News

Misteri Dua Kakak-Adik Hilang Sejak 2021 Terungkap, Ditemukan Tinggal Kerangka di Banyuasin

×

Misteri Dua Kakak-Adik Hilang Sejak 2021 Terungkap, Ditemukan Tinggal Kerangka di Banyuasin

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN — Misteri hilangnya dua kakak-adik perempuan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sejak hampir lima tahun lalu akhirnya menemui titik terang. Keduanya diduga menjadi korban kekerasan seksual sebelum tewas dibunuh dan jasadnya ditinggalkan di sebuah rumah kosong.

Dua korban diketahui berinisial RN (18) dan AY (14). Keduanya dilaporkan hilang setelah berpamitan pergi ke sekolah pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Lima tahun tanpa kabar membuat keluarga terus menyimpan harapan sekaligus pertanyaan besar tentang keberadaan kedua bersaudara tersebut.

Namun, misteri itu mulai terbuka pada Minggu, 6 September 2026, ketika seorang warga menemukan rangka sepeda motor di sebuah parit di kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

Temuan tersebut kemudian membawa warga pada penemuan yang jauh lebih mengejutkan: dua kerangka manusia di sebuah rumah kosong tak jauh dari lokasi sepeda motor ditemukan.

Berangkat Sekolah, Tak Pernah Kembali

Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin AKP Mukhis mengatakan, kedua korban meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WIB menggunakan sepeda motor untuk bersekolah.

Setelah kegiatan sekolah, RN yang saat itu berusia 18 tahun disebut berencana bertemu dengan Rendi Saputra (28), yang diberitakan sebagai pacar korban.

Rekonstruksi pihak kepolisian ditempat kejadian perkara / sc

RN kemudian pergi bersama adiknya menuju kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa.

Di kawasan yang relatif sepi dan terdapat sejumlah bangunan kosong tersebut, polisi menduga terjadi tindak kekerasan seksual terhadap kedua korban. Berdasarkan keterangan polisi yang diberitakan detikSumbagsel, Rendi diduga melakukan kekerasan seksual terhadap RN, sementara rekannya, Andika, diduga melakukan hal serupa terhadap AY.

Berujung Pembunuhan

Setelah dugaan kekerasan seksual tersebut, perkara kemudian berubah menjadi tragedi yang lebih mengerikan.

Kedua korban diduga dihabisi menggunakan senjata tajam. Jenazah mereka kemudian ditinggalkan di lokasi tersebut.

Hari berganti bulan, kemudian tahun. Keberadaan RN dan AY tidak kunjung diketahui.

Keluarga terus mencari. Harapan untuk menemukan keduanya tetap ada, meski waktu berjalan begitu panjang.

Hingga akhirnya, hampir lima tahun kemudian, sebuah temuan tak sengaja di kawasan Perumahan Amanah membuka kembali kasus yang sempat menjadi misteri tersebut.

Berawal dari Rangka Sepeda Motor

Kasus ini terbongkar setelah seorang buruh harian lepas berinisial R (56) sedang mencari kayu gelam di sekitar lokasi pada Minggu pagi.

Sekitar pukul 10.12 WIB, ia melihat sesuatu yang mencurigakan di dalam parit. Benda tersebut ternyata merupakan rangka sepeda motor yang telah rusak dan berkarat.

dua adik kakak hilang
Penemuan kerangka motor korban / Polri

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat.

Warga yang melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi kemudian menemukan sebuah rumah kosong yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi sepeda motor.

Di dalam rumah tersebut, mereka menemukan tulang-belulang manusia.

Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan. Dari pemeriksaan awal, temuan tersebut mengarah kepada kasus hilangnya dua perempuan pada 2021.

Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Pengungkapan kasus berlangsung cepat.

Sejumlah laporan menyebut polisi mengamankan dua terduga pelaku setelah melakukan pengembangan dari hasil penyelidikan di lokasi.

Keduanya disebut berinisial RS dan AD alias Dika. Keduanya diamankan dalam waktu kurang dari 12 jam setelah penemuan kerangka tersebut.

Polisi kini masih mendalami kronologi lengkap, motif, serta peran masing-masing terduga pelaku dalam kasus tersebut.

Lima Tahun Menjadi Misteri

Kasus RN dan AY menjadi pengingat bahwa sebuah kasus orang hilang dapat menyimpan misteri selama bertahun-tahun.

Pada 27 Oktober 2021, keduanya meninggalkan rumah untuk bersekolah menggunakan sepeda motor.

Tidak ada yang menyangka perjalanan tersebut menjadi perjalanan terakhir keduanya.

Hampir lima tahun kemudian, yang tersisa hanyalah tulang-belulang dan sejumlah petunjuk yang akhirnya mengantarkan polisi pada dugaan pembunuhan.

Kini, keluarga korban harus menghadapi kenyataan pahit setelah penantian panjang mereka berakhir dengan kabar yang tragis.

Polisi masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara utuh apa yang terjadi terhadap kedua kakak-adik tersebut pada hari terakhir mereka terlihat.

baca juga: Geger Kairo! Presenter TV Sarah Khalifa Divonis Mati dalam Kasus Narkoba Skala Besar

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *