Otomotif

Biaya Cas Mobil Listrik di Rumah 2026: Sekali Isi Penuh Habiskan Berapa Rupiah?

×

Biaya Cas Mobil Listrik di Rumah 2026: Sekali Isi Penuh Habiskan Berapa Rupiah?

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Harga mobil listrik yang semakin terjangkau membuat kendaraan elektrifikasi mulai dilirik lebih banyak calon pembeli. Namun, sebelum membeli, ada satu pertanyaan yang sering muncul: berapa biaya cas mobil listrik di rumah sampai baterainya penuh?

Pertanyaan tersebut penting karena harga kendaraan bukan satu-satunya komponen biaya kepemilikan. Pengguna juga perlu memperhitungkan konsumsi listrik untuk mengisi baterai setiap hari atau setiap beberapa hari.

artikel terkait: Daftar Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta 2026, Ada yang Mulai Rp150 Jutaan

Secara sederhana, biaya pengisian dapat dihitung dari kapasitas baterai dikalikan tarif listrik per kWh. Namun dalam praktiknya, konsumsi listrik dari jaringan bisa sedikit lebih besar daripada kapasitas baterai karena adanya kehilangan energi selama proses pengisian.

Cara Menghitung Biaya Cas Mobil Listrik

Sebagai gambaran, sebuah mobil listrik dengan baterai 30 kWh membutuhkan energi sekitar 30 kWh untuk mengisi baterainya secara teoritis dari 0 sampai 100 persen.

Jika tarif listrik yang digunakan adalah sekitar Rp1.444,70 per kWh, maka:

30 kWh × Rp1.444,70 = sekitar Rp43.341

Artinya, secara teoritis biaya energi untuk mengisi baterai 30 kWh berada di kisaran Rp43 ribuan.

Namun angka tersebut bukan berarti selalu menjadi biaya riil di meteran. Dalam proses charging terdapat energi yang hilang sehingga konsumsi listrik dari jaringan dapat lebih besar daripada energi yang benar-benar tersimpan di baterai.

Karena itu, perhitungan sebaiknya digunakan sebagai simulasi, bukan angka tagihan yang pasti.

Bagaimana Jika Kapasitas Baterainya Lebih Besar?

Semakin besar kapasitas baterai, semakin besar pula energi yang diperlukan untuk pengisian penuh.

Sebagai contoh simulasi:

Kapasitas baterai Perhitungan Biaya teoritis
20 kWh 20 × Rp1.444,70 sekitar Rp28.894
30 kWh 30 × Rp1.444,70 sekitar Rp43.341
40 kWh 40 × Rp1.444,70 sekitar Rp57.788
50 kWh 50 × Rp1.444,70 sekitar Rp72.235
60 kWh 60 × Rp1.444,70 sekitar Rp86.682

Perhitungan tersebut menggunakan tarif contoh Rp1.444,70 per kWh dan belum memasukkan losses pengisian.

Tarif yang dibayar pelanggan juga perlu disesuaikan dengan golongan dan daya listrik rumah masing-masing. PLN menyediakan informasi tarif tenaga listrik melalui kanal resminya.

Jadi, Apakah Cas di Rumah Lebih Praktis?

Bagi pemilik mobil listrik, home charging memungkinkan kendaraan diisi ketika sedang terparkir di rumah.

PLN juga menyediakan layanan Home Charging Services (HCS) untuk kendaraan listrik. Dalam berbagai programnya, PLN memberikan fasilitas dan insentif yang berkaitan dengan pemasangan serta pengisian kendaraan listrik di rumah.

PLN sebelumnya juga menerapkan skema diskon tarif tenaga listrik sebesar 30 persen untuk pengisian melalui home charging pada pukul 22.00–05.00 WIB bagi pelanggan yang memenuhi ketentuan program. Karena promo atau ketentuan dapat berubah, pengguna perlu mengecek status program yang berlaku melalui kanal resmi PLN sebelum menghitung penghematan.

Jangan Lupa Menghitung Daya Rumah

Salah satu hal yang sering luput dari calon pengguna mobil listrik adalah kapasitas daya listrik rumah.

Home charger membutuhkan daya tambahan ketika kendaraan sedang mengisi baterai. Jika daya rumah terbatas dan pada saat bersamaan digunakan untuk peralatan seperti AC, mesin cuci, pompa air, kulkas, atau perangkat elektronik lainnya, beban listrik perlu diperhatikan.

Karena itu, calon pemilik mobil listrik sebaiknya tidak hanya bertanya “berapa biaya cas?”, tetapi juga:

  • Berapa kapasitas daya listrik rumah?
  • Berapa daya charger yang akan digunakan?
  • Apakah perlu menambah daya?
  • Berapa kapasitas baterai kendaraan?
  • Seberapa sering mobil akan diisi?
  • Apakah pengisian lebih sering dilakukan di rumah atau SPKLU?

PLN menyediakan layanan terkait pemasangan maupun perubahan daya melalui PLN Mobile.

Bagaimana Jika Mengisi di SPKLU?

Selain mengisi baterai di rumah, pengguna mobil listrik dapat memanfaatkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Infrastruktur SPKLU di Indonesia terus berkembang. PLN menyebut bersama mitra telah menghadirkan 4.655 mesin SPKLU sepanjang 2025, meningkat sekitar 44 persen dibandingkan 2024.

Pengisian di SPKLU memiliki mekanisme biaya yang berbeda dengan sekadar mengalikan kapasitas baterai dengan tarif listrik rumah. Pengguna juga perlu memperhatikan jenis charger dan ketentuan tarif yang berlaku pada lokasi tersebut.

Karena itu, biaya home charging dan SPKLU sebaiknya tidak dibandingkan hanya berdasarkan angka per kWh tanpa melihat seluruh komponen biaya dan kondisi penggunaannya.

Contoh Sederhana Pemakaian Harian

Misalnya sebuah mobil listrik memiliki baterai 30 kWh dan rata-rata pengguna hanya memakai 20 persen kapasitas baterai dalam satu hari.

Energi yang perlu diisi kembali secara teoritis:

20 persen × 30 kWh = 6 kWh

Dengan tarif simulasi Rp1.444,70 per kWh:

6 × Rp1.444,70 = sekitar Rp8.668

Artinya, secara teoritis kebutuhan energi untuk mengembalikan 20 persen kapasitas baterai berada di kisaran Rp8.700 sebelum memperhitungkan losses dan komponen lain.

Jika pemakaian harian berbeda, biaya tentu ikut berubah.

Mobil Listrik Murah Bukan Berarti Hanya Soal Harga Beli

Bagi calon pembeli yang sedang mencari mobil listrik di bawah Rp200 juta, biaya pengisian baterai menjadi salah satu faktor yang patut dimasukkan dalam perhitungan.

Harga kendaraan memang penting, tetapi biaya penggunaan sehari-hari juga menentukan total pengeluaran selama kendaraan dimiliki.

Karena itu, sebelum membeli, calon konsumen sebaiknya membandingkan setidaknya empat hal: harga mobil, kapasitas baterai, konsumsi energi, dan fasilitas pengisian.

Artikel ini merupakan lanjutan dari pembahasan daftar mobil listrik di bawah Rp200 juta pada 2026, sehingga pembaca tidak hanya mengetahui harga mobil, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai biaya energi yang diperlukan untuk menggunakannya.

Kesimpulan

Biaya cas mobil listrik di rumah pada dasarnya dapat dihitung dengan mengalikan kebutuhan energi dalam kWh dengan tarif listrik yang berlaku.

Sebagai simulasi menggunakan tarif Rp1.444,70 per kWh, baterai 30 kWh membutuhkan biaya energi teoritis sekitar Rp43 ribu untuk pengisian penuh.

Namun biaya aktual bisa berbeda karena kapasitas baterai, kondisi baterai, efisiensi charger, kehilangan energi saat pengisian, golongan tarif listrik, serta pola pemakaian kendaraan.

Karena tarif dan program layanan listrik dapat berubah, pembaca disarankan mengecek tarif dan ketentuan terbaru melalui kanal resmi PLN sebelum membuat perhitungan biaya kepemilikan kendaraan listrik.

Catatan: Angka dalam simulasi artikel ini bukan tarif khusus untuk seluruh pelanggan PLN. Perhitungan menggunakan contoh tarif per kWh agar pembaca dapat memahami cara menghitung biaya charging. Tarif aktual mengikuti golongan pelanggan dan ketentuan yang berlaku.

Sumber: PLN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *