = 150 kWh

Biaya:

150 × Rp1.699 = sekitar Rp254.850

Mobil bensin

Konsumsi:

1.000 km ÷ 12 km/l = sekitar 83,33 liter

Biaya:

83,33 × Rp16.300 = sekitar Rp1.358.333

Artinya, berdasarkan simulasi tersebut, kebutuhan energi untuk menempuh 1.000 kilometer adalah:

Kendaraan Asumsi konsumsi Biaya energi/1.000 km
Mobil listrik 15 kWh/100 km ±Rp254.850
Mobil bensin 12 km/liter ±Rp1.358.333
Selisih ±Rp1.103.483

Dengan kata lain, selisih biaya energi sekitar Rp1,1 juta per 1.000 kilometer berdasarkan asumsi yang digunakan.

Namun angka tersebut bukan berarti setiap mobil listrik pasti menghemat Rp1,1 juta. Konsumsi kendaraan, harga BBM, tarif listrik, kondisi jalan, penggunaan AC, kecepatan, beban kendaraan, serta metode pengisian dapat mengubah hasil.

Harga BBM 2026 Tidak Sama di Semua Daerah

Hal yang perlu diperhatikan pembaca adalah harga BBM Pertamina berbeda menurut wilayah.

Mulai 1 September 2026, harga Pertamax tercatat:

  • Kalimantan Timur: Rp16.300/liter
  • Jawa dan sejumlah wilayah dengan PBBKB 5 persen: Rp15.950/liter
  • Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara: Rp16.650/liter
  • Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau: Rp16.650/liter

Harga tersebut merupakan harga Pertamax yang tercatat berlaku mulai September 2026.

Karena itu, pembaca yang berada di wilayah lain sebaiknya mengganti harga BBM dalam simulasi dengan harga yang berlaku di daerah masing-masing.

Mengapa Perbedaannya Bisa Besar?

Salah satu faktor utamanya adalah efisiensi energi.

Mobil listrik menggunakan energi listrik untuk menggerakkan motor listrik, sedangkan mobil bensin menggunakan bahan bakar melalui mesin pembakaran internal.

Dalam simulasi di atas, mobil listrik membutuhkan 15 kWh untuk 100 kilometer, sedangkan mobil bensin membutuhkan 8,33 liter Pertamax.

Ketika harga energi masing-masing dikalikan dengan konsumsi, selisihnya menjadi cukup besar.

Namun, perhitungan ini baru melihat biaya energi, bukan keseluruhan biaya kepemilikan kendaraan.

Biaya Servis Juga Perlu Diperhitungkan

Mobil bensin memiliki sejumlah komponen mesin yang membutuhkan perawatan berkala, termasuk oli mesin dan komponen sistem pembakaran.

Mobil listrik memiliki sistem penggerak yang berbeda sehingga kebutuhan perawatannya juga berbeda.

Meski begitu, mobil listrik bukan berarti bebas biaya perawatan.

Ban, rem, suspensi, sistem pendingin, perangkat kelistrikan, hingga baterai tetap perlu diperiksa sesuai jadwal dan ketentuan pabrikan.

Jadi, calon pembeli sebaiknya tidak menggunakan biaya listrik saja sebagai satu-satunya ukuran.

Bagaimana dengan Baterai Mobil Listrik?

Baterai merupakan komponen penting dalam kendaraan listrik.

Calon pembeli perlu melihat kapasitas baterai sekaligus ketentuan garansi dari masing-masing merek.

Hal yang perlu diperiksa antara lain:

  • kapasitas baterai;
  • jarak tempuh kendaraan;
  • garansi baterai;
  • batas kilometer garansi;
  • jaringan servis;
  • biaya perawatan;
  • ketersediaan suku cadang;
  • serta ketentuan garansi jika kendaraan dibeli dalam kondisi bekas.

Informasi tersebut menjadi semakin penting jika konsumen mempertimbangkan mobil listrik murah atau mobil listrik bekas.

Bagaimana Kalau Sering Perjalanan Jauh?

Perhitungan biaya energi bukan satu-satunya faktor.

Untuk penggunaan dalam kota dan pengisian rutin di rumah, mobil listrik dapat memberikan pola pengeluaran energi yang berbeda dibandingkan mobil bensin.

Namun bagi pengguna yang sering bepergian antarkota, ketersediaan SPKLU dan waktu pengisian perlu ikut diperhitungkan.

PLN menyediakan fitur untuk menemukan lokasi SPKLU melalui PLN Mobile.

Infrastruktur pengisian juga terus berkembang. PLN melaporkan telah mengoperasikan 4.655 mesin SPKLU pada 2025, meningkat sekitar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Artinya, akses pengisian terus diperluas, meski pengguna tetap perlu memperhitungkan rute dan lokasi pengisian ketika melakukan perjalanan jauh.

Jangan Terjebak Hanya Melihat Harga Beli

Harga mobil listrik yang lebih murah tidak otomatis berarti seluruh biaya kepemilikannya lebih rendah dalam semua kondisi.

Sebaliknya, mobil bensin dengan harga pembelian lebih rendah juga belum tentu menjadi pilihan dengan biaya penggunaan paling rendah.

Calon pembeli perlu melihat keseluruhan biaya:

harga beli + energi + perawatan + pajak + asuransi + depresiasi + nilai jual kembali.

Jarak tempuh tahunan juga sangat berpengaruh.

Semakin jauh kendaraan digunakan, semakin besar pengaruh biaya energi terhadap total pengeluaran.

Simulasi untuk Pengguna 2.000 Km per Bulan

Bagaimana jika mobil digunakan lebih jauh?

Dengan asumsi yang sama, penggunaan 2.000 kilometer per bulan menghasilkan simulasi:

Mobil listrik:

300 kWh × Rp1.699 = Rp509.700

Mobil bensin:

166,67 liter × Rp16.300 = sekitar Rp2.716.667

Selisih biaya energi mencapai sekitar Rp2,2 juta per bulan.

Namun kembali perlu ditegaskan, angka tersebut adalah simulasi berdasarkan asumsi, bukan klaim bahwa seluruh pengguna mobil listrik akan mengalami penghematan dengan nominal yang sama.

Jadi, Mobil Listrik atau Mobil Bensin?

Perbandingan keduanya sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Untuk pengguna yang memiliki akses pengisian di rumah dan menempuh jarak cukup jauh setiap bulan, biaya energi menjadi salah satu faktor yang menarik untuk diperhitungkan.

Sementara bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh dan membutuhkan pengisian bahan bakar secara cepat di banyak lokasi, ketersediaan infrastruktur BBM masih menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk seluruh kendaraan.

Model mobil, konsumsi energi, harga BBM, tarif listrik, jarak tempuh, serta pola penggunaan semuanya memengaruhi hasil akhir.

Kesimpulan

Dengan menggunakan simulasi Pertamax Rp16.300 per liter dan konsumsi mobil bensin 12 km/liter, biaya energi untuk menempuh 1.000 kilometer mencapai sekitar Rp1,36 juta.

Sementara mobil listrik dengan konsumsi 15 kWh/100 km dan asumsi tarif listrik Rp1.699/kWh membutuhkan energi sekitar Rp255 ribu untuk jarak yang sama.

Selisih simulasi mencapai sekitar Rp1,1 juta per 1.000 kilometer.

Namun angka tersebut tidak dapat dijadikan patokan universal karena kondisi setiap kendaraan dan pengguna berbeda.

Bagi calon pembeli mobil listrik, perhitungan terbaik adalah menggunakan spesifikasi mobil yang hendak dibeli, tarif listrik rumah sendiri, harga BBM di wilayah tempat tinggal, serta jarak tempuh bulanan.

Dengan cara itu, konsumen bisa mendapatkan gambaran biaya penggunaan yang lebih realistis sebelum memutuskan membeli kendaraan.

Catatan redaksi: Harga BBM dapat berubah mengikuti evaluasi dan kebijakan yang berlaku. Harga Pertamax dalam simulasi ini menggunakan harga September 2026 untuk Kalimantan Timur sebesar Rp16.300/liter. Tarif listrik Rp1.699/kWh digunakan sebagai asumsi simulasi dan bukan berarti seluruh pelanggan PLN membayar tarif yang sama. Pembaca sebaiknya mengecek tarif listrik sesuai golongan pelanggan masing-masing sebelum menghitung biaya aktual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *