News

Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Ratusan Warga Karo Mengungsi dan Sejumlah Desa Masuk Siaga

×

Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Ratusan Warga Karo Mengungsi dan Sejumlah Desa Masuk Siaga

Sebarkan artikel ini

KARO, SUMATERA UTARA – Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menjadi perhatian setelah terjadi erupsi pada 31 Agustus 2026. Peningkatan aktivitas tersebut membuat pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi dan mengarahkan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak menuju lokasi yang lebih aman.

Erupsi yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada 31 Agustus menghasilkan kolom erupsi yang mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Kembali Ditutup, Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terdeteksi

Setelah erupsi tersebut, hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Kondisi ini mendorong perubahan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Ratusan Warga Berada di Pengungsian

Dampak aktivitas Gunung Sinabung dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, terutama Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat, serta Desa Payung di Kecamatan Payung.

Warga Desa Kuta Tengah untuk sementara diarahkan menuju Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, sebagai lokasi pengungsian.

Berdasarkan pendataan hingga 4 September 2026, terdapat sekitar 208 kepala keluarga atau 650 jiwa yang tercatat sebagai pengungsi. Dari jumlah tersebut, sekitar 405 jiwa masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu.

Data jumlah warga terdampak masih terus diperbarui oleh pemerintah daerah guna memastikan kebutuhan pengungsi, mulai dari makanan hingga layanan dasar, dapat terpenuhi.

Abu Vulkanik Ganggu Aktivitas Warga

Selain mengancam keselamatan masyarakat di kawasan rawan, abu vulkanik juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas warga, termasuk sektor pertanian.

Sejumlah lahan pertanian masyarakat dilaporkan terdampak material abu vulkanik. Pemerintah masih melakukan pendataan untuk mengetahui luas serta tingkat kerusakan lahan.

BPBD Kabupaten Karo juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak paparan abu vulkanik.

Penyiraman jalan turut dilakukan di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat dan lalu lintas tinggi. Salah satu wilayah yang mendapat penanganan tersebut adalah kawasan pusat Kota Berastagi.

Dapur Umum hingga Layanan Air Bersih Disiapkan

Penanganan di lokasi pengungsian juga diperkuat. Pemerintah daerah telah mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga hingga tiga kali sehari.

Selain makanan, kebutuhan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian turut menjadi perhatian.

Koordinasi antara BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat apabila kondisi semakin memburuk.

Patroli juga digelar di sejumlah kawasan yang ditetapkan sebagai area terlarang, termasuk kawasan Danau Lau Kawar. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan pengunjung di kawasan tersebut.

Aktivitas Sekolah Ikut Disesuaikan

Situasi Gunung Sinabung juga berdampak pada aktivitas pendidikan masyarakat.

SD Negeri 040475 Tiga Serangkai sementara melaksanakan kegiatan belajar mengajar di lokasi pengungsian. Sementara itu, pelajar SMP yang bersekolah di luar desa mendapatkan layanan antar-jemput dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karo.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga agar aktivitas pendidikan tetap berjalan sekaligus mempertimbangkan keselamatan para siswa.

Desa Payung dalam Kondisi Siaga

Sementara itu, Desa Payung, Kecamatan Payung, ditetapkan dalam kondisi siaga. Pemerintah daerah telah menyiapkan kemungkinan evakuasi apabila aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat dan memerlukan pemindahan warga.

Hasil pengamatan pada Jumat, 4 September 2026 pukul 12.00–18.00 WIB menunjukkan asap kawah utama berwarna putih tebal dengan ketinggian sekitar 300–500 meter dari puncak.

Pada periode pengamatan tersebut tidak tercatat adanya kegempaan.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak mengabaikan perkembangan aktivitas gunung api karena kondisi vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.

Warga Diminta Menjauhi Radius Bahaya

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat maupun wisatawan agar tidak memasuki kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi. Selain itu, terdapat larangan memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara.

Warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya lahar.

BNPB: Keselamatan Warga Menjadi Prioritas

BNPB bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Evaluasi tingkat aktivitas akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terdapat perubahan signifikan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, tetapi tidak mengurangi kewaspadaan. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi serta arahan pemerintah dan petugas di lapangan.

Dengan status Gunung Sinabung yang masih berada pada Level III (Siaga), kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik.

Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang berada di kawasan yang berpotensi terdampak erupsi maupun bahaya turunannya.

Disclaimer Sumber Berita

Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, serta informasi penanganan masyarakat terdampak.

Informasi diperbarui: 5 September 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *